Bupati Brebes Belajar Optimalisasi Dana Desa Ke Wonogiri dan Boyolali

0

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH beserta rombongan melakukan studi banding ke Kabupaten Wonogiri dan Boyolali dalam rangka optimalisasi pengelolaan Dana Desa (DD). Dua Kabupaten di Solo Raya tersebut, merupakan Kabupaten Terbaik dalam pengelolaan Dana Desa dan Pendapatan Asli Desa sehingga mampu mengentaskan kemiskinan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kabupaten Brebes masih perlu terus belajar untuk mensejahterakan masyarakat desa sehingga melakukan studi banding ke Kabupaten Wonogiri dan Boyolali yang telah terbukti mengentaskan kemiskinan,” ujar Idza Priyanti di sela studi banding, Senin (17/10).

Angka kemiskinan Brebes, kata Idza, masih diangka 17 persen dan saat ini lagi ngetren menjadi pilot project kemiskinan ekstrem sebanyak 10 persen. Untuk itu, perlu digenjot dengan berbagai upaya konkrit diantaranya dengan optimalisasi dana desa.

Kabupaten Brebes, kata Idza, bertekad dalam penyerapan Dana Desa bisa tercapai 100 persen di awal Desember agar tidak ada silva dan akuntabilitasnya terjamin. Sehingga memberi manfaat sebesar- sebesarnya bagi masyarakat seperti peningkatan kualitas hidup, kesejahteraan, penanggulangan kemiskinan dan peningkatan pelayanan publik. Seperti di Kabupaten Wonogiri, yang awalnya angka kemiskinannya 13 persen, telah turun menjadi 10 persen.

Kunjungan ke Kabupaten Wonogiri diterima Bupati Joko Sutopo dan Sekda Haryono di pendopo bupati setempat. Bupati Joko Sutopo menjelaskan, kemiskinan menjadi persoalan disetiap daerah termasuk Wonogiri karena masih ada 10 persen penduduk Wonogiri yang miskin.

Desa, kata Joko, menjadi tumpuan utama dalam mensejahterakan masyarakat karena kemiskinan itu tidak berada di pendopo tetapi di masyarakat. Maka strategi anggaran yang dikelola desa, harus berbasiskan program kebutuhan masyarakat setempat.

Untuk mewujudkannya, Joko menyusun strategi percepatan pembangunan desa, yakni dengan percepatan penetapan Perdes APBDes, percepatan pencairan dana desa (DD), percepatan pencairan Alokasi Dana Desa (ADD), dan Sinergitas kebijakan pemerintah dengan dengan pemerintah kabupaten.

Selepas dari Wonogiri, Bupati beserta rombongan bertolak ke Kabupaten Boyolali. Di Kota penghasil Sapi tersebut rombongan Kabupaten Brebes diterima Bupati Boyolali Mohammad Said Hidayat, Wakil Bupati Wahyu Irawan dan pejabat lainnya.

Bupati Boyolali menjelaskan, untuk percepatan pengalokasian keuangan desa maka rekening desa dipusatkan di Bank Boyolali. Di samping itu juga untuk memajukan Perusahaan Umum Daerah Bank Boyolali yang nota bene milik Pemerintah Kabupaten.

“Untuk Bank Jateng kami khususkan untuk keuangan Kas Daerah, sedangkan Kas Desa di Bank Boyolali,” terang Said Hidayat.

Kata Said, pembagian kerja ini sangat efektif yang tentunya dengan mekanisme dan regulasi yang jelas.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Brebes Subagya menjelaskan, sebelum studi banding, Bupati Brebes menggelar Rakor perepatan penyerapan dana desa.

Bupati dan Kades di 292 bertekad adanya percepatan penyerapan Dana Desa dan pengentasan kemiskinan dari kemiskinan ekstrem. Diantaranya dengan program Padat Karya Tunai Desa (PKTD). (Hms/Gust)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here