26.4 C
Brebes, Indonesia
Rabu, April 8, 2020

Dandim Himbau Warga Brebes Yang Masih Luar Daerah Untuk Putus Mata Rantai Covid-19

Brebes, Harianbrebes.com,- Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Infanteri Faisal Amri, SE melalui video singkat di media sosial berdurasi 1 menit 17 detik menghimbau kepada seluruh warga Kabupaten Brebes terutama yang masih berada di perantauan untuk tidak melaksanakan mudik ataupun perjalanan jauh kemanapun. Selasa (07/04).

“Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona (covid-19), dan perlu diketahui bersama bahwa virus corona (covid-19) ini tidak bisa dilihat dengan kasat mata dan orang yang sudah terjangkitpun, tidak langsung merasakan sakit, oleh karena itu untuk mengantisipasi agar tidak menularkan atau tertular, lebih baik dirumah saja,” kata Letkol Faisal.

Dandim juga menghimbau kepada masyarakat Brebes untuk melaksanakan pola hidup sehat, tidak berkerumun, serta jaga jarak, sering cuci tangan dengan sabun, olah raga teratur dan selalu berdo’a kepada Allah SWT.

“Agar kita semua terhindar dari wabah virus corona (covid-19),” tambahnya.

Diakhir imbauannya, Dandim menyerukan kalimat “Enyong Sehat, Rikane Sehat, Sedulur Kabeh Pada Sehat” (Saya Sehat, Kamu Sehat, Saudara Semua Sehat). Brebes Sehat, Indonesia Kuat. (Utsm/Gust).

Melalui Program RTLH TMMD Sengkuyung, Kodim Brebes Rehab Rumah Sutiyah

Brebes, Harianbrebes.com,- Rehap Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) adalah salah satu kegiatan dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2020 Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Kodam IV Diponegoro. Yang berada di Desa Linggapura, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Pasiter Kodim 0713 Brebes Kapten Arhanud Nediono yang mendapatkan tugas dari Dandim Letkol Infanteri Faisal Amri, SE sebagai koordinator TMMD Sengkuyung ini, mengatakan, warga kurang mampu yang mendapatkan bantuan rehab sebanyak 5 rumah yang akan direhap dalam program TMMD tahun anggaran 2020 Kodim 0713 Brebes, diantaranya rumah Ibu Tuminah, Ibu Saini, Bapak Muhtadi, Ibu Umi Kulsum dan Ibu Sutiyah.

“Salah satu rumah warga yang mendapatkan bantuan RTLH adalah rumah Sutiah seorang janda dari Dukuh Balaikambang RT. 01 RW.08 Desa Linggapura, hingga hari ke-10 menjelang penutupan TMMD ini di bantu TNI dan warga sudah mulai kelihatan hasil perehaban rumahnya,” katanya, Senin (06/04).

Sementara, Sutiah yang mendapatkan bantuan program RTLH tersebut mengatakan, senang sekali bapak tentara akan memperbaiki rumahnya, sehingga nanti tidak kena hujan dan kepanasan lagi dan kami sekeluarga bisa tidur nyenyak layaknya warga lain.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada bapak tentara yang memilih rumah saya menjadi program RTLH saya sudah lama menginginkan Rumah Layak Huni (RLH),” ucapnya. (Utsm/Gust).

Ketua PAC Pemuda Pancasila Brebes; Dalam Situasi Seperti Ini, Kita Ikut Peduli

Brebes, Harianbrebes.com,- Wabah Covid-19 yang sudah menjadi pandemi, memukul banyak sendi kehidupan masyarakat. Oleh karenanya, segenap anak bangsa bersatu, saling mendukung, saling menguatkan, tepiskan perbedaan.

Demikian seperti halnya yang disampaikan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Brebes, Mohammad Nizwar Alfisyahrin saat ditemui Harianbrebes.com, disela-sela kegiatan penyemprotan disinfektan di Blok Kauman Pulo, Kelurahan Brebes, Kabupaten Brebes.

“Kita semua diuji dalam situasi seperti ini, ada baiknya kita ikut peduli. Coba lihat kondisi sesama, di sekitar kita saat ini. Banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, terutama yang membutuhkan pertolongan,” kata Nizwar.

Aksi kepedulian yang digawangi pengurus PAC Pemuda Pancasila Brebes, menurutnya, juga dilakukan dengan cara mengedukasi warga agar mematuhi himbauan dari pemerintah yang berlaku selama masa pandemi virus corona.

“Seperti menjaga jarak (physical distancing), rajin mencuci tangan, mengenakan masker, dan tata cara lain yang berguna untuk menjauhkan diri dari risiko terpapar virus corona atau menularkan virus kepada orang lain,” lanjutnya.

Sementara itu, Dankoti PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Brebes, Sidik Pamungkas mengatakan, selain penyemprotan disinfektan, sebelumnya Pengurus PAC Pemuda Pancasila Brebes juga sudah membagikan ribuan masker kain dan seratus sembako untuk pedagang kecil. Sidik berharap dengan membagikan masker kain, warga Brebes tidak ikut-ikutan berebut masker bedah yang saat ini mulai langka dan harganya naik puluhan kali lipat.

“Dalam situasi seperti ini, cukup kita pakai masker kain, namun tetap jaga jarak. Kita tidak usah ikut-ikutan berebut masker bedah. Biarlah masker bedah untuk para tenaga medis saja, sementara kita cukup menggunakan masker Home Made yang dari kain,” pungkasnya.

Persediaan Darah di PMI Sangat Minim, Kodim Brebes Gelar Donor Darah

Brebes, Harian Brebes.com,- Kodim 0713 Brebes bekerjasama dengan PMI Brebes menggelar donor darah dalam rangka membantu PMI dalam mengatasi minimnya persediaan darah selama penanganan musibah Covid-19 bertempat di Aula Jenderal Soedirman nomor 107 Brebes. Sabtu, (04/04) kemarin.

Kegiatan donor darah yang dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Infanteri Faisal Amri, SE ini dihadiri oleh para pendonor yang terdiri dari jajaran TNI dari 17 jajaran Koramil yang ada di wilayah Kabupaten Brebes.

Dandim Letkol Infanteri Faisal Amri, SE mengatakan, Donor darah ini adalah untuk melaksanakan perintah dari Komando Atas yang mana menyikapi kesiapsiagaan dalam rangka membantu PMI dalam mengatasi minimnya persediaan darah selama penanganan musibah Covid-19 khususnya di wilayah Brebes.

Dandim juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pendonor yang mana dengan ikhlas dan secara sukarela mau memberikan sumbangsih darahnya kepada yang membutuhkan karena setetes darah yang kita berikan sangatlah berarti bagi mereka yang membutuhkan sekaligus sebagai upaya untuk menanamkan sikap peduli kepada sesama.

Menurut keterangan dari pihak PMI Brebes mengucapkan terima kasih kepada Kodim 0713 Brebes yang telah memberikan donor darahnya kepada PMI Brebes dalam upaya kesiapsiagaan persediaan darah dalam mengatasi minimnya persediaan darah selama penanganan musibah Covid-19 khususnya di wilayah Brebes.

Bahwasannya manfaat donor darah bukan hanya pada penerima donor darah saja tetapi pendonor juga memiliki banyak manfaat antara lain untuk menurunkan berat badan, melindungi jantung, meningkatkan sel darah merah, mencegah stroke, meningkatkan kesehatan psikologis, memperbarui sel darah baru, mencegah resiko terkena penyakit langka, menurunkan resiko kanker, meningkatkan produksi darah, pikiran menjadi lebih stabil dan menurunkan kolesterol.

Donor darah akan digelar selama 2 hari dengan melibatkan seluruh jajaran TNI Kodim 0173 Brebes, untuk berpartisipasi dalam mendonorkan darahnya. (Utsm/Gust).

Aksi Kepedulian, PAC Pemuda Pancasila Brebes Bagikan Sembako Dan Masker

Brebes, Harianbrebes.com,- Stay At Home atau tetap tinggal dirumah yang dihimbau pemerintah guna memutus mata rantai penyebaran corona, secara tidak langsung memengaruhi perekonomian khususnya masyarakat berpenghasilan rendah . Terkait hal tersebut, Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Brebes menggelar Aksi Kepedulian dengan melakukan pembagian seratus paket sembako, serta masker kepada para pedagang kecil yang mangkal disekitar RW 10 Pasar Batang Brebes.

Pedagang Aci Gulung, Siswanto (41) mengaku sangat berterima kasih atas pemberian sembako dan masker dari PAC Pemuda Pancasila Brebes. Dirinya juga mengeluhkan terkait dampak Pandemi virus Covid 19 yang berpengaruh pada penghasilannya sehari-hari.

“Penghasilan menurun drastis, ada dampaknya, ya dampak virus Corona ini. Untuk Aksi peduli PAC Brebes ini menurut saya bermanfaat sekali. Alhamdulillah, dapat sembako ini,” katanya, Sabtu, (4/4).

Sementara itu, Ketua PAC Pemuda Pancasila mengatakan pembagian masker dan sembako ini dilakukan karena meski sudah ada himbauan untuk tidak keluar rumah Stay At Home), namun masih ada masyarakat yang terpaksa bekerja diluar rumah. Untuk itu, PAC Pemuda Pancasila Brebes melakukan aksi kepedulian ini.

“Aksi PAC Pemuda Pancasila Peduli Pandemi Virus Corona kali ini dilakukan dengan membagikan seratus sembako dan seribu masker serta penyemprotan disinfektan di RW 10 Pasar Batang Brebes. SELAIN itu, kami juga mengedukasi warga yang belum mengerti soal bahaya virus Corona. Dan menghimbau, bagi perantau yang saat ini sudah pulang ke kampung halaman di Brebes, untuk tetap tinggal di rumah selama 14 hari,” ungkap Nizwar.

Pria yang juga merupakan anggota DPRD Brebes menjelaskan per 3 April 2020 kemarin, sudah 45.889 pemudik yang kembali ke kampung halamannya di Kabupaten Brebes. Kebanyakan mereka berasal dari daerah yang sudah terpapar virus Covid-19.

“Oleh karenanya, Aksi Kepedulian PAC Pemuda Pancasila Brebes ini sebagai langkah antisipasi penularan wabah Corona. Dan aksi ini, kami lakukan atas dasar kepedulian dan keprihatinan terhadap warga Brebes,” lanjutnya.

Covid-19 itu, menurutnya bisa menjangkiti orang lain dengan melalui droplets atau percikan ludah.  Oleh karena itu, penting sekali untuk menghindari berkumpul atau berdekatan dengan orang lain di sekitar kita, dan pentingnya menggunakan masker ketika berinteraksi dengan orang lain.

“Dengan keluar dari rumah, berarti orang tersebut sudah memberanikan diri berada di garis depan, untuk itu mereka sangat membutuhkan masker. Itupun setelah kita mengedukasi bagaimana cara virus corona  masuk ke dalam tubuh, yaitu melalui droplets atau percikan ludah,” pungkasnya. (Gust)

Koramil Songgom, Desa Wanatawang dan Wanacala Lakukan Karya Bhakti Padat Karya

Brebes, Harianbrebes.com, Anggota Koramil 17 Songgom, Kodim 0713 Brebes bersama Tiga Pilar Desa Wanacala dan Wanatawang, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, melaksanakan Karya Bakti bersama-sama masyarakat bergotong royong membersihkan jalan sepanjang jalan desa yang menggunakan padat karya. Sabtu, (04/04/2020).

Kepala Desa Wanatawang Sugeng dan Babinsa Sertu Sudarto, Kepala Desa Wanacala Teguh dan Koptu Riswandi serta seluruh kedua perangkat desa dibantu guyub dengan masyarakat kedua desa tersebut melaksanakan dengan penuh semangat.

Sementara ditempat berbeda, Kapten Inf Sutarno selaku Danramil Songgom mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan padat karya yang melibatkan dua desa, antara desa Wanatawang dan desa Wanacala.

“Karya bakti ini melaksanakan pembersihan jalur jalan antara kedua desa yang mana terdapat rumput serta tanaman liar yang menutupi pembatas jalan. Dengan kegiatan ini, masyarakat merasa terbantu dan berterima kasih kepada tiga pilar,” tutur Danramil.

Kegiatan Gotong royong merupakan warisan dari nenek moyang bangsa Indonesia sejak dulu, oleh karena itu kita tanamkan sejak dini ke generasi muda saat ini, apabila tidak kita tanamkan sejak dini maka warisan gotong royong akan tetap terjaga.(Utsm/Gust)

Polisi Gelar Rekontruksi Pembunuhan Arista, Dua Tersangka Masih Buron

Brebes, Harianbrebes.com,- Anggota Satreskrim Polres Brebes menggelar rekontruksi kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Kemurang Wetan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes. Dua dari empat tersangka masih diburu polisi.

“Sampai dengan ini kita masih memburu dua pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan,”ujar Kasatreskrim Polres Brebes AKP Agung Tri Suryomicho, Jumat (3/4) usai melakukan rekontruksi kasus penbunuhan.

Agung mengaku, dalam kasus pembunuhan itu terdapat empat tersangka. Dua pelaku diantaranya sudah ditangkap dan dijebloskan di ruang tahanan Mapolres Brebes. Dua tersangka tersebut diantaranya Taufik Nurhidayat dan Riki Maulana. Sedang dua lainnya yakni Somari dan Suhanto hingga saat ini masih buron.

Dalam rekontruksi yang dilangsungkan di TKP pengganti rumah dinas Satlantas Polres setempat terungkap kalau korban Arista Irfan Wijaya, warga Desa Kemurang Kulon RT 3 R W 1 tewas setelah ditikam menggunakan belati dibagian kepala. Selain itu korban juga dipukul dengan menggunakan pecahan cobek (layah) dibagian kepala dan kaki korban.

Kejadian yang terjadi pada Jumat, 14 Februari 2020 lalu itu juga disaksikan langsung oleh istri korban Siti Rokhaeni. Kasatreskrim menyebut, hasil rekontruksi yang terdiri dari 14 adegan itu akan digunakan untuk melengkapi berkas pemeriksaan untuk memudian langsung dikirim ke Kejaksaan Negeri Brebes. Dan atas tindakannya itu, tersangka terancam hukuman kurungan 10 tahun penjaran. (harviyanto)

REKONTRUKSI – Dua tersangka kasus pembunuhan terhadap Arista Irfan Wijaya, warga Desa Kemurang Kulon menjalani rekontruksi di TKP pengganti, Jumat (3/4)

Kasi Pidum Kajari Brebes

Aksi PAC Pemuda Pancasila Brebes Peduli, Nizwar Bagikan Ribuan Masker Untuk Warga

Brebes, Harianbrebes.com,- Warga di RW 2 Kelurahan Pasarbatang, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes dikejutkan dengan kedatangan Mohammad Nizwar Alfisyahrin yang merupakan anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Brebes.

Mereka sempat heboh setelah mengetahui kedatangan pria yang juga merupakan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Brebes bersama belasan Pengurus PAC Pemuda Pancasila Brebes lainnya itu untuk membagikan masker.

Warga setempat, Ana Peni mengaku dirinya bersama warga lainnya baru kali ini menerima pembagian masker secara cuma-cuma di tengah wabah virus corona yang mengancam warga.

Ana Peni juga menyampaikan terimakasih atas kepedulian Nizwar yang sudah membagikan masker dan melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan. Apalagi saat ini harga masker jauh lebih mahal dari biasanya.

“Saya bersama masyarakat di sini sangat berterima kasih dengan pemberikan masker dari Mas Nizwar. Ini masker sangat bermanfaat buat kita karena untuk mencegah penyebaran virus Corona,” kata Ana Peni, Jum’at, (3/4).

Diapun berharap adanya kegiatan itu bisa mencegah munculnya wabah corona di lingkungan tempat tinggalnya.

Sementara, saat ditemui disela-sela kegiatan, Nizwar mengaku dalam kegiatan tersebut, dirinya sudah membagikan masker sebanyak 500 buah dan melakukan penyemprotan dengan menggunakan 3 alat penyemprot. Karena, menurutnya, kegiatan serupa juga akan dilakukan untuk dua hari mendatang dengan tempat yang berbeda.

“Ada 500 masker yang dibagikan untuk hari ini, besok ada lagi dikauman sampai Minggu. Tujuannya agar warga terhindar dari wabah virus covid-19,” ucap Nizwar.

Tak hanya itu, Nizwar yang juga didampingi Komandan Koti PAC Pemuda Pancasila Brebes, Sidik Pamungkas juga membagikan stiker berisi himbauan untuk ditempelkan di rumah-rumah warga, sekaligus sosialisasi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya penularan covid 19, namun begitu warga diminfa untuk tidak panik. 

Dirinya berharap warga bisa mengikuti himbauan pemerintah agar tidak terdampak penyebaran virus corona. Salah satunya dengan menggunakan masker dan selalu cuci tangan dengan sabun setelah beraktifitas. (*/Gust)

Bersama Pendamping PKH, Haryanto Bagikan Ribuan Masker Dan Hand Sanitizer

Brebes, Harianbrebes.com,- Sebagai upaya antisipasi wabah virus corona atau covid-19, sejumlah pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan tokoh masyarakat di Kecamatan Bulakamba dan Kecamatan Losari Kabupaten Brebes melakukan aksi kepedulian dengan membagikan alat pelindung diri (APD) diantaranya, ribuan masker, ribuan botol berisi hand sanitizer hingga mengedukasi langsung ke masyarakat terkait pandemi corona.

Aksi itu serentak dilakukan dengan cara dor to dor atau blusukan ke rumah warga. Sasaran utamanya adalah warga miskin yang termasuk dalam keluarga penerima manfaat (KPM).

Meski hingga kini di Kabupaten Brebes ini pasien positif Covid 19 terbilang nihil, namun berdasarkan data dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes jumlah perantau yang mudik sebanyak 42 ribu lebih termasuk yang dari dari daerah yang terkonfirmasi positif Covid-19. Apalagi, mereka tersebar di ratusan desa di 17 kecamatan di Kabupaten Brebes.

“Apalagi saat ini seperti masker dan handsanitizer jumlahnya terbatas dan harganya cukup mahal. Bantuan APD ini kita berikan kepada warga masyarakat yang membutuhkan. Dan ini kami berikan gratis ke warga juga semua KPM program PKH. Untuk handsanitizer, kalau habis nanti bisa diisi ulang kita berikan lewat pendamping PKH masing-masing,” kata seorang pendamping PKH di Desa Pekauman, Moh Iqbal, Kamis, (2/4).

Di Desa Pekauman, kata dia, ratusan perantau sudah mudik dan kembali ke rumah masing-masing. Sehingga upaya dilakukan turun langsung ke lapangan bersama tim satgas penanganan Covid-19 dan pihak aparat desa setempat untuk melakukan screening.

“Alhamdullilah warga perantau yang datang sudah dicek kondisi kesehatanya sehat. Meski demikian, masih kita dipantau bersama,” katanya.

Selain itu, Armoured Water Canon (AWC) yang mampu menampung cairan disinfektan sekitar 6.000 liter milik Polres Brebes juga dikerahkan untuk menyemprot di wilayah Kecamatan Bulakamba termasuk lapak-lapak bawang, pasar dan ruas jalan desa-desa disepanjang Desa Luwungragi hingga Banjaratma.

“Puluhan ribu perantau dari Jakarta sekitarnya sudah tiba di Brebes. Sebagai upaya pencegahan wabah covid-19 ini, kita harus melakukan pencegahan bersama-sama. Termasuk penyemprotan disenfektan dengan AWC ini,” ucap Tokoh Masyarakat Kecamatan Bulakamba, Haryanto.

Yang terpenting, menurutnya, perlu dilakukan dalam antisipasi wabah covid-19 sehingga tidak hanya bertumpu pada Pemerintah. Oleh karenanya, pihaknya mengajak masyarakat untuk turut serta membantu sesama.

“Ayo kita bersama peduli dengan kondisi sekarang, dengan saling bahu membahu membantu warga sekitar kita yang membutuhkan. Karena wabah covid-19 harus dicegah bersama-sama,” kata pria yang juga anggota fraksi PKB DPRD Brebes.

Tak hanya itu, Haryanto juga menghimbau kepada masyarakat yang perantau yang datang dari wikayah zona merah covid-19 khususnya, agar berkenan mengisolasi diri masing-masing didalam rumah.

“Saya minta kepada yang baru pulang dari perantauan untuk lebih baik dirumah dulu, isolasi diri paling tidak 14 hari. Boleh keluar rumah, asal ada kepentingan yang lebih mendesak. Kita semua tahu, wabah covid-19 ini penularanya begitu cepat dan terjadi di seluruh dunia,” pungkasnya. (Gust)

Cegah Corona, GP Ansor Donasikan Sabun Cuci Tangan

Brebes, Harianbrebes.Com,- Wabah pandemi Corona Covid-19 di Indonesia ini semakin merebak luas di tengah masyarakat. Berdasarkan data dari covid19.go.id, Situasi virus corona (COVID-19) per 31 Maret 2020 Pukul 15.32 WIB Indonesia pasien Positif berjumlah 1.528, Pasien Sembuh ada 81 dan yang Meninggal 136. Sedangkan pantauan di Kabupaten Brebes saat ini melalui situs corona.brebeskab.go.id, hingga saat ini belum ada pasien yang positif, namun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meningkat hingga ada 22 orang, dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 793 orang.

Melihat perkembangan jumlah data kasus Corona semakin meningkat, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Wangandalem, Kecamatan Brebes turut prihatin.

“Kami sangat prihatin terhadap kasus Corona yang semakin meningkat drastis. Di lain sisi, di desa Wangandalem, masih perlu adanya kesadaran untuk mencegah persebaran virus Corona, dengan rutin mencuci tangan dengan sabun, misalnya, ” ujar Ketua GP Ansor Desa Wangandalem, Aris Sepudin. Rabu, (1/04).

GP Ansor Wangandalem membagikan sabun cuci tangan ke seluruh Masjid dan Musholla yang ada di desa Wangandalem.

“Kenapa Masjid dan Musholla? Karena setiap waktu sholat, orang-orang akan pergi ke Masjid dan Musholla untuk menunaikan ibadah sholat rawatib. Ini penting sebagai upaya memutus rantai persebaran virus Corona,” jelas Sepudin.

GP Ansor Wangandalem mulai mengawali program donasi sabun cuci tangan ini pada hari ini, Selasa (31/03) di Masjid Jami’ Uswatun Hasanah.

“Malam ini, kami awali di Masjid Jami’ Uswatun Hasanah. Kebetulan GP Ansor mendapatkan undangan rapat pertemuan rutin di Masjid Jami’ Uswatun Hasanah, menjadi momen yang tepat untuk kami menyerahkan donasi sabun ini kepada pengurus masjid. Kami mewakili Ketua Ranting untuk menyerahkan ini,” ungkap Kepala Satkorkel Banser Wangandalem, Yusuf Jazuli.

Lebih lanjut Yusuf menjelaskan, program donasi sabun cuci tangan ini merupakan inisiatif pengurus GP Ansor setelah sebelumnya bersama Pemdes Wangandalem melaksanakan penyemprotan disinfektan sebagai upaya pencegahan.

Selain itu, GP Ansor Wangandalem juga menyelenggarakan sosialisasi (edukasi) kepada masyarakat betapa pentingnya mencegah dibandingkan harus mengobati. Media yang digunakan untuk sosialisasi ini berupa poster yang materinya berasal dari Satgas Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Brebes.

“Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung program donasi sabun cuci tangan ini, baik yang mensupport secara materiil maupun non materiil. Khususnya keluarga besar Nahdlatul Ulama Desa Wangandalem, Muslimat NU, Fatayat NU dan Banom NU lainnya. Ini merupakan ikhtiar bersama untuk menghadapi dan melawan persebaran virus Corona. Kalau tidak dimulai dari diri kita, siapa lagi?,” ungkapnya.

Di sela-sela musyawarah pengurus masjid, Sachrudin, Ketua Pengurus Masjid Uswatun Hasanah, mengucapkan syukur dan terima kasih atas program dari GP Ansor, “Saya mewakili Pengurus Masjid Jami’ Uswatun Hasanah mengucapkan banyak terima kasih atas sabun cuci tangan yang diperuntukkan jama’ah ini insya Allah sangat bermanfaat untuk mencegah virus Corona. Harapan dari kami, jama’ah masjid ini tidak ada yang terkena virus Corona.” Ungkapnya.

Di tempat terpisah, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Brebes, Ahmad Munsip mengapresiasi sekali kepada pengurus GP Ansor Wangandalem, yang telah membantu masyarakat untuk mencegah persebaran Corona. “Kami ucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas langkah pencegahan yang dilakukan oleh Satuan Gugus Tugas (Satgas) Ansor Cegah Covid-19 yang telah berupaya maksimal dalam menjalankan tugas di tingkatan bawah (desa). Khususnya Ranting Wangandalem, Kecamatan Brebes, ini luar biasa pergerakannya. Padahal secara usia, Ranting GP Ansor Wangandalem baru terbentuk pada bulan Januari 2020 yang lalu.” Ujarnya.

Munsip menambahkan, tugas Satgas yang sudah terbentuk dari tingkatan kabupaten hingga desa ini sebagai upaya untuk pencegahan persebaran Corona. “Kami tekankan programnya yang berkaitan dengan pencegahan, misalnya penyemprotan disinfektan yang harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai SOP dari pemerintah. Kalau tidak bisa, ada program pencegahan lain yang mudah dilakukan, seperti memberikan edukasi (sosialisasi) kepada masyarakat terkait virus Corona hingga cara pencegahannya. Pemberian donasi sabun cuci tangan untuk Masjid atau Musholla seperti di Satgas Ansor Wangandalem juga sangat bermanfaat untuk pencegahan”, jelasnya.

Pemberian donasi sabun ini akan dilanjutkan esok kepada 8 Masjid dan Musholla lainnya yang berada di desa Wangandalem sekaligus membagikan poster pencegahan virus Corona yang akan dipasang di Masjid dan Musholla serta tempat strategis lainnya. Mudah-mudahan ikhtiar kecil ini dapat memutus rantai persebaran virus Corona di desa Wangandalem, Brebes. (Zk/Taufik/Gust)

Berita Terbaru