KPM JPS Saldonya Nol, Dinsos Brebes Beri Penjelasan dan Solusinya

0

BREBES,- Sebagian Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Jaminan Perlindungan Sosial (JPS) mendapati saldo di rekeningnya masih nol alias uang bantuan tunai di rekeningnya tidak masuk. Adapun penyebab dan solusinya, mari simak penjelasan dari Dinas Sosial Kabupaten Brebes!

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Brebes, Masfuri melalui Kabid Bidang Bansos Dinas Sosial Kabupaten Brebes, Hasan Basri menjelaskan, penyebab saldo nol pada bansos, seperti PKH, BSP maupun BST yang pertama adalah kepesertaannya KPM di program bantuan sosial sudah dihapus oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia, karena dinilai sudah tidak layak menerima bansos. Hal ini, dikarenakan adanya perbaikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau yang sebelumnya disebut Basis Data Terpadu (BDT).

“Sehingga memungkinkan ada KPM yang terhapus dari daftar peserta program bansos tersebut,” kata Hasan, Kamis, (21/10) saat ditemui dikantornya.

Adapun, lanjut Hasan, yang status kepesertaannya di program bantuan sosial masih aktif tapi ada kendala pada data KPM yang belum padan dengan DTKS meskipun datanya sudah padan dengan data di Disdukcapil. 

“Kalau yang seperti itu, silahkan cek ke Operator SIKS-NG di desa / kelurahan. Hal ini, untuk mencocokan data antara di KK dan KTP dengan DTKS,” tegasnya.

Kemudian, bagi penerima bansos yang status kepesertaannya di program bantuan sosial masih aktif, data KPM sudah padan dengan DTKS tapi belum padan dengan data di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Brebes. Pihaknya menyarankan untuk datang ke Disdukcapil untuk mengaktifkan nomor Kartu Keluarga (KK) dan Nomer Induk Kependudukan (NIK) yang saat ini dimiliki.

“Bisa jadi meski sudah memperbaharui data di KK dan KTP tapi nomornya belum disingkronkan. Jika ini yang terjadi maka nomor KK dan NIK akan tercatat INVALID. Jadi silahkan ke Disdukcapil atau lewat online,” jelasnya.

Selain itu, Hasan menyebut, kalau status kepesertaannya di program bantuan sosial masih aktif, kemudian data KPM sudah padan dengan DTKS dan Disdukcapil tapi data di bank-nya belum padan. Maka, disarankan untuk membuat Surat Pengantar dari Dinas Sosial Brebes yang menyatakan bahwa warga tersebut benar – benar layak menerima bansos.

“Setelah itu selesai, baru lakukan pengecekan data dari dokumen seperti KK, KTP, Buku Tabungan, KKS dengan data di bank penyalur,” ungkapnya.

Yang terakhir, kalau misalkan ada yang status kepesertaannya di program bantuan sosial masih aktif, data KPM sudah padan dengan DTKS dan Disdukcapil dan data di bank juga sudah padan. 

“Yang seperti itu, tinggal menunggu saja, karena proses penyaluran bantuan sosial itu dilakukan secara bertahap dan melalui beberapa termin. Kalau sudah dua minggu ternyata masih kosong, segera lakukan cetak rekening koran di bank penyalur,” tandasnya.

Selain itu, pihaknya menghimbau, untuk KPM PKH yang mengalami kendala pada BSP Sembako untuk menemui Pendamping Sosial PKH. Sedangkan, untuk yang mengalami kendala pada BSP Sembako, silahkan temui Pendamping BSP Sembako yang biasa disebut TKSK.

“Bagi KPM yang masih bingung apa masalahnya juga bisa menanyakan langsung kepada Pendamping Sosial PKH, TKSK atau Operator SIKS – NG di desa / kelurahan. Kami berharap, semua pihak dapat berjuang bersama mengawal program bansos PKH, BSP dan BST,” pungkasnya.

Menanyakan permasalahan bansos di media sosial hanya akan membuat warga makin bingung karena, menurutnya, media sosial tidak membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi penerima bansos. (Gust)