Aturan Baru Wajib Test PCR, Nadlifah; Ini Harus Dievaluasi Lagi

0

BREBES,- Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Nur Nadlifah menghimbau kepada pemerintah untuk meninjau kembali aturan baru wajib swab test PCR bagi penumpang pesawat. Aturan yang dimaksud itu tercantum dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, 2, dan 1 wilayah Jawa-Bali.

Dia juga mempertanyakan alasan dibuat aturan baru yang mewajibkan swab test PCR bagi pelaku perjalanan dalam negeri, khususnya yang menggunakan pesawat.

“Saya menghimbau kepada pemerintah untuk meninjau kembali peraturan tersebut. Kemudian nanti, kami juga akan memanggil Pak Menteri untuk menanyakan apa sih yang melatar belakangi peraturan itu dibuat. Sementara informasi yang disampaikan itu kehati-hatian, kalau kehati-hatian itu kan bisa dengan rapid antigen.” kata Nadlifah saat ditemui sejumlah Wartawan disela-sela kegiatan Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), Jum’at, (22/10) di Gedung Serbaguna It’tihad, Jatibarang, Brebes.

Menurut Nadlifah yang akrab disapa Mbak Nadl, persyaratan tes PCR bagi calon penumpang pesawat terbang itu seharusnya tidak perlu lagi. Karena, dengan adanya syarat tersebut justru masyarakat banyak yang kerugian.

“Screening itu perlu, kehati-hatian itu perlu tapi tidak harus tes PCR, bisa juga dengan rapid antigen. Kecuali dengan penerbangan yang waktunya panjang atau misalnya mau keluar negeri. Pukul rata semua harus tes PCR itu kasihan masyarakat,” jelasnya.

Diketahui, dalam Inmendagri itu disebutkan bahwa calon penumpang pesawat wajib melakukan hasil negatif tes PCR H-2 sebelum keberangkatan dan juga bukti telah vaksinasi Covid-19 minimal dosis pertama. Kemudian, berdasarkan aturan pada Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 Nomor 21 Tahun 2021 Tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Covid-19, syarat wajib tes RT PCR ini akan berlaku efektif pada 24 Oktober 2021 pukul 00.00 WIB atau mulai esok hari.

Selain mengatur, perjalanan dengan pesawat untuk tujuan ke wilayah Jawa-Bali wajib menunjukkan dokumen kartu vaksin minimal vaksinasi dosis pertama. SE itu juga mewajibkan calon penumpang menunjukkan surat keterangan hasil RT PCR yang sampelnya diambil dalam waktu 2 x 24 jam sebelum keberangkatan. Hal demikian itu juga disebutkan dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor 88 Tahun 2021.

Sedangkan sebelumnya, pemerintah mengizinkan calon penumpang pesawat yang telah divaksinasi lengkap hanya perlu menyertakan hasil negatif tes antigen.

Nadlifah menyebut, sudah banyak masyarakat yang mengeluh karena adanya syarat itu justru akan menimbulkan kerugian. Seperti halnya, harus menunggu hasil tes PCR dan harganya juga tidak murah. Sehingga, pihaknya perlu memanggil Menteri terkait.

“Ini menyangkut semua rakyat. Kasihan, mereka harus mengeluarkan banyak uang untuk itu. Peraturan itu kan berlaku untuk semuanya, baik yang sudah divaksin maupun yang belum divaksin. Maka, ini harus dievaluasi lagi,” ungkapnya.

Dia menegaskan, kalau sekedar screening itu bisa dengan rapid antigen. Kecuali dengan penerbangan yang panjang itu butuh kehati-hatian karena ini pandemi belum berakhir. (Gust)