Dari Modal Rp3 Juta, Kini Fredy Buka 5 Cabang Ayam Geprek

0

BREBES,- Salah satu kuliner yang berbahan baku ayam hingga kini memang tidak ada matinya. Setiap orang pasti suka dengan penganan yang satu ini.

Kuliner ayam goreng tepung yang dikeprek, atau lebih dikenal ayam geprek ini memang membuat lidah yang menguyah jadi ketagihan.

Kuliner dengan bahan baku potongan ayam bertabur tepung yang dilumuri dengan sambal pedas bercampur minyak ini sudah tersebar dari mulai rumah makan, hingga pedagang kaki lima yang mangkal di pinggir jalan.

Salah satunya, ayam geprek kaki lima yang mangkal di Jalan Ronggowarsito, Desa Pebatan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes. Disini, harga yang ditawarkan untuk sepotong ayam geprek sangat terjangkau. Hanya Rp7000 untuk satu potong ayam geprek.

Salah satu pembeli, Mey (24) mengatakan, awalnya dirinya melihat orang jualan ayam geprek yang begitu rame pembeli. Kemudian, ia sengaja membeli satu potong ayam, untuk tahu rasanya.

“Ternyata, rasannya lumayan enak. Jadi, aku tak sungkan bertanya-tanya ke si penjual geprek. Eh, si penjual itu mengatakan usaha ayam gepreknya milik ibu Sariah,” katanya.

Saat ditemui, Sariah mengaku, usaha ayam geprek itu sebenarnya milik salah satu anaknya yang bernama Fredy. “Oh, itu milik anak saya,” ungkap Sariah sambil menunjuk ke arah Fredy Yanto (25).

Sambil tersenyum ramah, Fredy pun mengisahkan, awalnya usaha itu ditekuni dari modal hanya Rp 3 juta dan beruntung buka usaha omset seharinya mencapai Rp 300 ribu.

“Alhamdulillah. Saat itu, baru pertama buka dapat uang 300ribu. Kemudian di hari ke 2 dan ke 3 sampai berikutnya nambah omsetnya,” tuturnya.

Fredy menyebut, sebelum jualan ayam geprek itu, dirinya juga sempat usaha dengan modal hampir Rp20 juta, bahkan sampai modalnya tinggal sisa Rp3 juta. Dan dengan modal pas-pasan itulah Fredy memulai usahanya kembali. Mulai dari, ditawarkan gerobak yang hingga kini dijadikan alat untuk menjemput rezekinya.

“Mungkin, dulu saya belum ketemu jalannya. Jadi, sampai sedih, bahkan bingung uang tinggal Rp3 juta. Usaha yang di Desa Sitanggal sampai tutup. Beruntung, kakak-kakak aku selalu menyemangatin aku sampai menawarkan gerobak untuk buka usaha di depan rumah,” lanjutnya.

Saat itu, imbuhnya, ia pun mengaku nekat dengan modal hanya Rp3 juta itu buka usaha di depan rumah.

“Uang Rp3 juta itu buat benerin grobag dan beli peratalan lainnya. Setelah, sudah komplit semua, beberapa harinya baru buka,” jelasnya.

Seperti pepatah bilang, usaha tak pernah mengkhianati hasil. Setelah menekuni apa yang sedang digelutinya, Fredy berhasil membuka 5 cabang ayam geprek yang diberi nama Kabita Friedchicken (Ka’Fc) di Kabupaten Brebes.

“Intinya, jangan pernah menyerah tetap semangat dan berusaha selagi kita masih bisa,” pungkasnya. (Gust)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here