Seorang Ibu Pembentuk Karakter Anak

Hj Farikha, memberikan materi dalam sosialisasi pola asuh anak di Aula PKK Kabupaten Brebes, Selasa, (8/12) [Foto: Humas Brebes]

Brebes, Harianbrebes.com-Seorang ibu, sangat dominan dalam menangani pola asuh anak. Sehingga pembentukan karakter anak sangat bergantung pada bagaimana seorang ibu melakukan pewarnaan sejak masih dalam kandungan sampai menginjak dewasa. Tidaklah heran, ketika anak salah asuh maka terbentuk karakter yang jauh beda dengan orang tuannya.
Demikian disampaikan Kepala bidang Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Kualitas Hidup Perempuan (KHP) Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Brebes Dra Hj Farikha saat memberikan materi Sosialisasi Pola Asuh Anak di Aula PKK Kabupaten Brebes, Selasa (6/12).

Hj Farikha menyarankan agar orang tua dalam mengasuh anak sebaiknya disesuaikan dengan tahap perkembangan anak. Ketika anak masih dalam kandungan anak hidupnya serba teratur, hangat dan penuh perlindungan. Namun ketika lahir hingga usia setahun sangat bergantung pada ibu atau pengasuhnya.

Usia 1-3 tahun anak mulai terbentuk kepercayaan diri. Sedangkan usia 3-6 tahun anak mulai memperhatikan dan berinteraksi dengan dunia sekitarnya. Kondisi anak akan mencari teman ketika menginjak usia 6-12 dan teman dianggapnya sangat penting. Hubungan Mereka dengan seorang teman menjadi lebih baik dan selau mencari teman teman lainnya juga. Sedangkan, pada usia remaja 12-18 tahun terjadi pembentukan identitas diri hingga mantap.

“Sebagai orang tua harus mencermati dan bersikap bijaksana sesuai perkembangan anak,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Brebes Aqilatul Munawaroh yang menekankan arti pentingnya peran orang tua dalam mengasuh anak. Serepot apapun orang tua, harus meluangkan waktunya untuk mengasuh, mendidik, merawat anak anaknya dengan sepenuh hati.

Menurut Aqilah, pola asuh anak bukan persoalan hitam putih, untuk itu diperlukan perpaduan yang disesuaikan dengan kondisi sifat pribadi dan kemungkinan dampak bagi anak itu sendiri. Pola asuh anak juga tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga saja tetapi diperlukan sinergi dan berkesinambungan dalam pemenuhan hak hak anak.

“Pola asuh anak yang baik, akan dapat menanggulangi dan mengurangi kesulitan dalam mewujudkan generasi yang berkualitas dan berguna bagi pembangunan bangsa yang bermartabat dan maju,” tandasnya.
Ketua Kelompok Kerja (Pokja) I PKK Kabupaten Ny Ira Suprapto menjelaskan, sosialisasi digelar sebagai upaya memberi pengetahuan kepada anggota PKK dalam mengasuh anak dengan sebaik-baiknya. Apalagi, pengaruh global semakin mendera anak-anak tanpa batas dan tanpa kompromi.

Seminar diikuti 150 perwakilan peserta utusan dari PKK Kecamatan, desa se Kabupaten Brebes dan pengurus PKK Kabupaten Brebes. [Red-Hb/Arkana]

LEAVE A REPLY