Kemensos Beri Bantuan Modal UEP di Tiga Desa Brebes

Penerima bantuan modal usaha ekonomi produktif dari Kementrian Sosial Republik Indonesia bersama Kabid Bantuan Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Brebes, Drs. Masfuri, MM, Rabu (16/11/2016).
o /

Brebes, Harianbrebes.com – Kementerian Sosial Republik Indonesia dalam program Penanganan Fakir Miskin Pesisir, Pulau-pulau Kecil dan Perbatasan Negara memberikan bantuan di tiga desa di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah yang menjadi sasaran penerima bantuan pendamping.

 

Di Brebes masuk dalam kategori desa pesisir yang ditujukan pada tiga desa, yakni Desa Limbangan Kecamatan Losari, Desa Bangsri Kecamatan Bulakamba, dan Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes.

 

Ketiga desa tersebut telah menerima bantuan Pendamping Kementerian Sosial dengan jumlah total 600 penerima bantuan stimulan UEP (Usaha Ekonomi Produktif). Pencairan tersebut melalui penyaluran kerja sama dengan Bank BNI 46, yang diserahkan di masing-masing desa tersebut di atas.

 

Setiap desa ada 200 Kepala Keluarga (KK) yang tergolong fakir miskin sesuai pendataan, yang berarti dari 3 desa tersebut ada 600 Kepala Keluarga. Pendataan tersebut masuk DBT (Data Basis Terpadu) yang diambil 70% dari data PKH (Program Keluarga Harapan) dan 30% lain-lain.

 

“Ini pencairannya untuk tiga desa pesisiran di Kabupaten Brebes. Kami berharap penerima dapat memanfaatkan bantuan modal dari Kemensos ini benar-benar digunakan sebagai modal usaha, tidak boleh konsumtif. Jadi ke depan akan mengurangi akan kemiskinan di Kabupaten Brebes, khususnya di wilayah pesisiran,”beber Masfuri, Kabid Bantuan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Brebes pada hari Rabu, (16/11/2016).

 

Pihaknya juga mengatakan, dalam program tersebut akan dilakukan intervensi yaitu: (1) stimulan modal Rp. 2 juta untuk modal usaha ekonomi produktif; (2) rumah tidak layak huni, yang masing-masing desa mendapat jatah 40 rumah denga bantuan masing-masing Rp. 15 juta; (3) serta sarana lingkungan seperti drainase dan lain-lain sebanyak 3 paket, di mana yang 1 paket Rp. 50 juta.

 

“Untuk saat ini pencairan modal usaha ekonomi produktif dulu, dengan masing-masing KK yang sudah didata menerima Rp. 2 juta. Kami juga akan tetap memonitor tujuan dari program ini untuk bisa membantu keluarga kurang mampu secara bertahap meningkatkan kesejahteraan lewat usaha yang digeluti,” ujar dia.

 

Masih kata Masfuri, bentuk usaha dari modal usaha tersebut terdiri dari usaha pertanian, peternakan, pedagang-pedagang kecil, dan lainnya. Masfuri berharap modal usaha ini dapat dikelola dengan baik.

 

“Kami berharap Penerima Bantuan dapat mengelola modal dengan baik. Karena pencairan ini melalui Bank BNI, untuk mengenalkan masyarakat kurang mampu terhadap fasilitas perbankkan,” tandasnya.(Red-HB88/fid).

LEAVE A REPLY