Beranda blog Halaman 2

BI Perwakilan Tegal Beri Bantuan Sembako Kepada Ratusan Pelaku Wisata di Brebes

0

Brebes,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Brebes bersama Bank Indonesia Perwakilan Kota Tegal memberikan bantuan sosial berupa paket sembako kepada ratusan pelaku wisata di Kabupaten Brebes. Selain menerima bantuan, sebelumnya ratusan pelaku wisata itu juga mendapatkan vaksin untuk dosis pertama.

Kabupaten Brebes memiliki sekitar 50 tempat wisata wisata baik yang dikelola pemerintah maupun kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Namun selama masih Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), tempat wisata ditutup.

Untuk meringankan beban ekonomi mereka, Pemda Brebes Bersama Bank Indonesia Perwakilan Tegal memberikan bantuan berupa paket sembako. Selain itu, mereka yang mendapatkan bantuan sembako, diharuskan mengikuti vaksin corona di dua tempat, yakni di Aula Islamic Center Brebes dan Pendopo Bupati Brebes.

“Kita undang mereka. Alhamdulillah, dari Bank Indonesia memberikan 200 ribu per-orang berupa sembako, dari Baznas uang saku sejumlah 75 ribu. Terus dari Pemerintah Daerah, kita vaksin mereka. Termasuk dari Bank Jateng juga,” ungkap Bupati Brebes, Idza Priyanti usai menyerahkan bantuan sembako dari Bank Indonesia Perwakilan Tegal secara simbolis kepada perwakilan pelaku wisata, Rabu (15/9) di Islamic Center Brebes.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Tegal, M. Taufik Amrozy menambahkan, Bank Indonesia terus konsen membantu masyarakat yang terdampak kebijakan PPKM, salah satunya dengan memberikan bantuan sosial ini.

Dia menyebut, Bank Indonesia mendukung pertumbuhan ekonomi Nasional dengan sinergi yang erat bersama Pemerintah. Tak hanya itu, pihaknya mengaku mendukung penuh percepatan vaksinasi Covid-19. Hal ini, menurutnya, juga dilakukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

“Jadi BI ini, kalau secara nasional sinergi dengan pemerintah dalam rangka menjadi bagian untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” ungkapnya usai memberikan bantuan secara simbolis kepada mereka di Pendopo Bupati Brebes.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan, BI juga punya program bantuan sosial, ada yang untuk mendukung UMKM yaitu bantuan teknis UMKM, ada yang untuk penanganan bencana. Salah satunya, karena pandemi Covid ini ada bantuan sembako 450 paket untuk pelaku wisata di Kabupaten Brebes.

“Termasuk hari ini, kita salurkan bantuan serupa untuk pelaku wisata di Brebes. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban mereka selama masa pandemi,” pungkasnya. (Gust).

Upaya Turunkan Level, Ratusan Pelaku Wisata Brebes Divaksin

0

Brebes,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Brebes selama ini terus berupaya keras menurunkan level PPKM dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Kali ini, Pemda Brebes melibatkan Bank Indonesia (BI) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Brebes dalam kegiatan vaksinasi bagi para pelaku dan pengelola pariwisata se Kabupten Brebes.

Usai mereka divaksin, Bupati Brebes Idza Prianti dan Kepala Kantor BI Perwakilan Tegal secara simbolis memberikan bantuan sosial berupa paket sembako kepada sejumlah pelaku usaha di Kabupaten Brebes. Kegiatan vaksinasi dan pemberian bansos tersebut, dilakukan didua tempat yakni di Islamic Center dan Pendopo Bupati Brebes pada Rabu (15/9).

“Dampak Covid-19, menjadikan tempat wisata terpaksa ditutup sementara yang menjadikan seluruh pelaku dan pengelola pariwisata mengalami penurunan penghasilan. Saya minta maaf, karena semata-mata untuk mengendalikan penyebaran Covid-19,” ujar Idza.

PPKM level 3, lanjut Idza, berdampak luar biasa pada sektor pariwisata. Baik pelaku maupun pengelola pariwisata supaya bersabar karena mobilitas masyarakat dan kerumunan tidak diperbolehkan.

“Ada 50 destinasi wisata yang tersebar di wilayah Kabupaten Brebes tutup sementara akibat kebijakan PPKM,” terangnya.

Dikatakan Idza, memang kebijakan tersebut sepertinya kurang populis atau tidak berpihak kepada sebagian masyarakat kecil. Terlebih masyarakat yang menggantungkan roda perekonomiannya pada sektor pariwisata.

Selain vaksin, sembako senilai Rp 200 ribu juga diberikan kepada 450 pelaku dan pengelola Pariwisata. Juga diberikan uang saku senilai Rp 50 – Rp 75 ribu, tergantung pada jauh dekatnya domisili dari Brebes.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal M Taufiqk Amrozy menjelaskan, ratusan pelaku wisata di Brebes ini tidak hanya divaksin, tetapi mereka juga mendapatkan paket sembako. Dia mengaku turut peduli karena Pandemi Covid-19 belum mereda, yang berdampak signifikan bagi tatanan kehidupan dan perekonomian di Indonesia.

“BI bersinergi dengan Pemkab Brebes melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) memberikan bantuan senilai Rp 83,9 juta atau 450 kantong paket sembako,” ungkapnya.

Salah satu pelaku wisata, Budi yang dari Obyek Wisata Randusanga Indah (Par In) mengaku senang dengan bantuan vaksin, sembako dan uang sakut. Karena sudah hampir dua tahun tidak mendapatkan penghasilan akibat tidak beroperasinya Par In. Dia berterima kasih kepada Pemkab Brebes dan BI atas bantuan yang diterimanya.

“Alhamdulillah, saya sudah divaksin, dan mendapat sembako serta uang, semoga korona cepat berakhir,” tuturnya. (Hms/Gust)

Usai Divaksin, Ratusan Pelaku Wisata di Brebes Dapat Bantuan Dari Bank Indonesia

0

Brebes,- Setelah mengikuti vaksinasi, ratusan pelaku wisata yang terdampak PPKM di Kabupaten Brebes mendapat bantuan sosial berupa paket sembako dari Bank Indonesia (BI) Perwakilan Tegal dan uang saku dari Baznas Kabupaten Brebes. Bantuan itu dimaksudkan untuk meringankan beban mereka selama tempat wisata ditutup.

Pemkab Brebes mengundang pelaku wisata untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Islamic Center, Brebes, Rabu (15/9/2021). Kegiatan vaksinasi tersebut, dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Bupati Brebes Idza Priyanti mengatakan, ada sekitar 50 tempat wisata se Kabupaten Brebes yang belum dibuka. Hal itu, dikarenakan Kabupaten Brebes ini masih masuk PPKM level 3. Mereka diundang untuk mengikuti vaksinasi.

“Kita undang mereka. Alhamdulillah, dari Bank Indonesia memberikan 200 ribu per-orang berupa sembako, dari Baznas uang saku sejumlah 75 ribu. Terus dari Pemerintah Daerah, kita vaksin mereka. Termasuk dari Bank Jateng juga,” ungkapnya usai menyerahkan bantuan sembako dari BI Perwakilan Tegal secara simbolis kepada perwakilan pelaku wisata.

Meskipun tempat wisata di Brebes masih tutup akibat penerapan PPKM, Bupati berharap, para pelaku wisata terus semangat dan tetap melakukan kegiatan lain yang sifatnya untuk meningkatkan ekonomi.

Selama PPKM, kata Idza, mereka yang menggantungkan hidupnya di sektor pariwisata, baik pedagang, tukang karcis, tukang parkir, petugas kebersihan dan lainnya terdampak akibat penutupan tempat wisata.

“Saat ini, untuk PPKM level 3 dan level 4 tempat wisata belum boleh dibuka. Brebes masih level 3 untuk penerapan PPKM, jadi belum bisa dibuka,” lanjut Idza.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemda Brebes yaitu mengundang sekitar 450 pelaku wisata untuk mengikuti vaksinasi tersebut. Usai divaksin, mereka juga mendapat bantuan sembako dan uang saku.

“Jadi hari ini total keseluruhan 450 orang yang mendapatkan bantuan sembako dari BI, dari Baznas dan dari Bank Jateng. Mereka juga divaksin,” ucapnya. (Gust)

Masuk PPKM Level 4, Ini Penjelasan Bupati dan Direktur RSUD Brebes

0

Brebes,- Pemerintah pusat telah mengumumkan keputusan PPKM Jawa Bali diperpanjang kembali hingga 20 September 2021. Selanjutnya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menerbitkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 42 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3 dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

Seperti dijelaskan dalam Imendagri tersebut, Kabupaten Brebes ialah satu-satunya daerah berstatus PPKM Level 4 di Jawa Tengah. Yang demikian itu berarti, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kembali naik dari level 3 ke level 4.

Terkait hal itu, Bupati Brebes Idza Priyanti menjelaskan, dalam input data laporan COVID-19 telah terjadi akumulasi jumlah kematian dan kasus positif Corona akibat keterlambatan (delay).

“Hal ini karena ada data delay yang dimasukkan bulan September, yaitu data Juni, Juli sampai Agustus. Data bulan-bulan itu baru masuk bulan September,” kata Idza, Selasa (14/9), saat ditemui sejumlah wartawan di rumah dinasnya.

Keterlambatan entry data ini, kata Idza, diakibatkan petugas rumah sakit yang menangani laporan kasus corona tidak melaporkan setiap hari. Sehingga, jumlah yang dilaporkan terkait kasus Covid-19 tidak sesuai dengan kondisi real di lapangan. Padahal, tegasnya, petugas pelapor harus input kasus Corona setiap hari, termasuk data vaksin COVID-19, bed occupancy rate (BOR), kasus positif dan angka kematian.

“Seharusnya entry data dilakukan setiap hari oleh petugas rumah sakit, termasuk data vaksin, BOR, konfirmasi positif dan data lainnya. Contohnya, kasus konfirmasi positif di Brebes mulai tanggal 7-13 September sebanyak 152 orang padahal riilnya di lapangan hanya 45 orang. Kemudian kasus kematian yang tercatat 90 pada kenyataannya (se-Kabupaten Brebes) hanya 4 orang selama dua pekan kemarin,” bebernya.

Selain itu, tekait Brebes level 4, Bupati Brebes menerangkan, Plt Kepala Dinas Kesehatan sudah menjelaskan kepada Gubernur Jawa Tengah.

“Ternyata memang data dari pusat, data dari Provinsi Jawa Tengah dan data dari Kabupaten Brebes ini belum akurasi. Artinya apa, data yang ada saat ini belum sinkron. Karena ada data yang terlambat dimasukan,” lanjutnya.

Idza mengungkapkan, menurut data dari Dinas Kesehatan Jawa Tengah, kasus angka Covid-19 mencapai 152 pasien. Padahal, data real di lapangan selama sepekan terakhir (7-13 September) hanya ada 45 kasus konfirmasi Covid-19. Dan, untuk angka kematian data dari Dinas Kesehatan Jawa Tengah tertulis 90 pasien, padahal realnya dalam sepekan terakhir angka kematian di Brebes hanya 4 kasus.

Selanjutnya, keterisian tempat tidur rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) dari seluruh rumah sakit di Brebes, baik rumah sakit negeri maupun swasta dari 400 tempat tidur hanya terisi 20 bed atau hanya sekitar 5 persen.

“Banyak data yang harusnya dimasukkan oleh petugas, namun belum dimasukan. Mungkin mereka kewalahan atau terlambat, sehingga ini harus segera ditindaklanjuti,” tambah Idza.

Idza menegaskan, secara real di lapangan Brebes masih berada dilevel 3. Namun, karena adanya delay data, Brebes masuk level 4.

“Saya sampaikan ke masyarakat, bahwa kita berada di PPKM Level 3, itu berdasarkan kondisi real di lapangan yang angka kematian dan kasus terkonfirmasi yang terus menurun,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga meminta dengan tegas kepada seluruh petugas yang mengentry data agar benar-benar mengupdate data setiap hari. Sehingga, kejadian delay data seperti saat ini tidak terjadi kembali.

“Jadi kami mohon untuk petugas pengentry data itu harus benar-benar mengupdate data setiap hari. Kalau mereka tidak bisa saya ultimatum rumah sakit itu harus ada sanksi,” tandasnya.

Disisi lain, Direktur RSUD Brebes dr Rasipin mengatakan, pasien Covid-19 yang rawat di RSUD Brebes hanya berjumlah 10 pasien. Sedangkan untuk keseluruhan, total se- Kabupaten Brebes masih tersisa 20 pasien.

“Kasus kematian akibat Covid-19 dalam satu minggu terakhir jumlahnya ada 4 orang, salah satunya dari RSUD Brebes. Sedangkan untuk hari ini kosong” jelasnya.

Pihaknya mengakui, keterlambatan data itu dikarenakan pada bulan Juli kemaren banyak petugas administrasi terkonfirmasi positif Covid-19 dan menjalani Isolasi Mandiri (isoman) di rumahnya masing-masing.

“Secara umum atau nasional, pada bulan Juni hingga Juli itu kan banyak petugas kesehatan yang terkonfirmasi, isolasi mandiri (isoman) dirumah. Tidak dipungkiri juga banyak petugas yang input data Corona juga ikut isoman. Pada bulan Juli terutama, data yang seharusnya di input, karena petugasnya isoman kan berarti macet,” imbuhnya.

Sementara, imbuhnya, tenaga kesehatan di RSUD Brebes saat itu menjadi berkurang dan lebih difokuskan pada penanganan pasien, sedangkan yang bersifat administrasi menjadi sedikit terbengkalai.

“Baru setelah isomannya selesai, bulan Agustus, data tersebut mulai di input. Jadilah seperti ini, sehingga seolah- olah terjadi peningkatan. Padahal secara riilnya dalam dua minggu ini sudah turun drastis,” terangnya.

Rasipin mencontohkan, untuk ketersediaan BOR di RSUD Brebes sudah kami kurangi, yaitu dari 201 dibulan Juli, masuk bulan September untuk pasien Covid-19 menjadi 107 BOR.

“Kemudian, dari 107 tempat tidur ini, pasiennya hanya 10 (orang) kan berarti tidak ada 10 persennya,” pungkasnya. (Gust)

Wujud Kemitraan Angkat Produk Lokal, Alfamart Pasarkan Produk UMKM Brebes

0

Brebes,- Pengelola jaringan minimarket Alfamart yakni PT Sumber Afaria Trijaya Tbk berkomitmen ikut mengangkat produk – produk UMKM lokal di wilayah Kabupaten Brebes.

Adapun, sejumlah produk lokal yang telah digandeng, diantaranya Dua Putra Bawang Goreng, Simbok Bawang Goreng, Teri Bawang, Awa Awa Stick Telur Asin, Rahayu Krup Telur dan Mashir Seblak Telur Asin asal brebes. Produk UMKM ini dipasarkan pada jaringan toko Alfamart wilayah brebes dan sekitarnya.

Deputy Branch Manager Alfamart, Nur Setyawan mengatakan, komitmen ini merupakan bentuk dukungan Alfamart untuk meningkatkan daya saing produk UMKM Brebes. Agar masyarakat dapat menjangkau dengan mudah di toko modern.

Dari program ini, menurutnya, sebagai bentuk kemitraan dan dukungan kepada para pelaku usaha. Selain itu dapat memotivasi mereka agar dapat terus tumbuh dan berkembang.

“Kami terbuka bagi produk lokal yang ingin dipasarkan di jaringan toko kami. Selama produk yang ditawarkan memiliki standar kualitas yang baik, serta dapat memenuhi kuantitas pasokan produknya,” terangnya, Senin (13/9/21) kemarin.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Brebes, Drs. Zaenudin M.Si menyambut baik kemitraan yang dibuat oleh Alfamart.

“Saya berharap dengan kemitraan yang terjalin dengan toko modern seperti Alfamart usaha UMKM Kabupaten Brebes bisa semakin berkembang dan semakin dikenal masyarakat luas,” pungkasnya. (*/Gust)

*Pengirim; Eko Mujianto selaku Branch Corporate Communicaton PT Sumber Afaria Trijaya Tbk

Ada Balita Gemar Makan Tanah, Dewi Aryani Minta Pemkot Tegal Lebih Peka

0

TEGAL – Adanya balita berusia 3,5 tahun yang gemar makan tanah dan serpihan tembok ternyata menarik perhatian dari Anggota DPR RI Dr. Dewi Aryani, M.Si. Politisi dari PDI Perjuangan itu langsung meninjau rumah VF di Jalan Metro, Gang Kresna RT 03 RW 01 Kelurahan Debong Lor, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal Selasa (14/9) siang.

Menurut Dewi Aryani, selain kemiskinan, faktor yang lain juga menjadi pemicu VF lahir mengalami mall nutrisi. Pertama, karena rumahnya memang menjadi gudang penyimpanan barang-barang yang menjadi sumber limbah B3.

“Jadi barang-barang elektronik itu tidak semuanya padat ada bahan-bahan cair yang sangat berbahaya apabila ada dalam satu rumah,”katanya.

Saat hamil, kata Dewi, memang ibunya gemuk, tetapi karena terkontaminasi maka terjadi proses kehamilan yang tidak normal. Selain itu, juga kurang gizi karena kondisi rumahnya juga sangat memprihatinkan.

“Jadi kondisi rumahnya memang cukup memprihatinkan. Sanitasinya tidak ada, dapurnya juga masih pakai kayu,”tandasnya.

Menurut politisi yang akrab disapa Dear itu, keluarga Carmo orang tua VF belum mendapatkan bansos karena ternyata KK dan KTPnya belum sesuai dengan tempat tinggalnya. Sehingga, dirinya menyarankan untuk mengurusnya dulu.

“Nanti saya akan meminta ketua DPRD untuk membantu menguruskan. Sehingga mereka yang masuk ke kategori tidak mampu bisa mendapatkan bantuan-bantuan sosial,selain itu perlu pembinaan mental spiritual orang tuanya agar lebih memahami pentingnya kebersihan sebagian dari Iman, sy lihat mereka juga tidak punya peralatan untuk ibadah, saya akan segera memberikan bantuannya juga”tandasnya.

Dewi juga kembali mengingatkan kepada Pemkot Tegal untuk lebih intensif melakukan pengawasan daerah-daerah kumuh untuk dilakukan pendataan. Untuk kemudian dilakukan gotong royong membersihkannya, sekaligus pendataan KTP KK yang tidak sesuai atau belum punya.

“Kalau belum maka bisa diurus agar mereka bisa mendapatkan bantuan sosial,”ujarnya.

Dewi menambahkan memang dibutuhkan peran dari Kepala Daerah, Lurah dan Camat untuk turun ke bawah. Karena jangan sampai mereka yang tinggal di wilayah tidak terdeteksi padahal tinggal disana.

“Jadi ini kepekaan dari Pemkot dan semua pihak diperlukan dalam situasi ini agar bisa membantu warga yang mengalami persoalan seperti ini,”pungkasnya. (Gust)

Jasad Bocah Tenggelam di Sungai Pemali, Akhirnya Ditemukan

0

Brebes,- Setelah di lakukan pencarian dengan cara penyelaman akhirnya Tim SAR Gabungan berhasil temukan pemuda yang tenggelam di Sungai Pemali, Desa Lengkong, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah dengan Keadaan Meninggal Dunia.

Sebelumnya, seorang anak berusia 11 tahun di Kabupaten Brebes dikabarkan tenggelam di sungai Pemali, Senin (13/9). Tim gabungan pun melakukan upaya pecarian terhadap bocah yang tenggelam di sungai sekitar Desa Lengkong Kecamatan Wanasari.

Kapolsek Wanasari AKP Mulyono mengatakan, awal mula peristiwa ialah saat itu korban, dan dua temannya, Ilman Maulana (11) dan Ismail Al Falah (8) sekitar pukul 10.30 berenang di sungai Pemali, masuk Desa Lengkong Kecamatan Wanasari. Saat itu, kondisi sungai dangkal dan tidak ada arus, sehingga mereka berenang di lokasi tersebut.

Korban yang belum ditemukan adalah Sigit Nur Ismail (13), warga Desa Glonggong Kecamatan Wanasari dikabarkan tenggelam pada Senin (13/9) sekitar pukul 11.30. Pecarian dilakukan setelah Kepala Desa Glonggong Amrun Hakim melaporkan peristiwa tersebut kepada Polsek Wanasari.

Hal senada juga disampaikan, Koordinator SAR Brebes Waryadi mengatakan, dimana sebelumnya 3 bocah mandi di aliran sungai Pemali tepatnya di penambangan perahu, Desa Lengkong, Kecamatan Wanasari, Brebes.

“Kemudian sekitar pukul 11.30 saudara Saksi mendengar teriakan dari ketiga anak tersebut dan ternyata tenggelam dan bergegas menolong. Dua anak, yakni Ilman dan Ismail berhasil diselamatkan sedangkan yang bernama Sigit tidak berhasil diselamatkan,” ungkap Waryadi dalam laporan tertulisnya.

Lalu, setelah dilakukan pencarian dan penyisiran belum juga ditemukan. Dan, dihari ke 2, Senin (13/9) korban, Sigit Nur Ismail baru ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB, dalam keadaan meninggal dunia.

“Alhamdulilah Korban saat ini telah ditemukan pukul 09.00 WIB sejauh dua kilometer dari lokasi kejadian. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. dan Opsar gabungan ditutup. Terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam Opsar Gabungan ini,” pungkasnya. (Gust)

AKBP Faisal Febrianto Pimpin Upacara Sertijab Kasat Intelkam Polres Brebes

0


Brebes,- Kapolres Brebes AKBP Faisal Febrianto, SIK, M.SI., pimpin upacara serah terima jabatan Kasat Intelkam Polres Brebes dari AKP Edi Sudarmono, S.H. kepada IPTU Suhermanto, SH. Senin (13/09).

AKP Edi Sudarmono, S.H. mantan Kasat Intelkam Polres Brebes dipromosikan sebagai Kasat Intelkam Polres Kendal Polda Jateng. Sementara Jabatan Kasat Intelkam Polres Brebes diserahkan kepada IPTU Suhermanto, SH Jabatan Lama Panit III Subdit III Dit Intelkam Polda Jawa Tengah.

Kegiatan Upacara dilaksanakan secara sederhana dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan secara ketat.

Dalam sambutanya, Kapolres Brebes AKBP Faisal Febrianto mengatakan, pergantian pejabat di lingkungan kepolisian merupakan hal rutin dan biasa. “Hal ini untuk memberikan kesempatan pengalaman dan keluasan wawasan bagi pejabat yang bersangkutan dalam pengembangan diri maupun jenjang karir berikut yang sesuai dengan tujuan pembinaan personel,” ungkap Kapolres.

Ia juga berpesan kepada pejabat Baru agar dapat menyesuaikan di tempat yang baru dengan pengalamanya, kenali betul dan lakukan tugas dan tanggung jawab yang sudah di berikan. Petakan kembali daerah-daerah rawan gangguan kamtibmas di wilayah Hukum Polres Brebes serta antisipasi adanya klaster-klaster baru penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Brebes.

Diakhir sambutanya, Kapolres Brebes berpesan agar, agar Pejabat baru yang melaksanakan sertijab hari ini terus dan tingkatkan dalam bekerja serta melayani masyarakat terlebih dalam masa pandemic Covid-19 ini.

“Disiplin dan juga ethos kerja yang tinggi dalam pelaksanaan tugas serta memberikan pengabdian dan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara secara professional dan mendukung terciptanya Postur Polri yang Presisi,” pungkas AKBP Faisal. (hms/Gust)

Di Istana Wakil Presiden RI, Bupati Brebes Terima Penghargaan Abdi Bakti Tani 2021

0

Brebes,- Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH menerima penghargaan Abdi Bakti Tani 2021 dari Kementerian Pertanian yang diserahkan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (13/9). Kabupaten Brebes meraih penghargaan kategori Kabupaten Dengan Peningkatan Produksi Padi Tertinggi Tahun 2019-2020.

“Alhamdulillah, Brebes mendapatkan penghargaan pertanian. Namun sebenarnya, ini penghargaan buat masyarakat Brebes khususnya para petani yang terus gigih memproduksi hasil-hasil pertanian, kendati dicekam pandemi,” ungkap Idza Priyanti usai menerima penghargaan di Istana Wakil Presiden RI, Jalan Merdeka Selatan Nomor 13 Jakarta Pusat, Senin (13/9).

Idza mengaku bangga dengan kegigihan para petani Brebes yang tangguh menghadapi pandemi Covid-19, bahkan terjadi peningkatan produksi padi tertinggi sepanjang 2019-2020. Petani Padi di Brebes terbukti mampu berkontribusi terhadap ketersediaan pangan nasional hingga 70 persen dari hasil produksi padi di Brebes.

Idza berharap, kegigihan petani tak luntur termasuk minat generasi muda Brebes untuk menggeluti bidang pertanian juga terus termotivasi. Petani milenial, kata Idza, telah menggunakan teknologi pertanian sehingga tidak sepenuhnya menggunakan tenaga manusia. Pertanian di Brebes alih teknologi, alat-alat mesin pertanian sudah banyak dikuasai oleh petani-petani muda.
“Petani milenial, sudah menggunakan komputer, teknologi informasi dan komunikasi, dan juga mesin-mesin modern sehingga mampu meningkatkan hasil produksi,” tandas Idza.
Sebanyak 9 Gubernur dan 10 Bupati yang menerima Penghargaan Abdi Bakti Tani 2021, yakni Gubernur Lampung, Jawa Timur, Banten, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dan Sulawesi Utara. Sedangkan untuk Pemkab diberikan kepada Bupati Brebes, Bintan, Cilacap, Kota Baru, Deli Serdang, Ngawi, Oku Timur, Gresik, Kota Waringin Barat dan Bupati Semarang. Penghargaan diserahkan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin kepada Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Dalam sambutannya Wapres sangat senang dengan dunia pertanian karena mampu menyerap tenaga kerja paling banyak.

Untuk itu, Kiai Ma’ruf berpesan kepada seluruh Kepala Daerah untuk berpihak kepada dunia pertanian, karena dia melihat peningkatan kesejahteraan petani masih menjadi PR bagi pemerintah.

Ketangguhan sektor pertanian merupakan kerja keras dari petani dan sumbangsih pemerintah dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Di masa pandemi dan masa-masa berikutnya, mengajarkan kita untuk berpikir kreasi guna menciptakan terobosan terobosan. Pemerintah pusat dan daerah untuk merumuskan kebijakan fasilitasi, memberikan kontribusi untuk pembangunan pertanian nasional

“Terus berpacu untuk meningkatkan produksi pertanian Indonesia, dengan bersinergi, produktif dan disiplin,” tandas Wapres.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes Ir Yulia Hendrawati MSi menjelaskan, penghargaan kepada Bupati Brebes merupakan apresiasi pemerintah pusat atas kinerja Pemkab Brebes. Karena terbukti Pemkab Brebes telah berkontribusi dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan nasional dan ketangguhan pertanian dalam menghadapi pandemi Covid-19. Pemberian penghargaan juga sebagai rangkaian peringatan Hari Tani Nasional Tahun 2021 yang jatuh pada 24 September 2021 mendatang.

Dipaparkan Yulia, produksi Padi di Kabupaten Brebes sangat menarik karena meningkat signifikan dari tahun ke tahun. Tercatat, adanya peningkatan produksi Gabah Kering Giling (GKG) Tahun 2019 sebanyak 557.823 ton per tahun dengan konsumsi 177.830 ton pertahun. Untuk tahun 2020 produksi GKG sebanyak 569.517 ton pertahun dan konsumsi 173.557 ton pertahun. Sedangkan tahun 2021 diprediksi produksi GKB bisa meningkat lagi menjadi 571.677 ton pertahun dengan konsumsi 174.939 ton pertahun.
“Gabah yang dihasilkan para petani Brebes, dikonsumsi masyarakat Brebes hanya 30 persen saja, sedangkan yang 70 persen dikonsumsi masyarakat di luar Kabupaten Brebes,” ungkap Yulia.

Produk unggulan lainnya di Brebes berupa Bawang Merah dengan produksi di tahun 2019 sebanyak 308.858,60 ton pertahun dengan konsumsi 5.065,47 ton per tahun. Ditahun 2020 produksi Bawang Merah sebanyak 401.615,50 ton pertahun dengan konsumsi sebesar 5.540,53 ton pertahun.
Kemudian untuk Cabai Merah, produksi tahun 2019 sebanyak 20.146,90 ton pertahun dengan konsumsi 5.414,62 ton pertahun. Untuk tahun 2020, produksi Cabai Merah sebesar 27.358,20 ton pertahun dengan konsumsi 5.922,4 ton pertahun.

Untuk peningkatan produktivitas produk hasil-hasil pertania, masih kata Yulia, DPKP yang dipimpinnya melakukan berbagai inovasi diantaranya melakukan gerakan sergap mandiri, bela beli Cabai ASN, beras ASN, modernisasi alat dan peningkatan indek pertanaman 400 (IP 400). Untuk IP400 total tanaman padi yang digarap seluas 302 hektar di 5 kecamatan, yakni Kecamatan Kersana, Ketanggungan, Banjarharjo, Tonjong dan Paguyangan.

Upaya pengendalian hama penyakit antara lain dengan menerapkan Rubuha atau rumah burung hantu, membuat pestisida alami yang ramah lingkungan dengan bahan dasar sisa tanaman baik buah maupun daun.

“Kami juga memasang CCTV pemantauan budidaya Padi di Desa Kradenan, Kersana,” pungkasnya. (Wasdiun)

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Bantu 20.000 Dosis Vaksin Untuk Warga Brebes

0

Brebes – Anggota Komisi IX DPR-RI menyalurkan bantuan 20.000 dosis vaksin Sinovac untuk warga Kabupaten Brebes. Bantuan vaksin itu, diserahkan Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Dewi Aryani kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Senin (13/9) di Kantor DPC PDIP Brebes.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Brebes, dr Sri Gunadi Parwoko merasa bersyukur bisa mendapatkan lebih banyak vaksin untuk warga Kabupaten Brebes. Pihaknya mengaku menerima bantuan dosis vaksin dari siapa saja baik yang dari Kementrian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan maupun melalui kemitraan TNI, Polri dan Komisi IX DPRRI.

Selain bantuan 20.000 dosis vaksin dari Komisi IX DPR RI, pihaknya juga terus pro aktif berkordinasi dengan pemerintah provinsi dan mitra kerja yang lainnya.

“Vaksin yang masuk ke kita (Brebes), baik yang melalui Dinas Kesehatan, melalui Kemitraan yaitu Komisi IX DPR RI maupun TNI / Polri sangat bagus sekali. Sekarang ini, kalo yang kemitraan dengan Komisi IV DPR bisa membawa 20.000 (dosis vaksin) itu sangat bermanfaat sekali. Karena sasaran vaksinasi Brebes ini ada sekitar 1.750.000 (sasaran),” ucapnya.

Anggota DPR RI dari Faksi PDIP, Dewi Aryani mengatakan, bantuan aspirasi vaksin Sinovac itu diberikan untuk membantu Pemkab Brebes dalam percepatan vaksinasi. Sehingga, akan cepat terbentuknya kekebalan komunal atau herd imunity.

“Bantuan vaksin ini tujuannya untuk percepatan vaksinasi di Brebes. Kami harapkan, dengan adanya bantuan vaksin ini percepatan vaksinasi di Brebes terus bertambah,” kata anggota Komisi IX DPR RI ini.

Dewi mengingatkan, Pemkab Brebes agar tetap memberlakukan secara ketat protokol kesehatan, sekaligus melakukan kontrol terhadap semua kegiatan yang melibatkan massa termasuk kegiatan vaksinasi. Diperlukan juga pemberlakukan pembagian jam untuk setiap 100 peserta vaksinasi. Ini agar tidak menimbulkan kerumunan yang berakibat menjadi cluster penularan Covid-19.

“Bantuan vaksin ini sebanyak 20.000 dosis, yang diperuntukan bagi warga di kecamatan – kecamatan yang masih rendah capaian vaksinasinya. Bantuan ini kami serahkan ke Dinas Kesehatan, untuk selanjutnya bekerjasama dengan DPC PDIP Brebes melakukan vaksinasi kepada warga,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan, Indra Kusuma menambahkan, sebetulnya ini bantuan dari anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI yaitu Mbak Dewi dan Mbak Mitha (Paramita Widya Kusuma).

“Nah, pelaksanaannya disini berarti DPC PDI Perjuangan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Brebes. Kita akan melaksanakan Vaksinasi Masal, setidaknya ada di tiga tempat, yaitu di Kantor DPC PDI Perjuangan, dan di Tonjong, kemudian di Ketanggungan,” ungkap Indra didampingi Ketua DPRD Brebes, M. Taufik.

Pihaknya, meminta agar koordinasi semua pihak untuk segera dilakukan, terkait pendataan jumlah sekolah, baik tingkat SMP, SMA dan setingkatnya. Hal itu mengingat, kegiatan belajar mengajar tatap muka di Brebes sudah dimulai.

“Untuk para pelajar harus diprioritaskan, ini perlu diatur dan dilakukan pendataan untuk segera mendapatkan vaksin. Mungkin vaksinasi untuk para pelajar ini akan kita jadwalkan di bulan Oktober,” pungkasnya. (Gust)