HMI Kota Bawang Brebes Kembali Turun Tuntut “Supremasi Hukum” 212

HMI Kota Bawang dirancanakan kembali turun dalam aksi 212
/

Harianbrebes.com, Brebes – Jum’at, 02 Desember 2016 HMI Cab Brebes akan kembali melakukan aksi damai bela Islam jilid III. Aksi HMI Brebes yang akan dilaksanakan pada hari Jum’at ini merupakan aksi lanjutan yang sebelumnya sudah HMI Brebes laksanakan pada 04 November 2016 lalu. Aksi yang akan berlansung Jum’at siang nanti merupakan aksi partisipasi dari intruksi PB HMI agar seluruh cabang melakukan aksi damai.

 

Titik aksi direncanakan di dua tempat yaitu Mapolres Brebes dan Kantor Bupati. Beni Hardianto Kordinator lapangan aksi damai mengatakan aksi ini sebagai aksi lanjutan yang pernah kami lakukan 411 lalu dan sebagai aksi solidaritas kader HMI yang saat ini di masih diproses hukum oleh Polda Metro Jaya atas aksi 411 di Jakarta Ahok yang masih bebas meski tersangka.

 

Disaat umat muslim yang lain berbondong – bondong ke Jakarta terkait agenda 212, HMI Brebes memilih memusatkan melakukan aksi serupa di Brebes guna menunjukan dan mengajak masyarakat Brebes untuk tidak apatis terhadap penegakkan supremasi hukum di Indonesia terlebih yang dinistakan adalah Al-Qur’an kitab suci umat Islam.

 

Fami Alfan Jendral lapangan aksi damai 212 mengatakan tuntutan kami sejatinya sangat sederhana yaitu tangkap Ahok yang saat ini sudah menjadi tersangka, sama seperti orang-orang yang menjadi tersangka kasus penistaan agama sebelumnya, Ahok juga diduga mengulangi kesalahan yang sama dengan menuduh peserta aksi 411 lalu menerima uang Rp. 500.000, ini bukti harus ditangkap, dan bebaskan kader HMI dari berbagai tuntutan atas dampak aksi 411 lalu.

 

“ Masyarakat saya berharap dalam memandang kasus ini harus tahu betul bahwa kasus Ahok pada hakikatnya adalah murni kasus pidana bukan isu sara sama sekali, atau bukan antara etnis Tionghoa dengan umat Islam, jangan sampai mau paradigma kita terbawa opini liar yang menggangap kasus ini sebagai pemecah belah bangsa Bhenika Tunggal Ika” tandas Yoki Satrio Ariwibowo Ketum HMI.

 

Melihat fenomena ini jika umat Islam bersatu maka mampu menggerakan manusia dalam waktu yang sama dengan jumlah yang sangat besar melebihi puncak unjuk rasa reformasi lalu. (ys).

LEAVE A REPLY