Beranda blog Halaman 1056

Koramil 03 Banjarejo Blora Berjamaah Bangun Musholla

0


Kerja bakti antara TNI dan masyarakat Banjarejo Blora. Foto: Sujono.

Blora, Harianjateng.com – Kekuatan yang besar lahir ketika dilakukan berjamaah. Hal itu sudah dilakukan oleh personel Koramil 03 Banjarejo Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Senin (20/4/2015). Pada hari tersebut, Koramil 03 Banjarejo Blora berjamaah bangun Musholla Baitus Saadha Dukuh Temboro, Desa Sumberagung, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora
Karya Bhakti tersebut merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan anggota TNI dan masyarakat yang berbasis gotong-royong. Hal ini sangat baik dan bisa ditiru para anggota TNI di wilayah lain selain Blora, seperti TNI di Kudus, TNI Pati, TNI Demak, TNI Grobogan dan umumnya TNI di wilayah Jawa Tengah.
Sunyoto Ketua Panita Pembangunan Musholla Baitus Saadha menjelaskan musholla tersebut berukuran 7 m x 7 m di atas tanah seluas 49 m2, tanak milik pribadi Sunyoto.” Sedangkan untuk biaya pembangunan musholla, kami dapatkan dari sumber dana anggaran swadaya masyarakat Dukuh Temboro, Desa Sumberagung, Kecamatan Banjarejo Blora,” jelas dia.
Pelaksanaan pembangunan tersebut, kata Sunyoto, dilakukan secara bergotong royong saling bahu membahu antara TNI Koramil 03/Banjarejo dan masyarakat, keberadaan TNI membuat masyarakat sangat antusias dan lebih semangat.
Karya Bhakti yang diwujudkan membantu pembangunan Musholla, menurut Dandim 0721/Blora Letkol Inf Ariful Muatqin Melalui Danramil 03/Banjarejo Kapten Inf Sukemi sangatlah tepat dan bermanfaat, mengingat keberadaan masjid tempatnya agak jauh, sehingga keberadaan musholla sangat di butuhkan oleh warga masyarakat sekitar untuk melaksanakan ibadah yang lebih khusuk. “Kegiatan karya bhakti ini merupakan momentum yang sangat penting bagi TNI AD khususnya Kodim 0721/Blora,” kata dia.  (Red-Harian Jateng 34/Pendim 0721/Blora).

Lomba Jurnalistik Bagi Wartawan Tulis Berhadiah Rp. 31.500.000, Mau?

2


Semarang, Harianjateng.com – Siapa yang tidak mau mendapatkan hadiah dengan total jutaan rupiah? Ya, bagi yang cerdas pasti mau. Nah, untuk itu, berikut kami informasikan Lomba Jurnalistik Bagi Wartawan Tulis berhadiah Rp. 31.500.000 bagi yang menang.
Informasi lomba ini didapat dari situs resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2015 ini, Pemrov Jateng menggelar berbagai lomba, termasuk lomba jurnalistik, lomba fotografi jurnalistik dan sebagainya yang berhadiah jutaan rupiah. (Baca juga: Lomba Fotografi Jurnalistik Berhadiah Rp. 31.500.000).
Dalam lomba ini nanti, akan diambil beberapa juara, yaitu Juara 1, 2 dan Juara 3. Juga Juara Harapan 1, 2 dan Juara Harapan 3 dengan total hadiah uang tunai sebesar Rp. 31.500.000.
Berikut daftar juara dan hadiahnya yang akan didapatkan jika peserta menang.
Hadiah Uang Tunai
Untuk Juara I : Rp. 10.000.000
Untuk Juara II : Rp. 7.500.000
Untuk Juara III : Rp. 5.000.000
Untuk Juara Harapan I : Rp. 4.000.000
Untuk Juara Harapan II : Rp. 3.000.000
Untuk Juara Harapan III : Rp. 2.000.000
Dalam lomba ini, kategori peserta adalah wartawan tulis di lingkup Provinsi Jawa Tengah atau bisa diikuti seluruh wartawan di kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Untuk kategori lomba adalah Pemberitaan Investigasi dan Features dengan tema utama yaitu Musrenbang, Sudahkah Menampung Aspirasi dari Rakyat?
Ada beberapa kriteria penilaian yang harus dipenuhi oleh peserta, yaitu:
1. Objektivitas dan Keberimbangan
2. Kedalaman dan Kelengkapan
3. Akurasi
4. Cara Penyampaian
Jika Anda tertarik, silahkan lengkapi beberapa syarat di bawah ini:
Persyaratan :
1. Mengikuti kaidah jurnalistik.
2. Karya yang ditulis adalah karya asli dan belum pernah dilombakan. Panitia berhak menggugurkan pemenang jika di kemudian hari tulisan tersebut bukan karya asli.
3. Peserta bisa menentukan subtema secara lebih spesifik yang mendukung Tema Utama sesuai dengan kondisi di wilayah liputannya masing-masing.
4. Dipublikasikan atau dimuat di media massa cetak umum yang terbit di Jawa Tengah dan media massa online nonblog, mulai 1 April 2015 sampai 31 Mei 2015.
5. Lomba untuk peserta perorangan, setiap peserta hanya boleh mengirimkan 1 (satu) karya.
6. Karya dikirimkan dalam amplop coklat dengan bagian kiri atas bertuliskan ,“Lomba Jurnalistik Biro Humas (Tulis): Musrenbang, Sudahkah Menampung Aspirasi dari Rakyat?”, paling lambat 5 Juni 2015.
7. Di dalam amplop tertutup, peserta melampirkan fotokopi KTP (1 lembar), Kartu Pers yang masih berlaku (1 lembar), nomor telepon yang bisa dihubungi, bukti pemberitaan yang telah dimuat di media massa dalam bentuk satu bendel Koran (untuk wartawan cetak), atau print out berita media online lengkap dengan keterangan jumlah pembaca/pengunjung (untuk wartawan online).
8. Karya dikirimkan kepada Biro Humas Setda Provinsi Jawa Tengah, Gedung A Lantai 11 Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Nomor 9, Semarang.
9. Nama pemenang akan diumumkan pada minggu ketiga Juni 2015 (menyesuaikan dengan waktu Bapak Gubernur)
10. Info selengkapnya kunjungi  website resmi Pemrov Jateng atau buka juga Informasi Lomba Jurnalistik Wartawan Cetak 2015.

Lomba Fotografi Jurnalistik Bagi Wartawan Berhadiah Rp. 31 Juta 500.000

0


Semarang, Harianjateng.com – Bagi yang hobi dan bergerak di dunia fotografi, kini ada Lomba Fotografi Jurnalistik Bagi Wartawan berhadiah Rp. 31 juta 500.000 yang bisa Anda ikuti dengan mendaftarkan diri sesuai dengan ketentuan panitia.
Lomba ini adalah lomba yang digelar Pemerintah Provinsi jawa Tengah yang bisa diikuti oleh wartawan foto di kabupaten atau kota seluruh Jawa Tengah.
Bagi yang menang, akan mendapatkan hadiah uang tunai  dengan total Rp. 31.500.000 yang terbagi atas beberapa juara, yaitu Juara 1, 2 dan 3 serta Juara Harapan 1, 2 dan Juara Harapan 3.
Untuk Juara I  sebesar Rp. 10.000.000
Untuk Juara II sebesar Rp. 7.500.000
Untuk Juara III sebesar Rp. 5.000.000
Untuk Juara Harapan I sebesar Rp. 4.000.000
Untuk Juara Harapan II sebesar Rp. 3.000.000
Untuk Juara Harapan III sebesar Rp. 2.000.000
Dalam lomba ini, pesertanya adalah wartawan foto di Lingkup Provinsi Jawa Tengah (bisa diikuti seluruh wartawan foto di kabupaten/kota se-Jawa Tengah).
Lomba ini mengusung tema utama yaitu Bersama Rakyat Membangun Jawa Tengah Sejahtera dan Berdikari.
Ada beberapa kriteria penilaian yang harus dipenuhi.
1. Teknis: melingkupi unsur-unsur dasar fotografi yakni ketajaman, sudut pandang, teknik pemotretan, serta komposisi.
2. Konsep: melingkupi unsur-unsur gagasan atau ide yang melatari lahirnya sebuah karya foto.
3. Konten: melingkupi unsur-unsur pesan dan informasi yang tersirat maupun tersurat dalam foto. Pesan dalam foto bisa berupa pernyataan, kesan atau ungkapan emosi. Pesan yang bagus adalah pesan yang jelas, tegas, dan efektif.
4. Tematis: melingkupi unsur-unsur yang terkait dengan tema lomba.
Bagi Anda yang tertarik, Anda harus memenuhi beberapa syarat sebagai berikut:
Persyaratan :
1. Mengikuti kaidah jurnalistik.
2. Karya yang dibuat adalah karya asli dan belum pernah dilombakan. Panitia berhak menggugurkan pemenang jika di kemudian hari foto tersebut bukan karya asli.
3. Peserta bisa menentukan subtema secara lebih spesifik yang mendukung Tema Utama sesuai dengan kondisi di wilayah liputannya masing-masing.
4. Foto yang dilombakan adalah foto terbaru, yang dibuat dan dipublikasikan di media massa cetak umum yang terbit di Jawa Tengah dan media massa online nonblog, mulai 1 April 2015 sampai 31 Mei 2015.
5. Lomba untuk peserta perorangan, setiap peserta hanya boleh mengirimkan 1 karya.
6. Karya dikirimkan dalam amplop coklat dengan bagian kiri atas bertuliskan “Lomba Fotografi Jurnalistik Biro Humas : Bersama Rakyat Membangun Jawa Tengah Sejahtera dan Berdikari”, paling lambat 5 Juni 2015.
7. Di dalam amplop tertutup, peserta melampirkan fotokopi KTP (1 lembar), Kartu Pers yang masih berlaku (1 lembar), nomor telepon yang bisa dihubungi, bukti pemberitaan di media massa, foto ukuran 10 R, dan file foto asli.
8. Karya dikirimkan kepada Biro Humas Setda Provinsi Jawa Tengah, Gedung A Lantai 11 Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Nomor 9, Semarang.
9. Nama pemenang akan diumumkan pada minggu ketiga Juni 2015.
10. Info selengkapnya kunjungi www.jatengprov.go.id.
Untuk mengunduh pedoman dan sumber informasi, silahkan buka Informasi Fotografi Jurnalistik.

Masjid Jami Al-Mubarok Pati Kotak Amalnya Digondol Maling, Motor Takmir Juga Disikat

1
Masjid Jami Al-Mubarok yang dicuri uang kasnya oleh maling.

Pati, Harianjateng.com – Kabar memalukan kini datang dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Sebab, terjadi pencurian kotak alam di Majis Jami’ Al-Mubarok Desa Sugihrejo, Dukuh Popoh, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati. Tak hanya uang kas milik masjid, namun sepeda motor milik takmir masjid juga disikat pencuri.

Ali MUstofa, warga Pati, mengatakan bahwa pencurian uang kas Masjid Al-Mubarok tersebut tidak hanya satu kali saja. Pecnurain terjadi hari Sabtu 18 April 2015 dan Selasa 21 April 2015. “Terjadi pencurian uang kas masjid di desa Sugihrejo pada hari ini dan hari Sabtu kemarin di tempat yang sama,” jelas dia, Selasa (21/4/2015).

Kejahatan tersebut tak hanya menggondol uang kas milik masjid, namun juga menggondol sepeda motor milik takmir masjid. “Sebuah sepeda motor Supra milik takmir masjid waktu sholaat isyak raib digondol maling di halaman masjid tersebut juga,” jelas Ali Mustofa.

Kejadian ironis di Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati tersebut harus diwaspadai warga lain. Sebab, saat ini maling tidak peduli uang itu milik siapa dan motor tersebut milik siapa. Sampai saat ini, belum diketahui jelas siapa pencurinya. Namun aktivitas di Masjid Al-Mubarok tersebut masih berjalan seperti biasanya. (Red-Harian Jateng 34/Foto: Ali Mustofa).

Violita Sheila Zivana Mecintai Kartini Melalui Seni Tari

11


Perayaan Hari Kartini tahun 2015 dirayakan hari ini, Selasa 21 April 2015. Banyak ekspresi cinta yang diungkapkan kaum perempuan untuk mencintai Kartini. Seperti menggelar lomba menari, fashion show, seminar, lomba kebaya, talk show dan sebagainya. Namun bagi Violita Sheila Zivana penari asal Kota Semarang yang saat ini menjadi mahasiswi PGSD Unnes, ia punya cara sendiri untuk mencintai R.A Kartini sebagai sosok pahlawan nasional dari kaum perempuan.

Ya,Violita Sheila Zivana mecintai Kartini melalui seni tari yang sampai detik masih ia lakukan, baik dari segi latihan maupun saat pentas di berbagai tempat. Mahasiswi yang lahir pada 1 Mei 1995 tersebut merupakan salah satu mahasiswi PGSD Unnes yang terus menggeluti dunia seni tari. Bahkan, ia termotivasi untuk mengampanyekan tari tradisional Jawa menuju tari yang diakui tingkat internasional.
Sheila, begitu sapaannya, sudah menggondol berbagai kejuaraan dalam bidang seni dan tari. Ia aktif dan menggeluti dunia modelling dan juga seni tari. Tercatat, ia pernah mendapat Juara 2 Tari Merak berpasangan saa kecil. Tahun 2003 ia Juara Harapan 1 Putri Kartini  dan 2004 ia mendapat Juara 2 Putri Kartini.  
Juara Harapan 1 Lomba Busana Muslim juga pernah ia dapatkan dan menjadi spiritnya dalam melangkahkan karier dunia seni. Perempuan ini juga pernah mendapat Juara 3 Mayoret Terbaik. Menginjak di SMP, ia pernah aktif di pramuka dan pernah mengikuti Thailand Internasional Camporee 2008 mewakili Indonesia.
Banyak cara untuk mencintai Kartini. Bisa mengambil spirit lewat mempelajari kisah dan perjuangan Kartini, bisa juga meneladani semua peran dan jasa-jasa Kartini. Hal itu semua dilakukan dalam rangka menjadi Kartini di era modern seperti ini. Lalu, apa yang membuat Sheila mencintai Kartini?
Cintai Kartini Lewat Seni Tari
Menurut dara alumnus SMA 1 Ungaran tersebut, Karini membawa perubahan besar dalam dunia perempuan. “Karna berkat Kartini, sekarang kita semua kaum hawa bebas berekspresi dan beraktivitas,” ujarnya kepada Harianjateng.com, Selasa (21/4/2015).
Tunjukkan apa yang kita miliki, kata dia, dengan percaya diri dalam kegiatan positif. “Salah satu contoh berekspresi dengan tarian, dengan tarian pula menunjukkan bahwa kita cinta Tanah Air,” tegas penari muda tersebut.
Menurut dia, lunturkan budaya yang menganggap wanita lebih rendah derajatnya ketimbang pria  harus diubah. “Kita perempuan kadang secara kultur dianggap di bawah laki-laki, dan sekarang sudah saatnya mereka tahu jika kita ini sejajar, buktikan dan tunjukkan bahwa kita bisa sejajar dengan mereka,” tegas Sheila.
Salah satu spirit Kartini adalah gerakan emansipasi wanita. Dalam spirit ini, perempuan harus memotivasi diri sendiri untuk berkarier, berkarya dan melanjutkan perjuangan Kartini lewat apa saja. Bisa lewat pendidikan, seni, bisnis dan lewat berkarya dan bekerja sebisanya. Intinya, jangan sampai perempuan rendah diri dan rendah hati saat berhadapan dengan lak-laki. Sebab, bukankah perempuan adalah tiang negara?
Bagi Sheila, menggeluti dunia seni tari sudah menjadi wujud cinta terhadap pahlawan perempuan, yaitu R.A Kartini. Tak cukup sekadar mengenalnya, namun juga harus diimbangi dengan spirit dan gerakan nyata, salah satunya menggeluti dunia tari yang itu menjadi wujud cinta Tanah Air dan mempertahankan kearifan lokal.
Tari Sebagai Refreshing
Bagi sebagian orang, menari bisa menjadi profit dan mendapatkan materi. Namun, Sheila menilai bahwa tari sebenarnya bisa menjadi katarsis dan pelepas penat bahkan bisa menjadi wahana refreshing.
“Melalui tarian, saya menunjukkan aktivitas yang positif dalam mengisi keluangan dan dapat menuangkan kreativitas,” terang dia.
 Entah mengapa, lanjut Sheila, saya tidak pernah bosan dengan menari. Menari sudah melekat dalam kehidupan, dengan menari bisa mengurangi beban dalam menghadapi tugas tugas kuliah, ya bisa dibilang refreshing,” tukasnya.
Hal itulah yang membuat Sheila mempertahankan hobinya tersebut sejak kecil sampai ia duduk di dunia pendidikan kampus. Apalagi, gempuran globalisasi kadang menjadikan perempuan Indonesia lupa terhadap budaya mereka sendiri.
Spirit Kartini, adalah spirit mencitai budaya Indonesia. “Alangkah baiknya jika hari Kartini tidak hanya merayakan dengan atribut pakaian daerah saja,” harap Sheila.
Biasanya, ujar dia, kegiatan di sekolah-sekolah diisi dengan memakai pakaian adat, lalu terdapat acara peragaan busana dan penilaiannya berdasakan apa yang dipakai dan penilaian make up. Padahal peringatan Hari Kartini 2015 ini bukan ajang untuk berlomba-lomba dalam kecantikan, namun lebih memperkenalkan kepada anak -anak bagaimana perjuangan Kartini dalam menjujung martabat wanita,” pungkas Sheila.
(Laporan Harian Jateng H. Ibda/Foto: Sheila).

Kabupaten Banyumas Pantas Menjadi Kota Banyumas

2


Purwokerto, Harianjateng.com – Kabupaten Banyumas pantas menjadi Kota Banyumas. Hal itu diungkapkan Ganjar Pranowo SH MIP Gubernur Jawa Tengah, Minggu (19/4/2015). Agenda yang dihadiri Gubernur Jateng tersebut adalah dalam rangka ulang tahun Kabupaten Banyumas ke 433 di Alun-alun Purwokerto.
Perkembangan Banyumas, dinilai Ganjar sebagai salah satu pertanda Banyumas siap menjadi kota. Menurut orang nomor satu di Jateng tersebut, Banyumas sudah maju pesat mulai dari perkembangan dari sisi tata kelola kota, infrastruktur dan juga kebudayaannya.
Ganjar juga mengatakan, bahwa desain Banyumas memang diarahkan menjadi kota. “Rasa-rasanya Purwokerto (Banyumas) wis layak jadi kota ini. Memang mungkin desainnya dulu akan diarahkan menjadi kota,” ujar dia.
Dalam sambutannya, Ganjar juga mengatakan saat usianya tua nanti, Pemerintah Kabupaten Banyumas semakin mampu melakukan introspeksi dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat. 
Better Banyumas
Bupati Banyumas Ir Achmad Husein yang melaunching branding terbaru Kabupaten Banyumas, yaitu “Better Banyumas” juga ditanggapi Ganjar Pranowo. Menurut dia, brand tersebut menjadi simbol hijrahnya Banyumas menjadi lebih baik. Bagi Ganjar, hijrah itu meliputi menuju pelayanan yang lebih baik, percepatan pembangunan infrastruktur, dan penanganan permasalahan-permasalahan lainnya yang responsif.
“Better Banyumas dengan filosofi yang sudah jelas bentuknya B. B itu Banyumas, B-nya juga bisa disebut better, dan juga bisa disebut Bawor ikon dari Banyumas,” ujarnya dalam Hari Jadi  Hari Jadi Kabupaten Banyumas tersebut.
Hari Jadi Banyumas yang didesain dengan ”Banyumas Extravaganza” tersebut juga menampilkan 433 
penari dari beberapa satuan pendidikan di seluruh Banyumas yang menunjukkan empat tarian, meliputi Gambyong Banyumasan, Sekar Badung, Maladewa, dan Ebeg-ebegan. (Red-Harianjateng.com/Humas Pemrov Jateng).

Pascasarjana Unnes Akan Gelar Seminar Internasional Conservation of Batik as the Cultural Heritage of Humanity

19


Semarang, Harianjateng.com – Program Pascasarjana Unnes akan gelar Seminar Internasional bertajuk Conservation of Batik as the Cultural Heritage of Humanity yang renacananya akan dilaksanakan Sabtu 25 April 2015. Rencananya, Seminar Nasional ini akan dimulai pukul 07.30 WIB sampai selesai yang bertempat di Crystal Ballroom Hotel Aston Asia Jl. M.T. Haryono No. 1 Semarang.
Agenda Dies Natalis Unnes tahun 2015 ini, sudah digelar berbagai agenda, baik skala nasional maupun internasional. Mulai dari lomba-lomba, seminar dan acara lain dalam rangka Dies Natalis Unnes tahun 2015.
Seminar yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-50 dan Lustrum X Universitas Negeri Semarang ini akan menghadirkan beberapa pemateri. Pertama; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Keynote Speaker). Kedua; Dirjen UMKM Kementerian Perindustrian. Ketiga;  Perwakilan UNESCO se Asia Pacific, Bangkok Thailand da Keempat; Liz Williamson (Associate Profesor) Head of School Coordinator Textiles School of Design Study UNSW Australia.
Bagi yang berminat, Anda bisa mengikuti Seminar Internasional ini dengan kontribusi Indonesian Presenter: Professional : IDR 500,000 Student and Teacher: IDR 350,000 Indonesian Participant : IDR 250,000. Informasi lebih lanjut melalui website sembara.pps.unnes.ac.id.

Ikutilah Lomba Karya Tulis Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat SMA se Kabupaten Pati

0

Ikutilah Lomba Karya Tulis Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat SMA se Kabupaten Pati. Lomba terbaru 2015 ini adalah lomba pemilihan pelajar pelopor keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan tingkat SMA dan sederajat se Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Bagi yang berminat, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.
1. Pelajar SMA dan sederajat.
2. Umur maksimal 19 tahun.
3. Berbadan sehat.
4. Surat keterangan kepala sekolah.
5. Mengisis formulir pendaftaran.
6. Diutamakan bisa bahasa Inggris.
7. Pas foto hitam putih ukuran 3×4 sebanyak 2 lembar.

Jika Anda menang, silahkan Anda berhak mendapatkan juara dan hadiah sebagai berikut:
Juara 1 : Trophy dan uang Rp. 1.000.000
Juara 2 : Trophy dan uang Rp.   750.000
Juara 3 : Trophy dan uang Rp.   500.000
Juara Harapan 1 : Trophy dan uang Rp.300.000
Juara Harapan 2 : Trophy dan uang Rp.200.000

Bagi yang berminat, Anda bisa mendaftarakan diri mulai dari 23 APRIL 2015 sampai dengan 9 MEI 2015 di kantor Dishubkominfo Kabupaten Pati, yaitu di Jalan P. Sudirman Km.3 Pati, atau telepon (0295) 381406.

Untuk penilaiannya yaitu sebagai berikut:
1. Karya tulis dengan tema “Peran serta pelajar dalam keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan”.
2. Tes tertulis
3. Paparan

Untuk informasi lebih jelasnya, silahkan hubungi Bapak G. Sugiyanto 081225271210 atau Andre S 0816789881 atau Bapak Hamidun Hafid 08132563745.

Petis Runting Makanan Khas Pati Jawa Tengah

12
Petis Runting khas Kabupaten Pati. Foto: Harianjateng.com.

Siapa yang belum tahu Petis Runting Makanan Khas Pati Jawa Tengah? Makanan ini sangat maknyus dan menggoyang lidah. Sebenarnya, makanan khas Jawa Tengah tidak hanya di Kabupaten Pati saja, namun daerah lain juga, seperti makanan khas Kudus, makanan khas Blora, makanan khas Jepara, makanan khas Rembang, makanan khas Demak, makanan khas Grobogan, makanan khas Kota Semarang dan makanan khas lain di Jawa Tengah.

Selain makanan khas Pati seperti Nasi Gandul, Iwel-iwel, kelapa kopyor, Kabupaten Pati juga Petis Runting yang sangat mengoyang lidah dan maknyus di lidah. Bagi warga Pati, warga Blora, warga Kudus, warga Jepara, warga Demak, warga Rembang, warga Grobogan, dan umumnya Jawa Tengah tentu akan tertarik dan mengatakan “waw” ketika menikmati Petis Runting khas Kabupaten Pati.

Sebenarnya, siapa saja bisa menikmati Petis Runting, namun harus tahu dulu sebelum mencicipi dan menikmati makanan khas Bumi Mina Tani ini. Untuk itu, Anda harus tahu apa itu Petis Runting Pati, berapa harga Petis Runting Pati dan bisa didapatkan di mana Petis Runting Pati.

Menjamah Petis Runting Pati

Petis Runting Pati adalah salah satu makanan khas Pati. Petis Runting Pati adalah salah satu bentuk makanan atau petis dengan variasi masakan daging kambing yang hampir sama dengan gulai. Perbedaanya yaitu petis kambing dicampur tepung beras dan rebusan daging.

Petis Runting Pati, bagi warga Pati biasa dimakan “lawaran” atau tanpa nasi. Akan tetapi, sebenarnya Petis Runting Pati bisa dijadikan lauk-pauk dan mejadi teman nasi saat makan. Namun bagi yang terbiasa, sebenarnya Petis Runting Pati bisa dimakan tanpa nasi dengan dinikmati dengan kerupuk, es teh, dan makanan yang lain.

Harga Petis Runting Pati sebenarnya sangat murah-meriah, dan bisa dibeli dari semua kalangan. Mulai dari petani, guru, tukang batu sampai PNS dan pejabat tinggi. Berapa sih harga Petis Runting Pati? Nah, harga Petis Runting Pati mulai dari Rp. 5.000, Rp. 7.000 bahkan Rp. 10.000. 

Akan tetapi, tiap warung di Pati yang menjual Petis Runting berbeda dan memiliki standar harga tersendiri. Anda harus bisa berpikir, kualitas rasa juga menentukan harga yang dipatok oleh para penjual Petis Runting khas Pati.

Para penjual Petis Runting khas Pati, jika menjual Petis Runting dengan harga Rp. 10.000, yang didapatkan biasanya sudah lengkap, yaitu meliputi sate, kikil, telinga, lidah, atau tambahan lainnya seperti kerupuk dan cemilan lain. Kalau petis yang dijual secara sederhana hanya dengan sepotong balungan sapi atau kambing, biasa dijual dengan harga Rp 1.000 saja per porsi.

Tempat penjual Petis Runting Pati secara umum dijual di Kabupaten Pati. Akan tetapi, gudang Petis Runting khas Pati ya ada di Desa Runting, Desa Payang dan juga di sebelah timur Desa Runting yaitu Desa Gadungan Kabupaten Pati.

Selain di desa-desa itu, Anda juga bisa mendapatkan Petis Runting Pati di sekitar Jalan Raya Pati-Runting atau Anda bisa membelinya di  sekitar SMA/SMK Muhammadiyah Pati, jalan masuk sekitar Desa Payang, BMT Fastabiq dan sekitar Jalan Raya Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Pati.

Apakah Anda tertarik dengan Petis Runting Pati? Silahkan datang dan nikmati Petis Runting khas Kabupaten Pati. Selain maknyus, Petis Runting Pati juga murah meriah dan merakyat.

(Laporan Kuliner Harian Jateng).

Jembatan Gantung Kali Juwana Pati Ditutup Kamis 24 April 2015

9


Jembatan baru yang dibangun dari konsturksi baja.

Pati, Harianjateng.com – Sesuai rencana, jembatan gantung kali Juwana Pati ditutup Kamis 24 April 2015. Jembatan tersebut, berada di Dukuh Guyangan, Desa Purworejo, Kecamatan Kota Pati dan Dukuh Sampang, Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Rencananya, jembatan gantung tersebut akan ditutup total mulai Kamis (24/4/2015).
Menurut Suyoto petugas lapangan dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pati, mulai Kamis (24/4/2015), jembatan gantung yang biasa dilewati warga sekitar tersebut akan ditutup total seperti yang dilansir website resmi Pemerintah Kabupaten Pati. “Akan tetapi, bagi pengguna jalan yang hendak ke Kecamatan Winong dan Pucakwangi, disarankan lewat Gabus dan sebaliknya,” ujar dia.
Penutupan jembatan gantung di kali Juwana Pati tersebut, karena ada jembatan dari baja yang mulai dibangun. Dari pembangunan tersebut, mengakibatkan akses jalan dari jalan raya Pati-Juwana ke Kecamatan Jakenan, Winong, Pucakwangi dan sekitarnya tak bisa dilewati. Maka dari itu, para pengendara motor dari Pati Kota yang akan menuju ke Jakenan atau sebaliknya, lebih cocok lewat Juwana.
Salah seorang warga Winong Pati, Hakim Alif Nugroho (23) mengatakan bahwa aktivitas warga akan terhambatan jika rencana penutupan jembatan gantung tersebut terlaksana. “Ya pasti ribet, kalau disuruh muter lewat Juwana, tapi mau gimana lagi,” ujar dia kepada wartawan Harianjateng.com, Senin (20/4/2015).
Kalau mau lewat agak dekat, kata Hakim, bisa lewat Desa Glonggong Jakenan atau lewat Desa Minto Basuki Gabus. “Soalnya Jakenan, Winong, Gabus itu satu arah dan gabung, kalau jembatan gantung itu ditutup pasti ribet,” kata dia. (Red-Harian Jateng/Pemkab Pati).