Terungkap! Motif Ayah di Tegal Tega Cabuli Anak Kandungnya Berulang Kali

0

KOTA TEGAL, Harianbrebes.com – Motif ayah tega cabuli anak kandungnya sendiri di Kota Tegal, Jawa Tengah terungkap. Sang ayah mengakui perbuatan biadabnya itu dihadapan polisi.

Peristiwa pencabulan yang dilakukan sang ayah itu terakhir pada tanggal 24 Oktober 2021 lalu. Saat itu pelaku berpura pura memandikan korban. Ketika korban dalam bugil, timbul nafsu untuk menyetubuhinya. Pelaku sempat mengancam korban demi melancarkan perbuatan bejatnya.

Perbuatan tersangka terbongkar oleh istrinya sendiri pada tanggal 28 Oktober 2021. Saat itu sang istri tak sengaja mendengar percakapan pelaku dengan korban. Curiga dengan percakapan tersebut, kemudian sang ibu menanyakan kepada korban.

Selanjutnya, sang ayah, Mujiono (34), warga Kelurahan Tunon Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal pada Senin (15/11) siang digelandang jajaran Sat Reskrim Polres Tegal Kota.

Dihadapan polisi, Mujiono mengakui perbuatan biadabnya terhadap darah dagingnya sendiri yang masih duduk di bangku kelas empat sekolah dasar.

Mujiono juga menyebut alasannya sampai tega menyetubuhi anak kandungnya yang berinisial S, yang masih dibawah umur.

Tersangka mengakui perbutan tersebut dilakukan karena tak puas dengan sang istri. Tak hanya itu, tersangka juga mengaku kerap menonton video porno.

“Saya sering menonton film porno jadi timbul nafsu. Awalnya saya memandikan anak saya kemudian saya khilaf,” katanya.

Perbuatan biadab tersangka terhadap korban yang merupakan anak kandungnya sendiri itu dilakukan hingga berulang kali.

“Korban baru mau menceritakan peristiwa pilu yang menimpa dirinya setelah ayahnya pergi. Dari pengakuannya korban, ia sudah disetubuhi oleh sang ayah hingga lima kali,” kata Kapolres Tegal Kota, AKBP Rahmad Hidayat.

Kapolres menyebut, korban baru mengaku telah dicabuli ayah kandungnya lantaran selama ini mendapatkan ancaman dari pelaku. Korban akan dibunuh pelaku jika menceritakan kejadian yang dialaminya, kepada seseorang.

“Setelah korban tanpa busana, kemudian pelaku atau tersangka ini melakukan aksinya dengan diberikan ancaman akan dibunuh, apabila si korban ini melaporkan,” tandasnya.

Polisi mengamankan barang bukti berupa pakaian dalam korban. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 ayat 1 sub ayat 2 Perpu Nomer 1 Tahun 2016 Jo Undang Undang Nomor 17 tahun 2016 Jo Pasal 76D Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Ancaman hukuman bagi orang yang sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain, dipidana dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara. (*/Gust)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here