Terkait Tambang Ilegal di Desa Kutamendala, Pemda Brebes Bisa Apa?

0

BREBES, Harianbrebes.com – Terhadap penambangan ilegal di sekitar lokasi bekas jembatan Wadasgumantung yang sekarang sudah hancur, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Brebes akan ambil tindakan. Bahkan, untuk membantu masyarakat dilokasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes juga akan mengecek lokasi tersebut.

Selain karena derasnya dua arus sungai yaitu Kali Pedes dan Kali Glagah, penambangan ilegal di Dukuh Wadasgumantung, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes itu juga disebut sebagai pemicu hancurnya jembatan tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Brebes, Djoko Gunawan mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangani penambangan ilegal di sekitar lokasi bekas jembatan tersebut.

“Pemkab Brebes akan segera berkordinasi dengan Satpol PP dan Pemerintah Kecamatan Tonjong untuk menindak penambangan tersebut,” kata Djoko saat ditemui Wartawan, Selasa (09/10) diruang kerjanya.

Selain disebabkan oleh penambangan itu, lanjutnya, juga karena memang curah hujan di Wilayah Kecamatan Tonjong cukup tinggi.

Dalam penindakan yang dimaksud itu, pihaknya akan melakukan negoisasi dengan warga Desa Kutamendala. Karena, menurutnya, banyak juga warga setempat yang melakukan penambangan.

“Kita akan negosiasi dengan masyarakat sekitar utamanya pada saat kritis seperti ini,” jelasnya.

Sekda menyebut, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes telah memaparkan progres kedepan untuk pembangunan jembatan dilokasi tersebut.

“Baru saja, dari DPU Brebes memaparkan kepada saya progres kedepan untuk pembangunan jembatan dilokasi tersebut,” ungkapnya.

Untuk membantu masyarakat dilokasi tersebut, terlebih dahulu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes akan mengecek lokasi tersebut. Jika memungkinkan akan dibuatkan jembatan darurat untuk memudahkan masyarakat setempat.

“Nanti BPBD Brebes yang akan mencarikan solusi untuk antisipasi dimusim penghujan ini. Apakah dengan jembatan darurat yang memang resikonya cukup tinggi, karena di Dukuh Wasasgumantung ini pertemuan dua arus (sungai) yang cukup deras. Atau juga dengan perahu, yang jelas bisa membantu masyarakat sekitar dalam beraktifitas,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Brebes, Supriyadi menambahkan, dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan pengecekan dilokasi tersebut. Hal ini dilakukan, untuk memastikan status penambangan ilegal tersebut. Jika dilakukan oleh perusahaan, maka pihaknya akan mengecek terkait perizinan dan memberikan sanksi tegas.

“Kami akan segera turun ke sana. Satpol PP di masing-masing kantor tanggung jawabnya ke camat. Jadi kami tidak bisa menginstruksikan mereka. Tapi prinsipnya kami  secepatnya cek lapangan,” tegasnya.

Kasatpol PP menjelaskan, sementara dari informasi yang didapat, lokasi penambangan pasir ilegal ini tidak terlalu jauh dari lokasi jembatan yang hancur tergerus arus sungai. Penambangan ilegal ini, juga yang mengakibatkan penggerusan pilar jembatan terjadi begitu cepat.

“Sulitnya, kalau yang melakukan penambangan itu masyarakat atau individu (perorangan). Apalagi, kalau jumlahnya banyak. Paling, kami hanya melakukan pembinaan terhadap mereka. Karena, mereka juga mencari rezeki di situ. Tapi, kalau bandel nanti tindakan pidana ringan (tipiring),” pungkasnya. (*/Gust)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here