Kepala Badan Narkotika Brebes Luncurkan Antologi Puisi Kelapa Ijo

Lomba Baca Puisi Anti Narkoba BNK dan peluncuran Antologi Puisi Kelapa Ijo di Pendopo Kabupaten Brebes, Sabtu (17/12) [Foto: Humas Brebes]

Brebes, Harianbrebes.com- Ketua Badan Narkotika Brebes Drs Atmo Tan Sidik kembali meluncurkan antologi puisi Kelapa Ijo. Kumpulan puisi dalam rangka mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba, diluncurkan di Pendopo Bupati Brebes, Sabtu (17/12) lalu.
“Pencegahan penyalahgunaan obat-obat terlarang jenis narkoba tidak harus dengan pendekatan represif tapi akan lebih efektif dengan pendekatan estetika kesenian sehingga akan lebih menyentuh,” ujar Atmo Kepala Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Brebes, Jawa Tengah.

Saat luncuran, juga digelar lomba baca puisi Anti Narkoba yang dihadiri warga dari sejumlah kalangan, dari mulai birokrat, pelajar, seniman dan tokoh masyarakat.

Lomba puisi diikuti belasan pelajar Sekolah Menengah Atas (SLTA) dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Brebes.

Akan halnya peluncuran antologi puisi “Kelapa ijo”, dalam antologi tersebut merangkum sejumlah karya seniman dari sejumlah daerah, berisi tentang bahaya antinarkoba. Pengantar buku antologi puisi Kelapa Hijau tersebut oleh Kepala Badan Narkoba Nasional (BNN) Pusat, Budi Waseso.

Menurut Atmo, orang dahulu banyak yang memberi obat dengan meminum kelapa hijau jika keracunan. “Air kelapa hijau juga bisa untuk memberi pertolongan pertama bagi pencandu narkoba,” ucap Atmo.

Atmo memaparkan, air kelapa hijau di dalamnya mengandung 4,7% padatan, 2,6% gula, 0,55% proten, 0,74% lemak, serta 0,46% mineral.

“Air kelapa hijau juga sangat bermanfaat diminum siapa saja karena bisa mencegah banyak penyakit,” tuturnya.

Seorang tokoh Brebes yang hadir dalam acara itu, H Soewardi Wirjaatmadja, menceritakan tentang filosofi kelapa yang mengandung banyak makna. Dari akar hingga daun semuanya bermanfaat bagi manusia,” ungkap Mbah Wardi, panggilan akrabnya.

Seorang guru besar dari IPB, Bambang Purwantara, memuji Atmo yang disebutnya Kepala BNK yang eksentrik.

“Itulah kalau Kepala BNK-nya seorang budayawan, sosialaisasi antinarkoba dikemas dengan kesenian” puji Bambang, menyebut Amo, peraih gelar Maestro Budaya Tradisi dari Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) 2014 tersebut.

Acara sosialisasi tersebut bertambah gayeng keika sejumlah tokoh yang hadir rame-rame meminum kelapa hijau yang memang disediakan dalam acara tersebut. Tak hanya itu, tak sedikit pula yang hadir pulangnya membawa kelapa hijau.

“Untuk diminum di rumah nanti,” ujar Anggota DPR-D Jawa Tengah, Wahyudin Nooraly. [Red-Hb/Arkana]

LEAVE A REPLY