24.7 C
Brebes, Indonesia
Jumat, Februari 21, 2020

Jika Terjadi Pelanggaran, Hukuman Disiplin Bagi ASN Tak Pandang Bulu


Brebes, Harianbrebes.com,- Hukuman disiplin bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak memandang bulu siapa pelakunya. Bila terjadi pelanggaran, penjatuhan hukuman atau sangsi akan diberlakukan melalui mekanisme sebagaimana digariskan dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 53 tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Untuk itu, ASN wajib mengetahui PP tersebut agar tidak terjadi pelanggaran disiplin.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Pengolahan Sekretariat Badan Pertimbangan Kepegawaian Badan Kepegawaian Nasional, Heri Purwanto SH pada Sosialisasi PP 53 tahun 2010 di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Brebes, Rabu, (19/2) kemarin.

Kata Heri, dalam bekerja PNS atau ASN memiliki kewajiban yang harus dipenuhi dan larangan yang harus dihindari. Dalam pasal 3 PP 53 tahun 2010, terdapat 17 kewajiban yang harus dilaksanakan, antara lain;

# ASN berkewajiban untuk bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan negara.

# Melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keamanan, keuangan, dan materiil.

# Masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja, mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan, menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya, memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat dan kewajiban lainnya.

Sedangkan dalam Pasal 4 PP 53 tahun 2010, lanjut Heri, terdapat 15 larangan bagi PNS, yang apabila dilanggar akan dijatuhi hukuman diantaranya; dilarang menyalahgunakan wewenang. Menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain.

Tanpa izin Pemerintah, ASN dilarang menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain dan/atau lembaga atau organisasi internasional, bekerja pada perusahaan asing, konsultan asing, atau lembaga swadaya masyarakat asing. Memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barang-barang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah. Melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain, yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara.

ASN dilarang memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun baik secara langsung atau tidak langsung dan dengan dalih apapun untuk diangkat dalam jabatan. Menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya.

Selin itu, ASN juga dilarang bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya. Melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayan. Menghalangi berjalannya tugas kedinasan.

Di bidang politik, ASN dilarang memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
Heri juga memberikan penjelasan mengenai bagaimana tatacara penjatuhan hukuman disiplin dan studi kasus yang antara lain disiplin.

“Ada tiga tingkatan hukuman disiplin, yakni tingkat ringan, sedang dan berat,” tandasnya.

Acara yang digelar Bidang Pembinaan, Kesejahteraan dan Informasi BKPSDMD Kab Brebes berlangsung semangat. Banyak pertanyaan yang diajukan para peserta yang terdiri dari Pejabat yang menangani kepegawaian di masing-masing OPD, Kecamatan se-Kab Brebes dan Satuan Koordinasi Wilayah Satuan Pendidikan Kecamatan di lingkungan Pemerintah Kab Brebes sejumlah 70 orang.

Kepala BKPSDMD Sutrisno SH MH saat membuka sosialisasi mengatakan, masih banyak PNS yg belum memahami atau bahkan belum mengetahui aturan-aturan yang menjadi pedoman serta kaidahnya. Maka pihaknya memandang perlu untuk memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai Peraturan Perundang-undangan di bidang kepegawaian khususnya PP No 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS.

“Saya berharap, sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman tentang Tata Cara Penjatuhan Hukuman Disiplin dan Pengawasan Melekat sesuai dengan PP No 53 Tahun 2010,” pungkasnya.

Dengan disiplin, Ia berharap akan terwujud ASN yang kompeten dan profesional serta sadar akan kedudukan, hak dan kewajibannya sehingga dapat mendukung kelancaran pelaksaan tugas pelayanan kepada masyarakat. (Hms/Gust)

Dibantu Relawan, BBWS Cimanuk-Cisanggarung Masih Lakukan Penutupan Tanggul Jebol Di Sungai Cisanggarung Brebes

Brebes, Harianbrebes.com,- Upaya penanganan tanggul jebol Sungai Cisanggarung di wilayah Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, oleh pihak BBWS 005 Cimanuk-Cisanggarung, sejak Senin pagi masih dilanjutkan kembali hingga sekarang. Kamis (20/2/2020).

Alat berat telah selesai melakukan pekerjaannya untuk mengurug dan menambal tanggul yang jebol di perbatasan antara Desa Babakan dengan Bojongsari sepanjang 25 meter tinggi 3 meter, yang menjadi salah satu penyebab banjir yang merendam setidaknya 85 rumah warga masyarakat sekitar sungai (50 rumah di Desa Kalibuntu dan 35 rumah di Babakan).

Ketinggian air di kedua desa ini bervariasi antara 0,5 sampai 1 meter. Sementara puluhan rumah lainnya yang tersebar di Desa Pekauman dan Karangsambung, juga kebanjiran akibat limpasan air yang melewati tanggul Cisanggarung. Walaupun tidak begitu parah, dampak banjir juga sampai ke desa lainnya yaitu Randusari, Bojongsari, Panggabean, Jatisawit dan Losari Kidul.

Dijelaskan Danramil 05 Losari Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Muhtadi, bahwa upaya perbaikan tanggul jebol di Babakan-Bojongsari, tak sebatas menambalnya saja, melainkan mempertebalnya dan meninggikannya 0,5 meter dari sebelumnya.

“Pekerjaan yang dilakukan Excavator SK200 dari BBWS Cimanuk-Cisanggarung, sekaligus meninggikan tanggul di Babakan-Bojongsari setengah meter dari semula, sepanjang 120 meter,” ucapnya, Kamis siang (20/2/2020).

Sedangkan banjir di Desa Limbangan pada waktu yang sama dan telah merendam kurang lebih 70 hektar lahan pertanian bawang dan pertambakan masyarakat Dukuh Limbangsari, dipicu akibat jebolnya tanggul anak Sungai Cisanggarung di Dukuh Limbangsari sepanjang 7 meter. Saluran ini merupakan terusan menuju Bendungan Karet Tawang Sari, Kabupeten Cirebon, Jawa Barat.

Pekerjaan excavator amphibi milik DPSDSPR Kabupaten Brebes ini adalah menambal tanggul anak sungai yang juga jebol tersebut sepanjang 15 meter, tinggi 5 meter, dari rencana semula sepanjang 25 meter.

“Untuk penutupan tanggul anak Sungai Cisanggarung di Dukuh Limbangsari, Limbangan, adalah sepanjang 15 meter dan saat ini masih terus dilakukan,” imbuhnya.

Ditambahkannya, relawan gabungan (perangkat desa, relawan DAS, BPBD dan TNI) bersama masyarakat RW. 05 Desa Babakan, juga telah selesai meninggikan tanggul di belakang Balai Desa Babakan, dengan 3000 karung berisi tanah sepanjang 50 meter, lebar dan tinggi 1 meter.

Ini dilakukan guna mencegah limpasan air terjadi lagi. Pasalnya, di titik ini air dari Sungai Cisanggarung kemarin (17/2), juga sebagai pemicu banjir akibat limpas/meluap.

Sekedar diketahui, banjir tersebut dipicu oleh hujan deras di wilayah hulu atau Selatan Brebes ditambah wilayah Kecamatan Losari. Untuk tanggul Sungai Cisanggarung sendiri sebelum jebol adalah terendam air di beberapa titik, namun jebol di Babakan-Bojongsari dan di Limbangan (anak sungai). (Aan/Gust)

Benda Bersumbu Yang Gegerkan Warga Brebes, Bukan Bom

Brebes, Harianbrebes.com,- Tim Gegana Brimob Kabupaten Pekalongan meledakkan penemuan benda yang diduga bom di depan pagar besi dealer sepeda motor Viar, Jalan Gajah Mada No. 31 (termasuk Jalan Raya Pantura Brebes), wilayah Desa Limbangan Kulon, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Tim yang datang dengan pakaian lengkap Jihandak (Penjinakan Bahan Peledak), meledakkan langsung di lokasi pada pukul 10.25 WIB.

Dibenarkan Danramil 01 Brebes Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Zaenal Abidin, bahwa rangkaian besi bersumbu yang yang dibalut/diplester dengan perekat (lakban) berwarna coklat itu, diledakkan untuk memisahkan rangkaian dari kabelnya.

“Setelah diledakkan ditempat, rangkaian yang diduga bom tersebut dibawa ke Pantai Randusanga Indah, Desa Limbangan Kulon, Kecamatan Brebes, untuk diledakkan total,” imbuhnya.

Wakapolres Brebes, Kompol M. Faisal Perdana, menyatakan bahwa setelah dilakukan peledakan pertama, Tim Jihandak selanjutnya membersihkan dan mengambil serpihan-serpihan ledakan untuk diteliti.

Sterilisasi juga dilakukan hingga radius 200 meter. Rekayasa lalu-lintas dua arah dalam satu jalur juga diberlakukan pihak Satlantas Polres Brebes di Jalan Raya Pantura itu guna mengurai kemacetan atau antrian panjang kendaraan. Pasca diledakkan pertama, rekayasa lalu-lintas kembali dinormalkan untuk dua jalur.

Selanjutnya benda tersebut dibawa ke pantai tersebut untuk diledakkan total pada pukul 11.30 WIB.

Hasil dari pemusnahan total, didapati bahwa ternyata benda itu bukan bom melainkan rangkaian tiga batang besi berisi cor-coran semen sepanjang 32 centimeter, dengan dilengkapi satu buah timer dan kabel.

“Kita belum tahu pasti apakah mengandung bahan peledak atau tidak. Yang, jelas tadi kita pecah dulu untuk memutuskan rangkaian,” ucapnya.

Masih menurutnya, apapun penemuan benda yang mencurigakan dan mengarah kepada bahan peledak, harus ditangani secara serius.

Para petugas masih terus melakukan pengembangan tentang motif apa dibalik diletakkannya benda di tempat itu sehingga sempat menimbulkan teror di masyarakat serta para pengguna jalan yang melintas.

“Untuk penanganan kita sudah berkoordinasi dengan pihak Gegana Brimob, dan untuk masyarakat diminta jangan panik,” pungkasnya.

Untuk diketahui, benda tersebut ditemukan pertama kali oleh salah satu pekerja dealer sepeda motor tersebut yaitu Sarifudin (39), yang merupakan warga setempat sekitar pukul 07.30 WIB saat hendak membuka pintu gerbang sorum.

Ia pun lantas memberitahukan penemuan kepada Aiptu Cecep Subarkah, anggota Polres Brebes melalui istrinya yaitu Siti Fariha (53) yang berada tak jauh. Akhirnya Siti Fariha menghubungi suaminya untuk ditindak lanjuti. (Aan/Gust)

Capacity Building : GP Ansor Brebes Adakan Uji Seleksi Kasatkoryon Banser Di Tiga Kecamatan

Brebes, Harianbrebes.com,- Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Brebes mengadakan uji seleksi dan penilaian calon Kasatkoryon (Kepala Satuan Koordinasi Rayon) Banser (Barisan Ansor Serbaguna) untuk 3 (tiga) Pimpinan Anak Cabang (PAC) di Meeting Room Gedung PCNU Kabupaten Brebes. Rabu (19/02).

Seleksi dilakukan untuk menempatkan yang terbaik sebagai pimpinan Banser di Satkoryon Brebes, Satkoryon Jatibarang, dan Satkoryon Larangan. Tiap PAC mengusulkan 3 anggota Banser untuk diseleksi oleh jajaran PC GP Ansor Kabupaten Brebes.

Menurut Kasatkorcab Banser Kabupaten Brebes Subkhan, pelaksanaan seleksi dan penilaian calon Kasatkoryon merupakan amanah dari Peraturan Organisasi (PO) Banser yang menentukan tentang syarat dan tata cara pengangkatan kepala satuan koordinasi Banser. Hal ini juga dikuatkan dengan hasil Rakerwil GP Ansor tahun 2017 yang diselenggarakan di Parakan, Temanggung.

“Kami harap Kasatkoryon yang terpilih memiliki kompetensi, kabapilitas, loyalitas, dan integritas yang tinggi, sehingga memiliki kemampuan untuk merawat, melatih dan memberi strategi gerakan organisasi,” katanya

Terpisah, sementara Ketua PC GP Ansor Kabupaten Brebes, Ahmad Munsip berpesan kepada seluruh peserta uji kelayakan untuk siap menerima apapun yang menjadi hasil seleksi tim, “Apapun hasil dan nilai yang diberikan oleh tim penguji harus diterima dengan lapang dada,” kata Munsip.

Menurutnya, hal itu bagian dari ihtiar menata barisan sebagaimana pesan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor H Yaqut Cholil Qoumas, “Ansor dan Banser segera berbenah menata barisan dan menata internal agar lebih baik lagi,” ujarnya.

Namun demikian, dia mengakui, mekanisme uji seleksi dan penilaian calon kepala satuan koordinasi Banser di semua tingkatan ini masih terbilang baru sebagai sebuah terobosan dalam meningkatkan kualitas atau capacity building personil Banser dalam menentukan kepala satuan.

Lebih lanjut dia menjelaskan, Banser sebagai kader inti GP Ansor harus memiliki kualifikasi dan dedikasi khusus dalam menjalankan empat fungsi utama, diantaranya fungsi kaderisasi, fungsi dinamisator, fungsi stabilisator dan fungsi katalisator.

Hal itu dilakukan dalam rangka pengkhidmatan pemuda Ansor kepada agama, bangsa dan negara. Karenanya Banser dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas baik dari segi personalia maupun institusionalnya dalam bentuk satuan koordinasi dari tingkat pusat sampai dengan tingkat terkecil.

“Sebagai entitas yang beranggotakan lebih dari satu juta kader, sudah barang tentu diperlukan tata kelola dan pengorganisasian personalia dan satuan koordinasi secara sistematis, terukur dan terarah agar sejalan dengan tujuan dan cita-cita organisasi Gerakan Pemuda Ansor.” (Ircham/Tfk)

Warga Brebes Dikejutkan Dengan Penemuan Benda Bersumbu Yang Diduga Bom

Brebes, Harianbrebes,- Warga masyarakat di Kelurahan Limbangan Kulon, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, digegerkan dengan penemuan benda yang diduga bom yang terletak di bawah pagar depan Dealer Viar, Jalan Gajah Mada No. 31, Brebes. Kamis, (20/2).

Disampaikan Danramil 01 Brebes Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Zaenal Abidin, bahwa benda asing bersumbu/kabel yang menyerupai bom ini dilihat oleh salah satu warga setempat sekitar pukul 08.00 WIB.

Sementara disampaikan Kapolsek Brebes, AKP Harti, bahwa atas penemuan tersebut, pihaknya dan Polres Brebes telah mensterilisasi lokasi dengan memasang police line dan serta menyiagakan personel beserta senjata lengkap untuk mengamankan sekitar lokasi penemuan.

Antrian kendaraan terjadi karena sementara diberlakukan lalu-lintas dua arah di Jalan Raya Pantura tersebut.

Anggota TNI juga tampak terjun ke lapangan guna membantu pengamanan dan membantu pihak Kepolisian mengatur kelancaran lalu-lintas.

Sampai berita ini diturunkan, untuk penanganan lebih lanjut, masih menunggu Tim Jihandak dari Satbrimob Kabupaten Pekalongan.

Belum diketahui secara pasti benda tersebut serta motif dari oknum yang menaruhnya. (Aan/Gust)

Bupati Janji Akan Sediakan SDM Berkualitas Untuk Dukung KIB

Bupati Brebes, Idza Priyanti SE MH berjanji akan menyediakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas untuk mendukung Kawasan Industri Brebes (KIB) dan Kawasan Peruntukan Industri Brebes (KPIB). SDM yang berkualitas, akan mewujudkan kualitas produk dari suatu industri. Untuk itu, ketersediaan SDM yang unggul telah disiapkan Pemkab Brebes antara lain dengan mengupayakan Sekolah Vokasi dan minimal yang bekerja di KIB maupun KPIB berpendidikan SLTA.

“Setiap tahun, Brebes meluluskan lebih dari 15 ribu lulusan SLTA. Dan kedepannya, akan didirikan politeknik industri dan Balai Latihan Kerja (BLK),” ungkap Idza Priyanti saat meresmikan pengoperasian PT Rubber Pan Java di desa Tengguli, Kecamatan Tanjung, Brebes, Rabu (19/2).

Peresmian ditandai pemukulan gong dan penandatanganan prasasti oleh Bupati disaksikan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Priyanto SH MH, Presiden Direktur PT RPJ Budiarto, perwakilan Adidas Indonesia Gamal Kartasasmita, Dandim 0713 Brebes Letkol Inf Faisal Amri, Ketua Dekranasda Drs H Warsidin MH, Share Holder Hendrik Sasmita dan putrinya Evelyn Sasmita, Buyer Adidas Mr Ed Alonzo, Camat Tanjung Kapolsek, Danramil, Kades serta tamu undangan lainnnya.

Terkait masih belum banyak terserap bekerja, Idza juga akan mensosialisasikan secara terus menerus saat bertemu kepala desa. Selain itu, Idza mendesak kepada pihak perusahan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan. Berbagai kebutuhan dasar harus dipenuhi pihak perusahaan. Untuk bisa bekerja secara baik, maka karyawan harus terjami kesehatannya, sholat, olahraga dan lain-lain. 

“Antara fisik dan psikis karyawan perlu diperhatikan,” tandas Idza.

Menyadari masih belum pahamnya karyawan dalam bekerja, untuk itu mereka perlu mendapatkan bimbingan dari pihak manajemen. 

“Saya yakin, Masyarakat Brebes memiliki keuletan dan pantang menyerah dalam bekerja. Terbukti, ketika menanam Bawang, meskipun musim kemarau bisa diatasi dan panen bahkan surplus,” ujar Idza. 

Perusahaan juga perlu membangun sinergi dengan lingkungan pabrik supaya tercipta kondusifitas dengan mengoptimalkan pemberian CSR kepada lingkungan sekitar. 

Presiden Direktur PT Rubber Pan Java Budiarto menjelaskan, PT Rubber Pan Java adalah perusahaan yang memproduksi outsole atau bottom unit untuk sepatu mayoritas bahannya dari karet (Rubber). PT RPJ sudah melakukan uji coba operasi mulai Januari 2020. RPJ adalah vendor atau supplier Out some PT BIG, yang kedepannya bisa berkembang untuk mensuplai pabrik lainnya.

PT RPJ juga berkomitmen menjadi perusahaan out sold terbaik melalui investasi sumber SDM, proses yang efektif dan efesien serta ramah lingkungan. Berdiri diatas tanah seluas 3.3 hektar, PT RPJ saat ini sudah memiliki SDM 239 orang sebagai karyawan tetap. Populasi demografi karyawan berasal dari Brebes 88 persen dan 12 persen dari luar Brebes. Target tahun ini pencapaian produksi adalah 600-800 ribu pasang dan akan meningkat menjadi 1 juta pasang outsole di tahun mendatang. 

“Kami juga akan mengembangkan produksi midsole serta stock fitting dimasa depan sehingga kami secara bertahap bisa mempekerjakan 1500-2000 karyawan,,” paparnya.

Budiarto beralasan mengapa memilih Brebes sebagai tempat pabrik, dikarenakan ingin memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi daerah dan mendukung Brebes menjadi Kawasan Industri area Jawa Tengah bagian barat oleh pemerintah pusat.

Sebelumnya, Bupati Brebes meninjau PT BIG dan Masjid At Taqwa dan Kantin Sehat diarea pabrik PT BIG. Peresmian diakhiri dengan penanaman pohon grismin sebagai ikhtiar menjaga lingkungan sekitar pabrik yang asri dan hijau. (Hms/Gust).

Tiap Tanggal 18, ASN Pemkab Brebes Wajib Pakai Baju Adat Brebesan

Brebes, Harianbrebes.com,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes saat ini akan memberlakukan penggunaan pakaian dinas dengan baju adat daerah Brebesan setiap tanggal 18 setiap bulannya. Demikian seperti disampaikan Sekretaris Dinas Kominfotik Kabupaten Brebes, Sudiyanto.

“Sesuai surat edaran Bupati Brebes tentang pemakaian Baju Adat Brebesan akan dilaksanakan mulai bulan Februari 2020 ini, sedangkan pelaksanaan secara resmi pada bulan Maret,” kata Sudiyanto, Rabu (18/02).

Setiap ASN dilingkungan Pemda Brebes, menurutnya, wajib dilaksanakan dengan ketentuan pemakaian baju adat.

“Setiap tanggal 18 pemakaian baju adat Brebesan dapat dikombinasikan dengan corak lurik atau batik Hari Selasa semula menggunakan baju PDH tenunan/lurik berubah dengan menggunakan baju batik Salem, Senin tetap PDH/kheki, Rabu tetap PDH kemeja warna putih dan Jumat menyesuaikan menggunakan kaos/batik,” terangnya.

Hal itu juga dibenarkan, Kasubbag Program dan keuangan Dinkominfotik, Agus Siswanto yang mengatakan aturan baru pemakaian seragam dinas berdasarkan surat edaran Bupati nomer 065/002/I/2020 tanggal 3 Januari 2020.

“Sesuai tupoksi sebagai humas Pemda Brebes, kami menyampaikan dan penyebar luaskan surat edaran ini kepada seluruh ASN dilingkungan Pemda Brebes,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Brebes, Djoko Gunawan MT juga membenarkan adanya surat edaran Bupati Brebes tentang pemakaian baju adat Brebesan.

“Dengan tujuan untuk melestarikan adat istiadat yg ada di Kabupaten Brebes Khususnya pakaian baju Adat Brebesan agar diterapkan oleh seluruh ASN yang ada,” ucapnya (Hms/Gust)

Tanggul Kali Cisanggarung Jebol, Banjir Genangi Sejumlah Desa Di Losari Brebes

Brebes, Harianbrebes.com,- Jebolnya tanggul sungai besar di perbatasan Jawa Tengah-Jawa Barat, yaitu Sungai Cisanggarung, di Desa Babakan, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, membuat beberapa desa di Kecamatan Losari terendam banjir.

Dibenarkan Danramil 05 Losari Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Muhtadi, bahwa jebolnya tanggul Sungai Cisanggarung sepanjang kurang lebih 20 meter dengan ketinggian tanggul 3 meter, telah membawa dampak bagi beberapa dukuh di Desa Babakan, Pekauman dan Losari Kidul.

“Sebelum jebolnya tanggul Sungai Cisanggarung (200 meter di sebelah utara Jalan Tol Pejagan-Pemalang) sepanjang 20 meter ini pukul 06.30 WIB, pada pukul 03.00 WIB, tanggul sebelumnya terendam/tertutup air sungai yang limpas ke Desa Pekauman, Losari Kidul dan Dukuh Cirawada Desa Babakan,” ucapnya, Senin pagi (17/2/2020).

Pemukiman warga terendam dengan ketinggian mencapai 50 centimeter akibat limpasan air ini.

Akhirnya pada pukul 04.15 WIB, tanggul tersebut jebol sepanjang 10 meter sehingga ketinggian air bertambah antara 0,5-1 meter, sehingga warga Babakan dievakuasi ke Dukuh Tembongrea, Desa Bojongsari.

“Evakuasi lanjutan pagi ini adalah warga Dukuh Bojong, Desa Kalibuntu, dievakuasi ke Posko yang berada di Dukuh Tembongrea, Desa Banjarsari, oleh petugas gabungan baik TNI, BPBD dan masyarakat,” tandasnya.

Air yang menggenangi wilayah Desa Pekauman dan Losari Kidul mulai surut sekitar pukul 07.05 WIB. Pukul 07.45 WIB, dampak banjir meluas memasuk wilayah Desa Kalibuntu.

Tidak ada korban jiwa atas banjir ini, sedangkan kerugian harta benda belum bisa ditaksir.

Pihak desa juga sedang berkoordinasi dengan segenap unsur guna melakukan penanganan penambalan tanggul saat debit air Sungai Cisanggarung surut.

“Kami juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada/siaga untuk mengamankan diri. Juga agar mengamankan perabotan rumah tangga termasuk peralatan listrik apabila terjadi peningkatan air,” pungkas Muhtadi. (Aan/Gust)

Bupati Brebes: Masyarakat Banyak Mengeluh Tentang Transparansi Dana Desa

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH mengingatkan kepada para Kepala Desa (Kades) untuk berhati-hati menggunakan Dana Desa (DD). Karena DD paling banyak yang disorot oleh masyarakat, sehingga dalam penggunaannya harus transparan. 

“Transparansi pengelolaan dana desa sebagai poin penting. Jangan sampai salah kelola yang bisa berimbas sampai diproses hukum terkait pengelolaan keuangan dan aset desa,” ucap Bupati mengingatkan saat mengambil sumpah dan pelantikan Kepala Desa Terpilih hasil Pilkades Serentak tahun 2019, di Lapangan Asri Bumiayu, Kabupaten Brebes, Senin (17/2). 

Idza mencontohkan, transparansi yang dimaksud adalah dengan terbuka menyusun penggunaan DD kepada masyarakat. Bentuknya bisa dalam papan informasi penggunaan yang terpampang di Balai Desa.

“Masyarakat banyak mengeluh tentang transparansi DD. Seperti tidak adanya papan proyek atau pengelolaan dana desa yang terpampang,” ujarnya.

Adapun Kades yang dilantik sebanyak 36 Kepala Desa yang berasal dari Kecamatan Salem, Bantarkawung, Paguyangan, Sirampog, Bumiayu dan Tonjong. Dari enam kecamatan tersebut, paling sedikit dari Kecamatan Sirampog yakni hanya satu kepala desa saja.

Lebih lanjut Idza mengajak agar Kades yang terpilih segera beradaptasi dan membaur dengan seluruh unsur di desa. Karena bagaimanapun, dengan cepat beradaptasi segala program pembangunan pemerintah dapat dinikmati masyarakat desa.

“Segeralah beradaptasi dan merangkul seluruh unsur di desa. Keberhasilan pembangunan dari pusat, bergantung dengan kepala desa. Untuk itu, galilah potensi yang ada di masing-masing desa,” tutur Idza.

Suasana pelantikan berlangsung hikmat meskipun ribuan pengunjung yang nota bene adalah para pendukung fanatik saat Pilkades berlangsung dulu. Pelantikan dan pengambilan sumpah diikuti secara serempak yang dilanjutkan dengan penyematan tanda jabatan dan petikan SK serta pemberian ucapan selamat.

Hadir dalam Pelantikan dan pengambilan sumpah Kades terpilih, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH jajaran Forkopimda, Mantan Wakil Bupati Brebes H Faris Sulhaq, Forkopimcam se-wilayah enam kecamatan, Plt Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, para Kepala OPD, Kepala Bagian di lingkungan Pemkab Brebes, para tamu undangan serta ribuan warga masing-masing diberbagai desa. (Hms/Gust)

Idza; Semua Bangunan Liar Diatas Saluran Air, Harus Di Bongkar

Brebes, HarianBrebes.com,- Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH melakukan pantauan banjir di Brebes, Minggu (16/8) malam. Idza langsung mengambil tindakan pengerukan sungai Sigeleng dengan alat berat dan pembongkaran bangunan liar diatas saluran air, yang menghambat aliran air di Pasarbatang, Brebes dan daerah-daerah lainnya.

“Semua bangunan liar diatas saluran air, harus di bongkar karena menjadi biang banjir di perkotaan,” ujar Idza saat melakukan pemantauan.

Dia langsung memerintahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Ahmad Syatibi untuk melakukan eksekusi pembongkaran bangunan liar besok pagi (Senin, 17/2). Sehingga tidak merugikan masyarakat, akibat tersendatnya saluran-saluran air.

“Jangan karena mempertahankan bangunan liar di atas saluran, masyarakat banyak yang dirugikan,” ungkit Idza.

Selain itu, lanjutnya, Kali Sigeleng juga diperintahkan untuk dikeruk ulang. Karena ada beberapa titik di sepanjang Kali Sigeleng yang mengalami pendangkalan.

Kepala Dinas PU Ahmad Syatibi menjelaskan, pihaknya akan secepatnya bergerak untuk mengatasi persoalan banjir perkotaan.

“Sesuai perintah Bupati, tim kami akan melakukan pembongkaran bangunan liar diberbagai saluran air,” ungkapnya.

Begitupun dengan pengerukan Kali Sigeleng, akan dilakukan secepatnya. Kata Syatibi, alat berat yang masih berada di Bumiayu, akan segera diturunkan ke Brebes.

“Kalau alat berat sudah sampai di Brebes, kami akan melakukan pengerukan Kali Sigeleng,” tandas Syatibi yang didampingi Kabid Cipta Karya Abdul Majid. (Hms/Gust)

Berita Terbaru