Baru Viral Uang Koin Nyangkut di Tenggorokan, Begini Akhirnya

0

Brebes, Harianbrebes.com, – Baru-baru ini, viral bocah 6 tahun yang di tenggorokannya bersarang uang koin Rp1000 selama hampir satu bulan. Sejalan dengan itu, beredar juga foto yang memperlihatkan penampakan x-ray dari nyakutnya koin Rp1.000 di ujung tenggorokan bocah tersebut.

Melihat penampakan uang koin Rp1000 bersarang ditenggorokan, mungkin sudah bisa dibayangkan apakah napas bisa berjalan normal atau tidak?

Berikut penjelasan lebih detail siapa pasien ini dan bagaimana kejadian itu bisa terjadi, bagaimana penanganan medisnya!

Ialah Fatan Almaisan Zein, bocah berumur 6 tahun yang tinggal di Kelurahan Pasarbatang, Kecamatan/ Kabupaten Brebes.

Kejadian itu berawal, saat Fatan meminta uang kepada ibunya, Erna (27). Saat itu, Erna sedang tak memiliki uang. Namun tak sengaja, saat ia melempar celana miliknya, uang koin Rp1000 jatuh dari saku celana tersebut. Fatan yang melihat sebuah uang koin Rp1000 jatuh dilantai, langsung mengambilnya dan terlihat kegirangan.

“Saat itu pagi-pagi, bangun tidur Fatan minta duit. Biasanya kan dia minta duit Rp1000, saya nggak ngasih. Terus tahu-tahunya, pas aku nglempar celana, dari dalam celana aku itu keluar sebuah uang koin Rp1000,” ungkapnya.

Sambil tiduran terlentang, Fatan memainkan uang koin itu, dilempar-lempar, diletakan di jidatnya hingga turun ke dagunya. Namun, tak sengaja uang koin itu masuk ke mulutnya.

“Nggak tahunya koin itu buat mainan. Sambil tiduran tahu-tahunya mulutnya kemasukan koin. Dia bilang; Bu, uangnya masuk,” lanjutnya.

Melihat kejadian anaknya tersedak koin Rp1000 itu, Erna panik dan teriak minta tolong. Sehingga tetangganya menyarankan untuk dilakukan upaya mengeluarkan uang tersebut.

“Karena khawatir kan aku minta bantuan tetangga. Katanya di beginiin (sambil tanggannya menepuk leher bagian belakang) kan katanya bisa keluar ternyata nggak. Yang ada anaknya tambah nangis,” tambahnya.

Setelah itu, Erna bersama suaminya, Sandi (29) pun berupaya membawa anak semata wayangnya itu ke beberapa Rumah Sakit (RS) untuk mendapatkan tindakan medis. Karena terkendala biaya, pada 20 Oktober 2021 bocah itu hanya diperiksa di IGD dan dilakukan Rontgen.

Setelah tiga kali menjalani rontgen di tiga rumah sakit yang yang berbeda. Hingga, suami istri yang masih numpang di rumah orang tuanya ini kembali membawa anaknya untuk dirawat dirumah sempit yang dihuni 3 kepala keluarga tersebut.

“Ke RSUD, ke Bhakti Asih, terakhir ke RS Gunung Jati. Di RS Gunung Jati ada alatnya, kendalanya aku nggak punya biaya akhirnya dirawat dirumah dulu,” kisahnya.

Saat ditemui dirumahnya, Rabu (2/11) malam, ia mengaku bingung untuk merujuk anaknya ke RS Kariyadi Semarang. Pasalnya, ia dan keluarga tak memiliki biaya untuk membawa Fatan ke RSUP Kariadi dan untuk keperluan sehari-hari disana.

Sehingga, hampir sebulan lamanya Fatan tidak bisa memakan nasi. Ia hanya bisa menelan bubur tiga sendok sehari. Agar tak dehidrasi, orang tua Fatan pun memberikan air minum dan sesekali susu UHT atau susu cair.

“Badannya semakin hari semakin kurus. Awalnya beratnya 20 kg. Tapi sekarang sudah turun jadi 14 kg. Saya khawatir kondisi anak saya semakin memburuk jika tidak segera mendapatkan tindakan medis. Saya bingung mau bagaimana ini,” ungkapnya.

Setelah menerima berbagai bantuan dari sejumlah donatur, Fatan pun dirujuk ke RSUP Kariyadi melalui jalur Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), karena yang memiliki BPJS hanya sang ibu.

Untuk memperoleh surat rujukan, Erna mengantarkan Fatan kembali ke RSUD Brebes, Kamis (4/11). Saat itu, Fatan menjalani pemeriksaan di ruang radiologi, untuk mengetahui letak terakhir uang koin di tenggorokan anaknya.

“Kayak sebelumnya, jadi Dokter di RSUD ini menyarankan anak saya untuk di rujuk ke RS Kariyadi Semarang. Karena di sini, katanya tidak memiliki alat untuk mengambil uang koin Rp1000 di tenggorakan anak saya,” jelasnya saat ditemui di RSUD Brebes.

Dengan berbekal Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang direkomendasi Dinas terkait, Fatan akhirnya dirujuk ke RSUP Kariadi sekitar pukul 13.21 WIB. Fatan sekeluarga yang didampingi perawat dan dokter menuju Semarang mengunakan mobil ambulance milik RSUD Brebes.

Sampai di RSUP Kariyadi sekitar pukul 16.30 WIB, Erna menuju tempat pendaftaran untuk mendaftar dan Fatan dibawa ke IGD dan langsung ditangani tim dokter RSUP Kariadi.

“Sampai sini, sekitar jam setengah lima sore, langsung daftar di RS ini. Anak saya ditangani langsung di IGD,” ucapnya.

Paginya, Jumat (5/11), Fatan menjalani tindakan medis guna mengeluarkan uang koin yang bersarang di tenggorokannya. Proses pengambilan uang koin yang dilakukan tim dokter itu dimulai sekitar pukul 05.30 WIB. Proses pengambilan uang logam selesai sekitar pukul 07.21 WIB.

Penampakan koin yang nyangkut di tenggorokan Fatan, setelah dikeluarkan Tim Medis RSUP Kariadi, Semarang.

“(Uang koin) sudah berhasil diambil dan bisa makan dengan lancar. Sekarang (Fatan) lagi makan pilus,” kata Erna saat dikonfirmasi melalui telepon.

Erna mengungkapkan, dari keterangan tim dokter, proses pengambilan uang logam dilakukan dengan cara disedot menggunakan alat seperti penyedot (vakum). Setelah berhasil diambil, uang logam bergambar angklung tersebut sudah berwarna kuning. Hal ini lantaran uang logam sudah terlalu lama menyangkut di tenggorokan bocah.

Saat ini, bocah enam tahun itu masih menjalani masa pemulihan dan direncanakan Fatan akan pulang besok pagi.

“Kayaknya besok pagi baru boleh pulang. Alhamdulillah. Saya sangat berterima kasih kepada semua yang peduli. Sekali lagi, terima kasih atas bantuan semuanya,” tandasnya.

Sebelumnya, Direktur RSUD Brebes, dr Rasipin membenarkan, pihaknya tidak memiliki alat untuk mengeluarkan uang koin yang bersarang ditenggorokan Fatan.

“Alatnya belum ada, Mas. Rujukan sudah dibuat sekitar jam 11an (kemarin) pasien meluncur ke RSUP Kariadi via IGD,” tutupnya via pesan Whatsapp..


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here