Jalan Menuju TPA Kaliwlingi Rusak Parah, Petugas Keluhkan Tumpukan Sampah

0

BREBES, Harianbrebes.com- Semenjak dua tahun terakhir permasalahan sampah di Kabupaten Brebes menjadi momok yang menakutkan, jika tidak terkendali sebagaimana mestinya. Pasalnya, meski sudah ada tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) di Desa Kaliwlingi, Kecamatan / Kabupaten Brebes namun akses jalannya sulit dan tertutup tumpukan sampah.

Bahkan, tumpukan sampah yang memenuhi akses jalan zona aktif menuju TPA Kaliwlingi itu dikeluhkan puluhan petugas pengangkut sampah terutama mereka yang menggunakan kendaraan roda tiga atau tosa.

Wakil Ketua Paguyuban Pengangkut Sampah Armada Roda Tiga, Tohir saat ditemui wartawan, Minggu (28/11) mengatakan, saat ini para pengangkut sampah yang menggunakan kendaraan roda tiga kesulitan untuk membuang sampah warga ke TPA Kaliwlingi karena di depan pintu masuk hampir tertutup sampah yang menggunung.

“Kami kesulitan untuk buang sampah di TPA itu, karena dijalan menuju TPA itu tumpukan sampahnya sudah meninggi. Pintu masuk yang dulu sudah tertutup sampah, sehingga kami jalur timur dan harus mengantri hingga 4 jam di sana,” ujarnya.

Padahal, lanjut Tohir, kondisi di dalam TPA Kaliwlingi masih sangat bisa untuk menampung sampah. Persoalannya, alat berat yang digunakan untuk mendorong sampah itu kekurangan bahan bakar.

“Alat berat di sana itu kan kekurangan solar, jadi baru sekitar satu jam saja sudah berhenti,” tuturnya.

Untuk itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten Brebes bisa memberikan solusi. Sehingga alat berat yang ada bisa mendorong seluruh sampah yang menutupi akses jalan di TPA tersebut.

“Persoalan ini sudah lama kira kira 2 tahunan, kami berharap dengan Kepala DLHPS Brebes yang baru, bisa menyelesaikan persoalan sampah  yang menumpuk itu bisa didorong masuk ke dalam area TPA dengan menggunakan alat berat,” ucapnya.

Disisi lain, seorang petugas pengangkut sampah, Idris (30) yang biasa mengangkut sampah di Desa Pebatan, Kecamatan Wanasari, juga mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya, tumpukan sampah yang memenuhi akses jalan zona aktif menuju TPA tersebut sudah meluber hingga ke depan pintu gerbang.

Poto; Petugas pengangkut sampah yang menggunakan kendaraan roda tiga, Idris (30).

“Lebih susahnya kalau musim hujan. Karena kendaraan kami sering terpater, bahkan ada yang sampai terguling akibat akses jalan tersebut. Kondisi jalannya rusak parah, genangan air ada di sepanjang jalan itu, lubangnya kan dalam, ditambah tumpukan sampah yang menggunung. Jadi sering ada tosa dengan muatan sampah yang terguling,” ungkapnya.

Idris menyebut, sedikitnya ada 75 kendaraan roda tiga yang khusus mengangkut sampah warga dan dibuang ke TPA Kaliwlingi.

Selain itu, Idris mengungkap, untuk satu kendaraan roda tiga yang membuang sampah di TPA itu harus membayar Rp 50 ribu perbulan kepada seorang petugas yang ada di TPA tersebut. Sedangkan, menurutnya, untuk menambal jalan yang berlubang itu petugas-petugas pengangkut sampah sampai iuran.

“Sebulan bayar Rp 50 ribu ke salah satu petugas di TPA itu. Karena prihatin dengan jalan rusak itu, kami sampai menyisihkan uang. Kami iuran untuk membeli sirtu (pasir batu). Kemudian, kami harus gotong royong meratakan sirtu untuk menutupi lubang-lubang di jalan tersebut,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Kabupaten Brebes La Ode Vindar Aris Nugroho, menjelaskan, pihaknya akan mengatasi persoalan sampah di TPA Kaliwlingi sesuai dengan kemampuan. Bahkan, akan memaksimalkan anggaran yang ada di tahun ini untuk mengatasi persoalan sampah di TPA Kaliwlingi.

“Kami memahami keluhan petugas pengangkut sampah khususnya yang menggunakan kendaraan roda tiga. Kami akan mulai menata itu dengan memaksimalkan anggaran yang ada saat ini,” jelasnya saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.

Apabila persoalan ini belum selesai dengan anggaran yang ada, maka pihaknya akan melanjutkan dengan meminta tambahan anggaran di tahun depan. Menurut La Ode, anggaran yang ada di DLHPS Brebes terbatas sehingga persoalan sampah akan diatasi secara bertahap.

“Kita akan laksanakan sesuai dengan dengan kemampuan kita saat ini, kemudian nanti apabila kurang bisa ditangani dengan maksimal ya kita akan ajukan tambahan anggaran pada APBD perubahan 2022. Sementara ini, kita tangani persoalan sampah di Kabupaten Brebes dengan maksimal sesuai dengan kemampuan anggaran saat ini,” pungkasnya. (Gust)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here