Sering Dilanda Banjir Rob, Warga Tuding Banyak Pejabat Brebes Tidur Nyenyak

1

BREBES, Harianbrebes.com – Desa Randusanga Kulon dan Randusanga Wetan, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes sudah dikenal sebagai desa langganan banjir rob.

Saat air laut pasang, sebagian rumah-rumah warga di dua desa itu tidak pernah absen digenangi banjir, bahkan meluap ke jalan kabupaten dan mengganggu aktivitas warga hingga anak-anak sekolah.

Banjir rob di dua desa tersebut seakan menjadi sebuah fenomena alam yang terjadi di setiap tahunnya. Bahkan, banjir rob yang lebih parah dari sebelumnya menjadi momok yang mengerikan, jika tidak ada penanganan yang serius dari pemerintah.

Baca Juga: Dua Desa di Brebes Terendam Banjir Rob, 800 Orang Terdampak

Tidak hanya sibuk dengan aktivitas berkemas saat banjir datang, namun setiap banjir mulai surut juga warga yang terdampak harus membersihkan rumah dan lingkungan mereka masing-masing dari lumpur dan sampah yang terbawa oleh rob.

Salah seorang warga Desa Randusanga Kulon, Slamet Maryoko mengaku terdampak banjir rob setiap tahunnya. Menurutnya, air rob yang biasanya memasuki rumah dan sejumlah ruas jalan desa itu mulai terjadi jelang musim penghujan. Air masuk sekitar pukul 04.00 WIB hingga menggenangi sebagian Desa Randusanga Kulon dan Desa Randusanga Wetan.

“Air pasang laut biasanya terjadi sekitar jam 4 pagi mulai menggenangi perumahan warga hingga jalan kabupaten. Banjir rob juga merusak tambak-tambak milik warga di dua desa,” katanya saat ditemui, Selasa (30/11) kemarin.

Baca Juga: Dampak Abrasi, 3000 Hektar Tambak di Brebes Hilang

Slamet Maryoko yang akrab disapa Jarot membeberkan, kebanyakan pejabat di Brebes tidak pernah mengunjungi warganya yang terdampak banjir rob. Bahkan saking geramnya, ia sampai mengunggah postingan di akun Facebook miliknya.

“Kebanyakan pejabat Brebes, disaat rakyat butuh bantuan seperti ini, mereka malah tidur nyenyak. Tidak mau datang mengunjungi, tapi giliran butuh suara pada datang sendiri. Dimana kepedulian mereka terhadap warga yang terdampak rob, tunjukan pada kami?,” ungkapnya.

Slamet Maryoko yang juga mantan Kepala Desa Randusanga Kulon ini, menambahkan, hanya sedikit dari mereka yang sering mengunjungi warga yang terdampak rob di Desa Randusanga Kulon dan Desa Randusanga Wetan.

“Salah satunya, anggota DPRD Brebes, Mas Nizwar ini,” ucapnya.

Jarot berharap pemerintah mengambil sikap untuk mengatasi banjir akibat gelombang pasang air laut. Ia mengaku sudah lelah dengan adanya bencana itu.

“Kami meminta ada solusi untuk mengatasi rob, salah satunya dengan membangun pemecah ombak di pesisir pantai. Kami juga minta kepedulian pemerintah untuk bisa memberikan solusi bagi warga terdampak rob. Setidaknya, bisa mendirikan dapur umum ditempat yang lebih tinggi. Karena, setiap banjir rob, warga disini kesulitan memasak akibat dapur rumahnya tergenang air rob,” pungkasnya. (Gust).

1 KOMENTAR

  1. Ntr Dateng ny saat mau pemilu butuh suara rakyat,,,,,,wkwkwkwk saat ini mikirin proyek biar ada masuk kantong,,,,study banding buang dana segitu banyak nya cuma jalan” aja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here