750 Hektar Tambak di Desa Randusanga Kulon Hilang

0

BREBES – Sekitar 750 hektar tambak di pesisir Pantai Randusanga mengalami abrasi, akibatnya 270 warga kehilangkan tambak miliknya. Tak hanya itu, saat air laut pasang juga merendam pemukiman warga, bahkan saat memasuki musim penghujan, banjir dipastikan menggenangi pemukiman warga hingga 1 meter.

Kepala Desa Randusanga Kulon, Afan Setiono mengatakan, dari total 1300 hektare luas wilayah Desa Randusanga Kulon, Kecamatan/ Kabupaten Brebes, 750 hektar diantaranya yang merupakan tambak milik warga di desa pesisir Kabupaten Brebes hilang terkena abrasi. Kerusakan akibat abrasi dan banjir rob ini sangat berdampak bagi ekonomi warganya. Abrasi yang terjadi di desanya bahkan hampir terjadi setiap hari, sehingga saat ini garis pantai sudah memasuki wilayah desa.

“Terlebih saat pandemi Covid-19 seperti ini yang tentunya abrasi ini sangat berdampak pada perekonomian warga kami. Karena abrasi itu terjadinya setiap hari di sore hari,” kata Afan Setiono, Selasa, (12/10).

Dengan adanya program Polda Jateng Mageri Segoro, penanaman mangrove, pelestarian alam dan lingkungan di wilayahnya itu diharapkan mampu mengurangi dampak kerusakan alam akibat pasang air laut seperti abrasi dan banjir rob yang selalu menggenangi pemukiman warganya.

Sementara itu, Bupati Brebes Idza Priyanti mengatakan, dengan adanya kerusakan di wilayah pesisir pantai tersebut pihaknya berharap pemerintah pusat bisa membantu pembuatan penahan banjir rob sepanjang 63 kilometer yang membentang di lima kecamatan, yakni Losari, Tanjung, Bulakamba, Wanasari dan Brebes.

“Hari ini kita lakukan penananman mengrove, kami sangat apresiasi sekali program Mageri Segoro yang di canangkang Polda Jateng dan yang dilakukan Polres Brebes ini. Kami pemerintah lembaga dan masyarakat terus berusaha untuk mengatasi abrasi, tentunya dengan penanaman mangrove ini kita dapat mencegah rob di wilayah Randusanga,” kata Idza Priyanti.

Lanjut, Idza juga menjelaskan dengan adanya penanaman mangrove, ini nantinya juga bisa menjadi destinasi wisata, seperti Mangrovesari di Pandasnsari dan Pulau Cemara. Langkah lain yang dilakukan Pemkab Brebes juga telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk membuat penahan banjir rob.

“Penanaman bibit mangrove ini melibatkan warga Desa Randusanga Kulon, TNI, Polri, ASN, BPBD hingga relawan peduli lingkungan. Selain ditanam di pesisir pantai, ribuan bibit mangrove juga ditanam di sejumlah tempat lainnya,” ungkapnya.

Kapolres Brebes Faisal Febriyanto menjelaskan, Mageri Segara digagas Kapolda Jawa Tengah sebagai upaya penyelamatan lingkungan melalui penanaman Mangrove. Kapolda juga mengemban misi untuk percepatan vaksinasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.

Faisal berharap, Mageri Segara dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat karena kelestarian alam dapat terus terjaga dan terhindar dari abrasi dan rob. Mageri Segara di Kabupaten Brebes, rencananya akan dilakukan penanaman bibit Mangrove sebanyak 60 ribu batang secara bertahap sampai Desember 2021 mendatang.

Kapolres melihat, di beberapa daerah terjadi abrasi yang sangat parah, bahkan ada wilayah pesisir yang sudah tengelam karena abrasi. “Untuk itu sebagai upaya pencegahanya seluruh elemen masyarakat harus bahu membahu melakukan pelestarian lingkungan,” pungkasnya. (Gust)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here