Membangun Karakter Kewirausahaan Ala Siswa SMA 1 Brebes

Kepala SMA N 1 Brebes, Winaryo (Minggu, 27/11), saat memberikan sambutan di Gebyar SMA N 1 Brebes. [Foto:Humas]
o /

Alun-Alun, Harianbrebes.com—Pagi itu, Minggu (27/11), matahari masih malu menampakan diri. Suasana masih lenggang di tengah alun-alun Brebes. Nampak ratusan lalu lalang pelajar putra dan putri SMA Negeri 1 Brebes. Mereka, satu sama lain menjajakan “jajan” kepada para pengunjung Car free day. Satu persatu jajanan habis dibelinya. Tanpa malu dan ragu menjajakan dagangan kepada masyarakat. Bukan hanya menjajakan makanan, tapi ada yang memasak, mengemas, menjaga stand-stand makanan yang disediakan pihak sekolah. Ini dilakukan dalam rangka membangun karakter kewirausahaan diantara pelajar.
Kata Winaryo, Kepala SMA Negeri 1 Brebes, “Ini pembelajaran kepada siswa, agar benar benar memiliki karakter wirausaha,”, di sela kegiatan, di alun-alun Brebes.

Selain itu, praktek wirausaha ini, menjadikan siswa tahan banting dalam menghadapi persoalan masyarakat sesungguhnya. Termasuk juga, dalam mencari solusi bagaimana membuat jajanan, mengemas dan menyajikan kepada pembeli yang menarik.

Bukan hanya menarik, bazar kewirausahaan, kata Winaryo, salah satunya untuk mengimplementasi kompetensi kewirausahaan yang menjadi program sekolah rujukan.

“Bazar ini sebagai implementasi kompetensi sekolah rujukan nasional,” ujarnya.

Menurutnya, siswa diharapkan memiliki rasa percaya diri, kemandirian usaha, keberanian dalam menjalani wirausaha ketika terjun ke dalam masyarakat. Selain itu, ia menyakini, bahwa siswa Brebes mampu berkarya, untuk persiapan kelak, ketika terjun pada dunia kerja, dan masyarakat.
Untuk menunjang kegiatan bazaar kewirausahaan sekolah memberikan apresiasi kepada para siswa dalam pembentukan karakter dengan menyediakan 33 stand, untuk seluruh kelas yang ada di SMA 1.

Dalam rangka menuju sekolah rujukan, yang akan membina sekolah di sekitarnya, seperti bagaimana pembelajarannya, perpustakaannya, bagaimana menyiapkan materi pembelajaran sampai pada terciptanya perpustakaan digital.

“Saat ini, sedang dipersiapkan semaksimal mungkin agar nantinya menjadi pusat pembelajaran bagi sekolah-sekolah di sekitarnya. Seperti dilengkapi dengan laboratorium computer,” kata Winaryo, disela-sela kegiatan.

Melihat sekolah rujukan yang ada di Indonesia, setidaknya terdapat 614 sekolah. Sedangkan Jawa Tengah, ada 35 sekolah. Untuk Brebes sendiri ada dua yakni SMA N 1 dan SMA N 2 Brebes.

Manfaat sekolah rujukan, merupakan sarana memanfaatkan teknologi informasi, karena teknologi informasi tidak hanya memberikan kemudahan layanan tetapi menjadikan informasi lebih akurat, cepat, variatif dan mudah diakses.
Kita harus bangga, SMA 1 Brebes telah memenuhi kriteria sebagai sekolah rujukan diantaranya telah menerapkan kurikulum 2013, memiliki ruangan atau lahan yang cukup, tidak ada sistem pembelajaran yang double shift dan Sumber Daya Manusianya memadai.

“SMA N 1 Brebes menjadi sekolah rujukan, atau menjadi acuan sekolah lain untuk tahun pelajaran 2017/2018, sekarang sedang tahap persiapan,” katanya, mengakhiri pertemuan. [red-HB/Arkana]

LEAVE A REPLY