Aktivis PEMALI Brebes; Jalan Rusak di Brebes Rugikan Masyarakat

Bahaudin Alkharis, Ketua PEMALI menunjukan Jalan rusak berlubang di Ronggorwarsito Pebatan Kecamatan Wanasari, Sabtu (3/12). [Foto; Dedi]

Pebatan, Harianbrebes.com—Jika anda melewati jalur Pebatan-Jagalempeni, Kecamatan Wanasari, berhati-hatilah. Karena banyak lubang, aspal rusak akibat tergerus air hujan selama ini.

Oleh karena itu, nampaknya masyarakat harus lebih lama bersabar dalam melintasi jalan-jalan yang berlubang. Kendati para pengendara sudah sangat berhati-hati, tak jarang pengguna jalan seperti warga yang menggunakan motor terjatuh akibat jalan rusak.

Jalan kabupaten bahkan jalan desa yang masih mengunakan aspal di Kabupaten Brebes sebagian masih tak luput dari rusak. Pastinya kerusakan ini kerap menimbulkan kerugian bagi masyarakat terutama yang memburu waktu. Mereka yang mengeluhkan jalan rusak, beralasan karena membuat mereka lambat beraktivitas kerja, sekolah atau usaha menjadi terhambat.

Jalanan rusak yang diakibatkan oleh hujan yang terus menerus dan deras beberapa hari belakangan ini bisa jadi membuat kerusakan semakin parah. Dampaknya akan banyak motor yang terperosok ke dalam lubang yang cukup dalam, bahkan kecelakaan hanya karena pengendara motor menghindari jalan yang berlubang.

“Saat hujan, lubang yang tergenang tidak terlihat yang membuat para pengguna motor terperosok ke dalamnya,” kata Anam salah seorang pengendara motor, yang mengeluhkan jalanan rusak, dan pernah mengalami kecelakaan.

Selain itu, salah satu aktivis yang tergabung di Penggerak Masyarakat Peduli (PEMALI) Brebes, Bahaudin Alkharis menegaskan; Jalan rusak yang ada di Kabupaten Brebes jelas merugikan masyarakat Brebes pengguna jalan, pemda harus secepatnya turun untuk memperbaiki jalan berlubang jangan sampai dibiarkan.

“Jelas jalanan rusak ini bisa membahayakan para pengguna jalan,” katanya, sambil menunjukan jalan yang berlubang di jalan Ronggowarsito, Desa Pebatan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Sabtu (3/12).

Berdasarkan pantauan harianbrebes.com, sebelumnya sudah pernah dilakukan perbaikan pada jalan ini, namun jalan kembali rusak pada saat hujan deras dan tergenang air hujan.

Aris juga menyayangkan belum maksimalnya pemda untuk memperbaiki jalan rusak yang ada.

“Saya merasa bahwa pemerintah belum cukup maksimal dalam memperbaiki jalan yang rusak ini. Karena jalan yang rusak ini diperbaiki hanya sekedar di tambal dengan aspal, dan mungkin juga kualitas aspal yang kurang baik sehingga membuat jalan cepat rusak kembali,” ungkapnya kesal.

Bahkan Aris memberikan solusi agar perbaikan jalan ini dilakukan pengecoran, karena dapat menghasilkan kualitas yang lebih baik. Warga sudah mulai mengeluh akan kondisi ini.

“Sebaiknya pemerintah memperhatikan tentang hal ini, agar tidak banyak jalan yang rusak dan berlubang, sehingga masyarakat nyaman memakai jalan tanpa takut kecelakaan,” tegasnya. [Red-Hb/Gust]

LEAVE A REPLY