Belajar Matematika Jangan Dipersulit

Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA Ciomas Bogor Jabar Raden Ridwan Hasan Saputra, saat menjadi pembicara di Seminar Matematika Dewan Pendidikan Brebes di Pendopo, Selasa (13/12). [Foto:Humas Brebes]
>

Brebes, Harianbrebes.com–Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA Ciomas Bogor Jabar Raden Ridwan Hasan Saputra menegaskan saat melangsungkan pembelajaran matematika jangan dipersulit. Jangan sampai siswa hanya disuguhi angka-angka belaka. Tetapi harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari hari. Anak diajak untuk berpikir, bukan berhitung. Demikian disampaikan Ridwan saat mengisi seminar nasional, di Pendopo Bupati Brebes, Selasa (13/12) Kemaren.

Dalam banyak hal, guru selalu memberikan rumus-rumus matematika yang belum tentu disukai oleh anak-anak. Seharusnya, siswa cukup digiring untuk mencermati kondisi alam sekitarnya dengan pendekatan cara berfikir realistis. Contoh kecil, anak diajak ke pematang sawah dan berapa lajur atau lempengan yang ditanami bawang. Satu lempengan bisa menghabiskan berapa kilo dan perkilonya terdapat berapa biji.

Secara otomatis, siswa akan berfikir kreatif dan gampang sekali menjumlahkannya. Dengan aplikasi alam atau lingkungan sekitar dalam kehidupan sehari-hari maka proses pembelajaran matematika lebih mengena dan tidak menakutkan.

“Ajak senanglah anak-anak, saat belajar Matematika,” ucap juri Internasional olympiade matematika itu.

Ketua Dewan Pendidikan ir Iskandar MM, menjelaskan, seminar digelar Dewan Pendidikan Kabupaten Brebes sebagai upaya peningkatan kualitas guru Matematika di Kota Bawang. Juga untuk menepis anggapan kalau belajar matematika itu sulit atau menakutkan.

“Setelah Dewan Pendidikan studi banding ke Bogor, kami mengambil kesimpulan kalau seminar matematika ini penting sekali,” terangnya.

Di Ciomas Bogor, kata Iskandar, terdapat Kampung Matematika dengan pemandangan di gang gang jalan banyak tertulis rumus rumus matematika. Pembelajaran atau latihan matematika juga banyak dilakukan di emper emper rumah penduduk.

“Setelah mengamati, Brebes akan meniru Kampung Bawang tentu dengan modifikasi tertentu,” kata Iskandar.

Seminar dengan tema Bersama mengenal matematika malaria realistik bagi peningkatan karakter pribadi guru matematika itu diikuti 100 orang guru SMP/MTs se Kabupaten Brebes.

Plt Bupati Brebes Budi Wibowo dalam sambutan pembukaannya mengajak kepada para guru untuk meningkatkan kualitas anak didik. Tentunya, harus di dahului dengan peningkatan kualitas guru itu sendiri.

Pasalnya, era kini anak-anak kita akan masuk ke bonus demografi, dimana usia produktif lebih banyak ketimbang yang non produktif. Sehingga akan terjadi perebutan kompetitif di berbagain belahan dunia.

“Anak kita harus memiliki daya saing yang kuat agar tidak dicaplok oleh bangsa lain,” tandasnya.

Mempersiapkan generasi yang berkualitas, lanjutnya, harus dimulai sejak dini, jangan tunggu nanti. Penjajahan berupa neo kolonialisme dan neo liberalisme sudah merangsek ke Indonesia.

 
Guru masih memegang peranan yang paling penting, dalam mempersiapkan SDM berkualitas. Indonesia masih kaya dengan resources (kekayaan alam). SDM jauh lebih penting ketimbang resources yang bisa habis. Dan rantai kemiskinan bisa dipotong, dengan pendidikan. Belajar dan terus belajar termasuk guru untuk menyongsong masa depan yang gemilang. [Red-Hb/Arkana]

LEAVE A REPLY