SMP N 3 Larangan Mewakili Brebes Lomba Adiwiyata

Endaryadi, Kepala SMP Negeri 3 Larangan menunjukan taman yang akan menjadi penilaian lomba adiwiyata tingkat propinsi mewakili Kabupaten Brebes. [Humas Brebes]
o /

Larangan, Harianbrebes.com-SMP Negeri 3 Larangan, tahun ini mewakili Kabupaten Brebes sebagai sekolah Adiwiyata. Sekolah ini dipandang telah melakukan inovasi dan kreativitas dalam pemberdayaan dan ramah lingkungan. Sehingga dipandang layak untuk mewakili Kabupaten Brebes dalam lomba Adiwiyata atau sekolah ramah lingkungan.
Demikian diceritakan Kepala SMP N 3 Larangan Endaryadi saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (11/3) lalu.

 
Berbagai langkah telah ditempuh Endaryadi untuk memberi pembelajaran peserta didiknya tentang sekolah ramah lingkungan. Diantaranya, mengajak siswa memanfaatkan barang-barang bekas atau limbah menjadi media tanaman dan barang kerajinan lainnya.

“Para siswa membuat lubang biopori, penanaman pohon oleh 1019 siswa dan membuat kerajinan dari barang bekas limbah rumah tangga,” kata Endaryadi.

Selain itu, lanjutnya, para siswa juga membuat kolam lele dan belut. “Lima kilogram Lele sudah kami tebar, dalam empat bulan ke depan bisa kita panen,” kata Endar.
Tim Adiwiyati Provinsi Jawa Tengah, kata Endaryadi, akan melakukan penilaian antara 13-31 Maret.

Menurut Endar, sekolahnya kini telah memberikan yang terbaik kepada masyarakat dengan memberikan yang terbaik. Tahun sebelumnya, SMP 3 Larangan dinobatkan sebagai sekolah sehat dan memiliki perpustakaan terbaik tingkat Kabupten Brebes.

“Semua atas kerja sama seluruh warga sekolah untuk membuktikan sebagai sekolah terbaik,” ujarnya.

Untuk menyambut tim, pihaknya menyiapkan berbagai perlengkapan dan ubo rampenya dengan menghijaukan sekolah dan menata kebersihan serta keindahan lingkungan.
Menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah.

Sehingga di kemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.

Yang jelas, masih kata Endar, dengan sekolah Adiwiyata akan terbangun kebersamaan, keterbukaan, kesetaraan, kejujuran, keadilan, dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan sumber daya alam di sekolah.

Selain itu, seluruh warga sekolah bisa berpartisipasi aktif, dimana komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggung jawab dan perannya masing-masing.

“Mudah-mudahan program ini bisa berkelanjutan, terencana dan terus menerus secara komperensif,” pungkasnya. [Red-Hb/Arkana]

LEAVE A REPLY