Beranda blog Halaman 3

Tiga Bocah Tenggelam di Sungai Pemali, Satu Belum Ditemukan

0

Brebes – Seorang anak berusia 11 tahun di Kabupaten Brebes dikabarkan tenggelam di sungai Pemali, Senin (13/9). Saat ini, tim gabungan masih melakukan upaya pecarian terhadap bocah yang tenggelam di sungai sekitar Desa Lengkong Kecamatan Wanasari.

Kapolsek Wanasari AKP Mulyono mengatakan, awal mula peristiwa ialah saat itu korban, dan dua temannya, Ilman Maulana (11) dan Ismail Al Falah (8) sekitar pukul 10.30 berenang di sungai Pemali, masuk Desa Lengkong Kecamatan Wanasari. Saat itu, kondisi sungai dangkal dan tidak ada arus, sehingga mereka berenang di lokasi tersebut.

Korban yang belum ditemukan adalah Sigit Nur Ismail (13), warga Desa Glonggong Kecamatan Wanasari dikabarkan tenggelam pada Senin (13/9) sekitar pukul 11.30. Pecarian dilakukan setelah Kepala Desa Glonggong Amrun Hakim melaporkan peristiwa tersebut kepada Polsek Wanasari.

“Sekira pukul 11.30, datang arus dari daerah hulu atau selatan, sehingga korban, dan dua temannya terbawa arus ke utara kurang lebih 10 meter menuju lokasi sungai yang dalam. Mereka bertiga tenggelam,” kata Mulyono.

Kedua temannya, Ilman Maulana (11) dan Ismail Al Falah (8) berhasil diselamatkan seseorang yang saat itu datang ke lokasi kejadian karena mendengar teriakan minta tolong. Orang itu ialah Kuntoro (42), seorang penarik jukung yang juga warga Desa Glonggong.

“Satu korban tenggelam belum ditemukan dan masih dalam pencarian dari petugas polsek dan Tim SAR,” lanjut Mulyono.

Lebih lanjut Koordinator SAR Brebes Waryadi mengungkapkan, saat itu ads tiga bocah yang bermain di sungai Pemali. Mereka bermain tak jauh dari lokasi penambatan perahu jukung di Desa Lengkong. Saat itu, penarik jukung Kuntoro mendengar teriakan minta tolong dan bergegas menolong ketiga bocah tersebut.

“Pak Kuntoro yang kesehariannya menarik jukung langsung menolong korban dan meminta bantuan temannya yang sedang menambang pasir yang kebetulan ada diseberang lokasi. Mereka melakukan pencarian. Serta segera melapor ke aparat desa setempat untuk ditindak lanjuti ke aparat yang berwenang.

“Kami melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan mendatangi lokasi untuk dilakukan penyisiran dan penyelaman dari lokasi tenggelam sampai 50 meter ke arah aliran sungai,” pungkasnya. (Gust)

Audensi di Gedung DPRD Brebes, Sejumlah Pedagang Kecil Keluhkan Berdirinya Toko Modern

0

Brebes,- Sejumlah warga yang berprofesi sebagai pedagang kecil di Desa Karangdempel, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes pada Senin (13/9/2021) mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Brebes.

Kedatangan mereka tidak lain untuk menyampaikan rasa keberatan atas berdirinya toko modern berjejaring yang berdiri di desa tersebut. Karena keberadaan toko modern itu, dinilai bisa merugikan para pelaku UMKM, yaitu pedagang kecil yang berada di sekitaran toko modern tersebut, sehingga usaha mereka mati perlahan.

Dalam audiensi yang perwakilan dari pihak-pihak terkait, sejumlah perwakilan pedagang kecil meminta kepada DPRD Brebes untuk segera meninjau ulang terkait keberadaan toko modern tersebut. Bahkan, mereka secara tegas menyatakan menolak adanya toko modern di desanya.

“Secara tegas kami menolak adanya toko modern ini. Sebab, dampaknya sudah kami rasakan,” ucap Toipah, salah seorang pedagang kecil di Desa Karangdempel, Kecamatan Losari.

Sembari menangis, Toipah berharap DPRD Brebes melakukan peninjauan ulang terutama terkait perijinan toko modern di desanya, sehingga bisa berpihak kepada para pedagang kecil. Apalagi, sebagai pedagang kecil, Toipah mengaku sangat dirugikan dengan adanya toko modern tersebut.

“Merugikan saya sebagai pedagang kecil, Pak. Usaha saya sepi. Saya mohon bantulah kami, Pak. Agar usaha saya lancar seperti dulu, bisa membiayai anak kami sekolah dan lainnya. Jangan sampai anak kami putus sekolah,” tuturnya.

Usai audensi, Nur Salim yang mewakili pedagang menyampaikan, berdirinya toko modern berjejaring di desa setempat membuat adanya rasa keberatan dikarenakan hal itu dapat menyebabkan para pelaku UMKM yang berada di sekitarannya terkesan akan menjadi mati perlahan. Sehingga, Ia bersama pedagang kecil lainnya memohon audiensi ke Gedung DPRD Brebes.

“Pertama, kami memandang perizinannya cacat, dalam proses sosialisasinya tidak melibatkan masyarakat khususnya pedagang kecil di Desa setempat. Dimana dalam sosialisasinya hanya beberapa orang yang dilibatkan, hanya melibatkan 15 orang dan itu hanya warga sekitar. Kami memandangnya sangat cacat, tidak melibatkan Pemerintah Desa juga, dalam hal ini BPD (Badan Permusyawaratan Desa). Ini hanya melibatkan Kepala Desa dan (Ketua) RT setempat,” ungkapnya.

Mestinya, kata Nur Salim, pihak BPD dan para Pedagang setempat dilibatkan. Nur salim juga menyayangkan hasil audensi itu normatif sesuai dengan Perda nomer 1 tahun 2020.

“Katanya itu masuk dalam kategori ruang pemukiman. Perlu direvisi, bahwa itu bukan pemukiman tapi pedesaan,” tegasnya.

Sementara itu, Perwakilan Manajemen Toko modern tersebut, Andi Hermawan menjelaskan bahwa untuk pendirian toko modern berjejaring tersebut sudah melalui sosialisasi dengan warga setempat. Bahkan diakuinya sampai saat ini pihaknya sudah mengantongi ijin untuk toko tersebut.

“Kalau untuk perijinan lingkungan sendiri, kami tetap melakukan sosialisasi kepada warga depan, samping kanan kiri dan belakang. Dan itu sudah sesuai dengan radius juga,” terangnya.

Menanggapi itu akhirnya, Ketua Komisi II DPRD Brebes, Nasikun menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak OPD terkait untuk melakukan langkah-langkah yang sebaiknya agar supaya tidak terjadi gejolak di tengah masyarakat. Pihaknya tidak menghalangi Investor selama tidak ada aturan yang dilanggar. Namun demikian, diharapakan agar ada komunikasi terlebih dahulu terutama dengan masyarakat.

“Dari keterangan mereka kan subyektif, jadi nanti kita akan minta keterangan yang obyektif dengan masyarakat akan adanya toko modern tersebut. Secepatnya juga kami akan berkordinasi dengan teman-teman OPD terkait mereka memberikan ijin. Dan saya kira mereka memberikan ijin juga tidak sembarangan, ada aturannya sendiri, perda-nya dan PP (Peraturan Pemerintah) nya juga ada,” terangnya. (Gust)

Tinjau Vaksinasi se-Jawa Barat, Kapolri Resmikan Gedung Baru Ponpes Assalam

0

SUKABUMI– Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri peresmian gedung baru asrama putri Pondok Pesantren Assalam sekaligus melakukan peninjauan vaksinasi massal dalam serangkaian kunjungan kerjannya di Sukabumi, Jawa Barat, Senin (13/9/2021).

Kapolri mengaku bangga dengan capaian vaksinasi di Pondok Pesantren Modern Assalam yang saat ini telah memasuki vaksinasi tahap kedua.

“Ini tentunya menjadi optimisme. Karena pemerintah saat ini sudah melakukan pelonggaran untuk pembelajaran tatap muka (PTM),” kata Kapolri di Ponpes Modern Assalam.

Kapolri berharap, dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) baik tenaga pengajar maupun seluruh siswa telah melaksanakan vaksinasi.

Dalam tinjauannya itu, Kapolri juga melakukan video conference, terhubung kepada seluruh jajaran Polda Jawa Barat yang melakukan kegiatan vaksinasi massal serentak. Kapolri menargetkan dalam vaksinasi massal serentak di wilayah Jawa Barat hari ini mencapai 40 ribu dosis vaksin yang ada di 22 titik vaksinasi massal.

Mantan Kapolda Banten ini mengapresiasi, jajaran Polda Jawa Barat mampu melebihi target vaksinasi yang diberikan. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada seluruh Polres pada wilayah hukum Polda Jawa Barat.

Kapolri sendiri menyapa langsung secara virtual kegiatan itu, diantaranya di gerai vaksinasi Masjid Amaliah Ciawi, di
Kabupaten Bogor, gerai vaksinasi SMA 1 Jamblang, Kabupaten
Cirebon, dan gerai vaksinasi Ponpes Darul Maarif Desa Kaplongan, Karangampel, Kabupaten Indramayu.

“Seluruh Wilayah Jawa Barat yang saat ini melaksanakan kegiatan vaksinasi targetnya hari ini kurang lebih 40 ribuan. Saya lihat untuk target yang diberikan beberapa hari ini sudah bisa melampaui. Sehingga target gabungan untuk nasional untuk mencapai 2 juta, kurang lebih 380 ribu. Tentunya ini menjadi tantangan kita bisa terlampaui dengan cepat,” tekan Kapolri.

Oleh karena itu, lanjutnya, dengan pengorganisasian dengan sinergi yang sangat baik antara TNI-Polri, Pemda, Dinkes dan seluruh para relawan, Listyo Sigit yakin akselerasi percepatan vaksinasi di wilayah Jawa Barat segera dapat mewujudkan kekebalan komunal atau herd immunity.

“Khususnya di wilayah-wilayah wisata yang saat ini sudah mulai dilonggarkan. Tentunya saya harapkan masyarakat yang ada disekitar area tersebut juga semuanya sudah divaksinasi, sehingga kita bisa menjaga masyarakat karena telah memiliki kekebalan terhadap Covid-19,” beber Listyo Sigit.

Pada bagian akhir, Kapolri mengingatkan wilayah Sukabumi yang PPKM-nya berada pada level 2 agar jangan terlena dengan capaian bagus tersebut. Mengingat, dengan diturunkannya level PPKM maka akan ada pelonggaran-pelonggaran di beberapa sektor.

“Bagaimana kita jangan kemudian lalai, kurang waspada, terlalu euforia, lalu kepatuhan terhadap protokol kesehatan kita tinggalkan, jadi saya ingatkan tetap dipegang penegakan prokes,” ujar Sigit menekankan.

Salah satu titik vaksinasi massal serentak ini dilakukan di Pondok Pesantren Assalam, Sukabumi. Kolaborasi antara Polri dengan Dinkes Sukabumi ini menyediakan sebanyak 1.000 dosis vaksin sinovac untuk santri, santriawti, dewan pengurus dan masyarakat umum yang berada di sekitar Ponpes.

Sementara titik vaksin lainya yakni di Masjid Amaliah, Ciawi, Jawa Barat dengan terget 2.000 dosis vaksin. Gerai Vaksinasi SMA 1 Jamblang, dengan sasaran 1.800 orang dan gerai Vaksinasi Ponpes Darul Maarif Desa Kaplongan, Karangampel, Indramayu, dengan sasaran 1.500 orang. (Hms/Gust)

Perwakilan BI Tegal Gelar Sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah

0

Tegal,- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal mengelar kegiatan sosialisasi Cinta, Bangga dan Paham (CBP) Rupiah pada Minggu 12 September 2021. Kegiatan yang juga di ikuti oleh masyarakat secara umum ini bertujuan untuk menambah literasi terhadap pemahaman uang Rupiah dan ekonomi syariah di kalangan pondok pesantren dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).

Sosialisasi bertema “Edukasi Rupiah Melalui Cinta, Bangga dan Paham” kepada masyarakat di lingkungan pondok pesantren dan (LKSA) yang dilakukan secara virtual.

Kecintaan terhadap Rupiah ditumbuhkan dengan cara mengenali filosofi uang rupiah, bagaimana merawat uang rupiah, dan menjaga diri dari tindak kejahatan uang palsu dengan pengetahuan ciri-ciri keaslian uang rupiah.

Kebanggaan terhadap Rupiah ditanamkan dengan cara menjaga kedaulatan uang Rupiah sebagai simbol negara berdaulat, dengan cara menggunakan uang Rupiah dalam setiap transaksi, dan memaknai uang Rupiah sebagai alat pemersatu bangsa.

Pemahaman terhadap Rupiah dikampanyekan dengan menjelaskan fungsi Rupiah tidak hanya sebagai alat pembayaran, namun juga sebagai alat penyimpan nilai sehingga menumbuhkan sikap bijak berbelanja dan sikap hemat. Hal ini akan menumbuhkan budaya menabung dan berinvestasi untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Selain itu, sebagai upaya Bank Indonesia untuk mendorong berkembangnya ekonomi dan keuangan syariah pada kesempatan sosialisasi ini juga akan diberikan materi terkait dengan literasi ekonomi syariah. Bank Indonesia concern dalam pengembangan ekonomi syariah agar dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru nasional yang strong, balance, sustainable and inclusive.

Indonesia sebagai salah satu negara dengan populasi masyarakat muslim terbesar dunia harus mampu menjadi negara produsen produk halal sebagaimana negara-negara lain seperti: Thailand (bumbu-bumbuan halal), Brazil (ayam halal), Australia dan New Zealand (daging sapi halal), dan Tiongkok (tekstil berlabel halal).

Negara-negara tersebut adalah negara dengan penduduk mayoritas non muslim. Berkembangnya usaha produktif berbasis pesantren pada akhirnya dapat mendorong akselerasi ekonomi syariah nasional sebagai penopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain ekonomi syariah, Bank Indonesia juga berkontribusi nyata dalam upaya pemulihan ekonomi nasional baik melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar perdana sebagai bagian dari sinergi kebijakan Bank Indonesia dan Pemerintah untuk pendanaan APBN 2021. Hingga 15 Juni 2021, pembelian SBN di pasar perdana tercatat sebesar Rp116,26 triliun yang terdiri dari Rp40,80 triliun melalui mekanisme lelang utama dan Rp75,46 triliun melalui mekanisme Greenshoe Option (GSO).

Selanjutnya pada tanggal 23 Agustus 2021, Bank Indonesia bersama Kementerian Keuangan melakukan penandatanganan SKB III yang mengatur pembelian surat berharga negara di pasar Perdana oleh Bank Indonesia, pengaturan partisipasi antara Pemerintah dan BI untuk pengurangan beban negara, untuk pendanaan anggaran penanganan kesehatan dan kemanusiaan dalam rangka penanganan dampak Covid-19 termasuk pembelian vaksin Covid-19.

Selaras dengan hal tersebut, pada sosialisasi CBP Rupiah kali ini kami mengundang Ketua IDI Cabang Tegal, Bp. dr. M. Sofwan Arifi sebagai salah satu narasumber untuk memberikan sosialisasi kebiasaan baru masyarakat di era pandemi Covid-19. Hal ini, merupakan wujud nyata dari kepedulian Bank Indonesia dalam meningkatkan wawasan kesehatan kepada masyarakat di lingkungan pondok pesantren dan LKSA di era pandemi Covid-19.

Pengetahuan tentang kesehatan dapat memberikan pemahaman terhadap tingkat keinginan (awareness) masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Masyarakat yang sadar dalam penerapan protokol kesehatan akan secara langsung turut mensukseskan program pemerintah dalam pemutusan rantai penularan Covid-19 yang pada gilirannya dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi daerah maupun nasional. (Gust)

Besok, Bupati Brebes Terima Penghargaan dari Wakil Presiden

0

Brebes,- Bupati Brebes, Idza Priyanti akan menerima penghargaan Abdi Bakti Tani 2021 dari Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (13/9)

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Dinkominfotik) Kab Brebes Tatag Koes Adianto membenarkan, Bupati akan mendapatkan penghargaan atas dasar surat undangan dari Kementerian Pertanian Nomor : 149/TU.020/M/9/2021 tanggal 9 September 2021, dimana Pemerintah Kabupaten Brebes termasuk daerah penerima penghargaan tersebut bersama 19 daerah lainnya.

Berikut 19 daftar daerah penerima Penghargaan Abdi Bakti Tani 2021 di Istana Wakil Presiden, Jakarta:

  1. Gubernur Lampung
  2. Gubernur Jawa Timur
  3. Gubernur Banten
  4. Gubernur Jawa Tengah
  5. Gubernur Kalimantan Timur
  6. Gubernur Jambi
  7. Gubernur Sumatera Selatan
  8. Gubernur Kalimantan Barat
  9. Gubernur Sulawesi Utara
  10. Bupati Bintan
  11. Bupati Cilacap
  12. Bupati Brebes
  13. Bupati Kota Baru
  14. Bupati Deli Serdang
  15. Bupati Ngawi
  16. Bupati Oku Timur
  17. Bupati Gresik
  18. Bupati Kota Waringin Barat
  19. Bupati Semarang.

“Brebes mendapatkan apresiasi, bersama 9 Gubernur dan 10 Bupati yang akan menerima penghargaan Abdi Bakti Tani 2021 di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta,” ujar Kepala Dinkominfotik Tatag Koes Adianto, Minggu, (12/9).

Lanjut Tatag, penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat atas kinerja Pemerintah Kabupaten Brebes yang telah berkontribusi dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan, dan ketangguhan pertanian dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan keunggulan produk pertanian sekaligus sebagai rangkaian peringatan Hari Tani Nasional Tahun 2021 yang jatuh pada 24 September 2021 mendatang.

Bupati akan bertolak ke Jakarta Minggu (12/9) karena sehari sebelum pelaksanaan, Kepala Daerah yang diundang harus melakukan test PCR dirumah sakit yang ditunjuk di Jakarta, sebagai prasyarat memenuhi undangan Wakil Presiden RI.

Bupati akan didampingi Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kab Brebes Dra Yulia Hendrawati MSi dan Pejabat lainnya. (Hms/Gust)

Anggota DPR Beri Bantuan Rp 30 Juta, Kurdi; Terima Kasih Mbak Mitha

0

Brebes,- Anggota Komisi VII DPR RI Hj Paramitha Widya Kusuma SE MM di sela-sela kegiatan Survei Bantuan BSPS 2021 beserta rombongan pengurus DPC PDI Perjuangan pada Sabtu, 11 September 2021 menyambangi rumah keluarga Kurdi (70), warga Desa /Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Paramitha yang akrab disapa Mbak Mitha ini berkesempatan memberikan bantuan untuk rehab rumah milik keluarga Kurdi yang sudah tak layak huni.

Mitha bersama rombongan yang terdiri dari Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes H. Indra Kusuma Ssos beserta Istrinya, Hj Maryatun, Ketua DPRD Brebes M. Taufik, SSn dan sejumlah anggota DPRD dari Fraksi PDIP Brebes diantaranya H. M. Rizki Ubaidilah, Hj Tri Murdingsih SPsi MPsi dan Waraskahyanti. Mereka datang menyerahkan bantuan untuk membantu merehab rumah tersebut agar lebih layak untuk tempat tinggal.

Kedatangan mereka pun disambut haru oleh keluarga Kurdi. Bahkan, Kurdi beserta keluarga tidak banyak berkata-kata, hanya isak tangis yang terlihat saat mereka menyambut rombongan Mbak Mitha.

Wakil rakyat dari Dapil Jateng IX ini mengatakan, kedatangannya bersama tim DPC PDI Perjuangan dalam rangka memberikan bantuan untuk keluarga Kurdi yang saat ini menempati rumah yang sudah tak layak huni.

“Hari ini, kita salurkan bantuan uang Rp 30 juta, dari pribadi saya dan pribadi Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, Bapak Indra Kusuma beserta Ibu Hj Maryatun. Bantuan tersebut untuk membeli material bangunan dan menambah biaya rehabnya,” tandas Mbak Mitha.

Ia menambahkan, bantuan yang diberikannya ini sebagai wujud kepedulian sosial untuk keluarga Kurdi.

Sementara, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, H Indra Kusuma SSos mengemukakan, bantuan yang diberikan kepada.keluarga Kurdi merupakan pancingan saja. Artinya, dengan bantuan ini akan mengetuk hati nurani warga atau masyarakat sekitar rumah keluarga Kurdi bahkan juga masyarakat Kecamatan Ketanggungan khusisnya.

“Apa salahnya warga yang mampu untuk membantu keluarga Bapak Kurdi, yang memiliki rumah sangat tidak layak huni untuk ditempati. PDI Perjuangan sebagai salah satu parpol di Kabupaten Brebes sangat peduli dengan nasib warga yang kurang beruntung,” papar Indra yang juga Ketua Kadin Kabupaten Brebes.

Sedangkan Kurdi mengaku sangat beruntung menerima bantuan untuk rehab rumahnya dari Mbak Mitha dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes.

“Berulang kali, rumah saya yang tak layak huni didatangi beberapa anggota dewan, tapi cuma datang untuk melihat saja. Sedangkan Mbak Mitha dan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes datang dan langsung memberikan bantuan. Sekali lagi, terima kasih Mbak Mitha dan Mas Uki beserta rombongan PDI Perjuangan Kabupaten Brebes,” pungkasnya. (Gust)

Paramitha Widya Kusuma Salurkan Bantuan BSPS Rehab 100 Rumah

0

Brebes,- Anggota Komisi VII DPR RI Paramitha Widya Kusuma melakukan kegiatan Survei Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2021. Pihaknya menyebut, telah menyalurkan bantuan berupa rehab 100 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui program BSPS Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah.

“Program bantuan BSPS 2021 yang kami salurkan totalnya berjumlah 100 rumah. Kali ini, bantuan kami fokuskan kepada korban terdampak banjir di Kecamatan Ketanggungan, terutama bagi warga yang belum mampu memperbaiki rumah. Masing-masing rumah tidak layak huni ini mendapatkan 20 juta rupiah,” ujarnya, Sabtu (11/9) disela kegiatan survei BSPS 2021.

Tak hanya itu, Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini juga memberikan bantuan pribadi berupa material senilai 30 juta rupiah untuk rehab rumah Keluarga Kurdi di Desa Ketanggungan, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes.

“Hari ini, saya beserta tim dari PDI Perjuangan membantu rehab rumah tidak layak huni di Desa Ketanggungan, Kecamatan Ketanggungan. Kita kasih bantuan dalam bentuk material senilai 30 juta rupiah. Insya Allah, besok langsung dibangun. Mudah – mudahan progresnya cepat dan bisa segera ditempati oleh keluarga Pak Kurdi,” ungkap Mitha.

Selain itu, dalam kegiatan survei bantuan BSPS di Desa Ciduwet dan Padakaton, Kecamatan Ketanggungan, Paramitha yang akrab disapa Mbak Mitha juga memberikan bantuan sembako kepada ratusan warga miskin di dua desa tersebut.

Saat ditanya, kenapa bisa tersentuh untuk membantu warga di Kecamatan Ketanggungan, Mitha pun menjelaskan, itu karena merupakan daerah pemilihannya dan juga tempat kelahirannya.

“Saya kan asli orang Ketanggungan, jadi setelah mendengar warga seperti ini, ya respon saya langsung,” pungkasnya. (Gust)

 

DPC Srikandi PP Brebes Gelar Acara Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim

0

Brebes, Dewan Pimpinan Cabang Srikandi Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Brebes menggelar acara tasyakuran, pada Sabtu (11/9) di Jalan KS Tubun Kelurahan Pasar Batang, Kecamatan/ Kabupaten Brebes.

Kegiatan yang bertempat di kediaman Ketua DPC Srikandi PP Brebes, Joelita pramudyanti, SE ini diwarnai acara bakti sosial yaitu dengan menyantuni anak yatim piatu.

Dalam kegiatan yang digelar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan ini sekitar 14 Unit Kerja Srikandi PP se-Kabupaten Brebes turut hadir. Tak hanya itu, Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Brebes, Wahyudin Noor Ali (Goyud) juga sempat hadir didampingi Istri yang juga Wakil Ketua MPC PP Brebes, Endang Yuniarti (Yuyun) serta sejumlah pengurus MPC PP Brebes.

“Santunan anak yatim piatu itu berupa beras, uang dan Kitab Al’quran,” ungkap Joelita.

Joelita yang akrab disapa Mbak Yung dalam sambutanya, selain memperkenalkan Bung Goyud yang juga merupakan Penasihat DPC Srikandi PP Brebes. Menurutnya, sebagai Ketua Mpc Pemuda Pancasila Brebes, Mas Goyud ini secara otomatis menjadi Penasihat kita.

“Saya ucapkan terima kasih, atas kehadiran saudara-saudara yang mewakili Unit Kerja Srikandi di tiap kecamatan masing – masing,” pungkasnya. (Gust).

Lagi, Perumda Air Minum Tirta Baribis Brebes Meraih Top BUMD Award 2021

0

Jakarta,- Perumda Air Minum Tirta Baribis Brebes juga kembali meraih TOP BUMD Awards 2021. Penghargaan tersebut diraih, karena Perumda milik Pemkab Brebes tersebut dipandang sebagai perusahaan yang sehat, berkinerja dan memiliki inovasi yang jitu.

Tak hanya itu, Wakil Gubernur Lemhanas Marsdya TNI Wieko Syofyan menyerahkan penghargaan kepada Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH selaku Pembina BUMD Perumda Air Minum Tirta Baribis Brebes, pada malam Anugrah TOP BUMD Awards 2021 di Hotel Raffles, Jakarta, Jumat (10/9) malam.

Selain mengaku bangga, Idza juga berharap penghargaan yang diraih Tirta Baribis itu bisa menjadi contoh perusahaan daerah milik Pemkab Brebes yang lainnya. Namun juga harus lebih meningkatkan kepuasan pelayanan kepada pelanggan.

“Wujud dari keperpihakan Pemkab Brebes dalam pengembangan Perumda Air Minum Tirta Baribis antara lain dengan memberikan dana penyertaan modal untuk tahun 2021 Sebesar Rp 12, 5 miliar. Dana tersebut, diantaranya untuk pembiayaan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan program Hibah Air Minum Berbasis Kinerja (HAMBK),” kata Idza.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Baribis Agus Isyono memaparkan, dengan mengemban visi ‘Menjadi Perumda Air Minum yang Unggul, Modern, dan Berwawasan Lingkungan.

Untuk mewujudkannya, dengan mengusung empat misi, yakni pertama memberikan pelayanan air yang unggul kepada konsumen secara kualitas, kuantitas, kontinuitas serta keterjangkauan. Kedua, ikut serta aktif dalam pembangunan daerah dalam penyediaan air bersih. Ketiga, mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan professional secara modern yang berbasis teknologi, dengan ditopang oleh sistem manajemen dan tata kelola perusahaan yang baik (Good Coorporate Governance). Dan yang keempat, peduli dan ikut serta aktif terhadap kelestarian lingkungan sumber air baku.

Sesuai dengan bidang usaha yang dijalankan, Perumda Air Minum Tirta Baribis memiliki aktivitas usaha seperti mendistribusikan air bersih kepada pelanggan kepada pelanggan, membangun jaringan sistem penyediaan air minum (SPAM) untuk mengoptimalkan penyaluran air bersih kepada masyarakat, dan melakukan pemeliharaan dan penataan jaringan perpipaan untuk menekan kebocoran atau kehilangan air.

Berkinerja Bagus

Agus Isyono berupaya meningkat kinerja keuangan perusahaan seoptimal mungkin. Dia memaparkan, kinerja keuangan perusahaan dari 2018 sampai 2020 dari sisi Rasio Laba Terhadap Akttiva produktif dari 6,27 naik menjadi 8,63%.

Rasio laba terhadap penjualan juga meningkat dari 10,63% (2018) naik menjadi 15,53 di tahun 2020. Rasio aktiva lancar terhadap hutang lancar, juga meningkat dari 2,63% (2018) menjadi 6,68% di tahun 2020.

Selanjutnya berturut-turut, rasio total aktiva terhadap total hutang dari 7,64% (2018) menjadi 8,23% (2020). Rasio biaya operasi terhadap pendapatan dari 0,91% (2018) menjadi 0,84 (2020). Rasio aktiva terhadap penjualan air dari 1,91 di tahun 2018 menjadi 1,98 (2020). Untuk Jangka Waktu Penagihan Hutang dari 64,54 hari (2018) menjadi 74,93 hari (2020). Terakhir, efektivitas penagihan dari 95,97% (2018) menjadi 94,07% (2020).

Lebih lanjut Agus memaparkan, Kinerja Keuangan Perumda Air Minum Tirta Baribis dari tahun 2018 sampai 2020 berdasarkan KEMEN PU PR, hasilnya antara lain ROE dari 6,27% menjadi 7,50% (2020). Rasio Operasi 0,91 (2018) menjadi 0,84 (2020). Cash Rasio 110,53 (2018) menjadi 250,72 (2020), Efektivitas Penagihan dari 95,97% menjadi 94,07% (2020). Dan solvabilitas dari 763,78% (2018) menjadi 226,41% (2020).
“Alhamdulillah pelanggan aktif hingga awal September 2021 sebanyak 42.746 sambungan langsung (SL),” terang Agus.

Untuk Kapasitas terpasang (perpipaan) sebanyak 18.797.250 m3. Adapun kapasitas produksinya 18.694.322 M3. Sedangkan tingkat kehilangan air atau kebocoran (NRW) 27,44 persen dan ditargetkan hingga 2024 turun menjadi 25 persen.
Agus menegaskan, tingkat kesehatan perusahaan dari tahun 2019 ke 2020 mengalami peningkatan kinerja yang semula 3,34 (sehat) menjadi 3,49 (sehat).

Inovasi Tiada Henti

Peningkatan kepuasaan pelanggan menjadi agenda penting bagi Agus, untuk itu dia selalu melakukan inovasi diantaranya pertama, melakukan Study Geolistik untuk mendapatkan data potensi sumber air dalam rangka penambahan kapasitas sumber air baku baru di daerah yang sulit air. Kedua, mengembangkan Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk memetakan sarana dan prasarana yang ada khususnya jaringan pipa dan pelanggan. Ketiga, melakukan pengembangan dan Pembangunan Manajemen Asset, mengembangkan Sistem E-Office untuk peningkatan tertib administrasi dan percepatan pelayanan.

Pihaknya juga menggandeng Forum Pelanggan Brebes (FORPAMBES) untuk menjembatani keluhan dan keinginan pelanggan atas pelayanannya. Merintis sistem SMS dan WA Gateway untuk memberikan informasi tentang rekening dan pelayanan lainnya secara cepat dan tepat. serta menerima dan melakukan pelayanan dan penanganan aduan secara cepat dan akurat melalui media sosial yang terintegrasi dengan program Pemerintah Daerah yaitu “SAMBU”.

Tak keliru kalau kemudian hasil Survey Kepuasan Pelanggan tahun 2020, secara keseluruhan perusahaan menunjukkan kinerja pelayanan yang BAIK dengan Nilai Human Source Satisfaction Index (CSI) sebesar 2,81.

Dalam pengembangan cakupan pelayanan air bersih, membangun sarana dan prasarana baik air baku maupun jaringan perpipaan (Transmisi & Distribusi). Meningkatkan kemampuan dan kompetensi karyawan melalui Pendidikan dan Latihan baik formal maupun informal. Selalu mengedepankan percepatan pelayanan masyarakat, baik itu berupa pelayanan sambungan baru dan penanganan aduan termasuk kebocoran.

“Dan yang jelas, penerapan prinsip tertib anggaran dengan mengedepankan efisiensi, efektif dan tepat sasaran, juga kami terapkan,” pungkas Agus. (Hms/Gust)

TNI Brebes Keliling Desa Salurkan Bantuan Untuk Anak Yatim Piatu

0

Brebes – Sepuluh anak yatim piatu di wilayah Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dapat tali asih Kodim 0713 Brebes. Jumat (10/9/2021).

Pasiter Kodim Brebes, Kapten Infanteri Surikan bersama Pjs. Pasilog Kodim Brebes, Letda Infanteri Sunardi, secara door to door menyerahkan bantuan mulai dari Dusun Kauman Kelurahan Brebes (1 anak), Desa Pagejugan (2 anak), Perum Griya Praja RW. 13 Kelurahan Pasar Batang (1 anak), Kelurahan Gandasuli (3 anak), dan ke Desa Padasugih (3 anak).

“Masing-masing paket berisi beras, gula dan teh, mie instan 1 dus, dan sejumlah uang,” terang Kapten Surikan.

Dijelaskannya lanjut, bantuan sosial bagi anak yatim piatu di bawah usia 18 tahun dan keluarga yang mengasuhnya itu, merupakan instruksi Kasad dan Pangdam IV Diponegoro, untuk meringankan beban di tengah pandemi covid-19.

Koridah (46), penjual masakan siap saji keliling asal Kelurahan Brebes, yang merupakan bibi dari Wondo (11), bocah yatim piatu kelas 5 SD, menyatakan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada keluarganya melalui Wondo.

Janda 2 orang anak yang juga merawat Wondo keponakannya itu, mengaku bahwa merawat Wondo juga membawa berbagai berkah untuk dirinya dan kedua anaknya yang masih duduk di bangku SLTP.

“Melihat bapak-bapak tentara, kata Wondo, dia ingin jadi tentara karena nanti bisa membantu orang-orang yang kesusahan dan membalas jasa-jasa saya selaku orang tua angkatnya,” ujarnya. (Aan/Gust)