Bupati Brebes : Ayo Lawan Berita Bohong (Hoax)

Rapat lawan Hoax, Bupati Brebes beserta jajarannya melakukan rapat koordinasi melawan hoax penculikan anak di Brebes, Rabu (8/3) di Pendopo Brebes. [Humas Brebes]
>

Brebes, Harianbrebes.com-Bupati Brebes Hj Idza Priyanti mengajak masyarakat Kabupaten Brebes untuk melawan hoax atau berita bohong yang tersebar di masyarakat, baik lewat mulut ke mulut maupun lewat media sosial. Pasalnya, hoax bisa berakibat fatal bahkan menyebabkan korban jiwa kalau tidak bisa menyikapinya secara bijak.

Demikian disampaikan Idza Priyanti saat memimpin rapat koordinasi penanggulangan berita hoax di Pendopo Bupati Brebes, Rabu (8/3) lalu, yang dihadiri jajaran Forkopimda, Kominda dan OPD terkait.

Idza mengaku prihatin dengan berita yang tersebar adanya penculikan anak-anak kecil oleh orang yang pura-pura gila. Sehingga masyarakat sampai termakan isu yang menjadikan orang gila menjadi kurban.

“Jangan sampai ada kejadian lain yang menimpa orang gila. Ayo, kita amankan baik gelandangan maupun orang gila,” tegas Idza.

Bupati dua periode ini mengajak kepada masyarakat untuk menggiatkan siskamling demi keamanan masyarakat, tapi jangan main hakim sendiri. Dia menandaskan agar masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak jelas sumber beritanya.

Brebes, lanjut Idza, harus bebas dari Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar (PGOT). Kepada Dinas Sosial, Idza memerintahkan agar selalu berkoordinasi dengan daerah lain agar tidak terjadi buang membuang orang dengan gangguan jiwa.

“Langkah aman, harus dititipkan di panti rehabilitasi,” tegasnya.

Kabid Trantib Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Arif Jutawan melaporkan, pihaknya telah melakukan operasi orang dengan gangguan jiwa, dan kini tengah diamankan untuk direhabilitasi di Kiai Mundzir Kebogadung Jatibarang.

“Kami sudah kirim 11 orang gangguan jiwa berjenis kelamin laki-laki ke panti rehab orang gila Kiai Mundzir Kebogadung Jatibarang,” papar Arif.

Sejauh ini, menurut Wakapolres Kompol Mashudi melaporkan ada 7 kejadian penyebaran berita hoax yang membikin resah masyarakat, yakni di Kecamatan Bulakamba, Ketanggungan, Pasarbatang, Tonjong, dan yang terbaru di Banjarharjo. Wakapolres menyarankan bila ada hal-hal yang mencurikan agar melaporkan ke Babinsa atau Babinmas setempat.

“Jangan main hakim sendiri,” ucapnya.

Dia juga mengingatkan, kalau berita hoax bisa dijerat dengan undang-undang Informasi Dan Transaksi Elektronik (ITE) atau Undang Undang nomor 11 tahun 2008.

“Ada konseksensi hukum bila ada penyebaran berita bohong atau hoax.

Senada, Kepala Dinas Kominunikasi, Informasi dan Statistik (Dinkominfotik) Mayang Sri Herbimo menyatakan bahwa penyebaran berita hoax hanya bisa ditangani bila masyarakat tidak turut serta menyebarkannya. Untuk itu, sebarkan berita yang benar, cek and recek sebelum di sebarkan.

Sekda Brebes Emastoni Ezam menyatakan, Pemkab juga akan membuat edaran hingga ke tingkat Kepala Desa untuk mewaspadai hoax. [Red-Hb/Arkana]

LEAVE A REPLY