Tambang Ilegal Ini Disebut Sebagai Pemicu Hancurnya Jembatan Wadas Gumantung

0

BREBES, Harianbrebes.com – Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Brebes, Ridho Khaeroni menanggapi persoalan yang dialami warga Dukuh Wadas Gumantung Desa Kutamendala Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes, yaitu tidak adanya jembatan penyeberangan.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes sudah pernah memperbaiki jembatan Wadas Gumantung di tahun 2017 yang lalu.

“Jembatan wadasgumantung di tahun 2017 sudah pernah ditangani perbaikanya, bahkan dengan menambah pondasi/abutmen menambah panjang jembatan tetapi kembali tergerus,” kata Ridho, Senin, (8/11) saat dihubungi melalui pesan Whatsapp.

Ridho mengungkap, ada sejumlah permasalahan yang menyebabkan hancurnya jembatan tersebut, diantaranya, adanya penambangan pasir dan batu ilegal disekitar jembatan tersebut.

“Penambangan masyarakat disekitar jembatan menyebabkan kerusakan. Sosialisasi dan pelarangan penambangan sudah dilakukan tetapi masyarakat kembali melakukan penambangan,” ungkapnya.

Ridho menyebut, dilokasi jembatan yang sudah hancur tak berbekas itu merupakan pertemuan dua sungai besar, yaitu Kali Glagah dan Kali Pedes. Sehingga, berdasarkan kesepakatan bersama dengan pihak desa dan masyarakat, lokasi jembatan akan dipindahkan.

“Rencana lokasi pemindahan jembatan merupakan lahan perhutani di Dukuh Satir. Sudah pernah dianggarkan 3 M, tetapi karena lokasi pemindahan (di dukuh satir) itu merupakan lahan perhutani maka perlu perjanjian kerjasama pinjam pakai lahan dengan pihak Perhutani,” jelasnya.

Pada tahun 2019, lanjut Ridho, untuk sementara dibangun jembatan darurat hingga menunggu proses pembangunan jembatan permanen. Namun, saat ini kondisinya kembali rusak.

Jembatan darurat yang dulu dibangun di sebelah utara Jembatan Wadas Gumantung yang hancur. Kondisi jembatan ini sudah miring. Warga Desa setempat juga pernah secara swadaya memperbaikinya.

“Saat ini, Pemda (Brebes) sedang berproses dengan pihak perhutani,
sedang menyusun peta tapal batas. Bahkan kemarin sudah dilakukan supervisi bersama terhadap rencana patok tapal batas (rencana lahan yang akan dipinjam oleh Pemda). Termasuk bersama dengan pihak desa dan kecamatan,” terangnya.

Kemudian, Imbuh Ridho, untuk penanganan kedaruratan pihak DPU Brebes segera berkoordinsi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes.

“Semoga proses pinjam lahan bisa segera selesai dan relokasi jembatan bisa segera diwujudkan,” harapnya.

Sementara itu, salah satu Anggota DPRD Brebes, Mustolah juga membenarkan, rusaknya jembatan di Dukuh Wadas Gumantung itu selain karena derasnya arus sungai dikala banjir, juga dikarenakan ulah nakal manusia yang merusak alam.

“Memang benar rusaknya jembatan disitu, karena berbagai faktor yang mempengaruhi, selain alam juga disebabkan adanya penambangan liar, baik pasir maupun batu disekitar aliran sungai di Desa Kutamendala,” tuturnya.

Mustollah mengingatkan, selama masih adanya penambang liar dilokasi tersebut, tanggul sungai akan terus mengalami longsor.

“Pemicu longsornya jembatan dikarenakan tergerusnya tanggul lantaran penambangan yang terjadi untuk mengambil batu dan pasir. Oleh karenanya, kami menghimbau kepada para penambang untuk tidak melakukan penambangan disekitar jembatan dan dimohon kesadaran bersama,” tegasnya.

Anggota DPRD Fraksi PKB ini berharap adanya kesadaran bersama. Menurutnya, bolehlah memanfaatkan, namun jangan didekat jembatan.

“Karena (hal yang demikian itu) akan merusak aset aset infrastruktur yang ada,” imbuhnya.

Pemkab Brebes berencana akan melakukan pembangunan jembatan baru melalui Dukuh Satir, dimana perencanaannya sudah dilakukan sejak tahun kemarin, yang kemungkinan juga akan melewati lahan milik perhutani.

‘Semoga pembangunan jembatan itu bisa segera terealisasi dengan harapan sama sama bisa menjaga aset aset kepentingan umum,’ tutupnya. (*/Gust)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here