Mas Yayat Penulis Buku Perjalanan Persab

Penulis Buku Perjalanan Persab Nurul Hidayat, SH, MT (Kanan), bersama Ketua Persab Heri Fitriansyah, ST, MT (Kiri) dan Tokoh Sepak Bola Brebes Muhtadi Riza (tengah) [Foto: Mas Yayat]
>

Brebes, Harianbrebes.com-Menikmati sepakbola Brebes tak hanya di lapangan. Namun saat ini, pecinta Bola dimanjakan dengan kehadiran buku perjalanan persab. Melalui buku, racikan Mas Nurul Hidayat, pencinta Persab dapat menikmati di atas Buku.

Konon Brebes ternyata pernah memiliki klub-klub tangguh pada masa lalu. Di awal tahun 1950 saat pemerintahan Bupati Mas Slamet, telah bertengger klub-klub terkenal saat itu seperti Fajar Muda dan Gaya Muda.

Usai keduanya bubar, muncul kembali klub besar bernama Al Fajar yang merupakan peleburan dari Fajar Muda dan Gaya Muda, karena pemain-pemainnya adalah berasal dari dua klub tersebut. Gairah sepak bola saat sangat tinggi.

Hal itu disebabkan oleh kepedulian Bupati Mas Slamet terhadap olah raga sepak bola. Mas Slamet merupakan bupati yang terkenal sebagai penggila sepak bola.

Demikian sekilas rangkuman tulisan dari buku berjudul “Kebangkitan Persab Brebes-Menelusuri Sepak Bola di Tanah Brebes yang ditulis oleh Nurul Hidayat, SH,MT yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang Kawasan Permukiman dan Pertanahan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman.

Buku yang diluncurkan bersamaan dengan Kongres PSSI Brebes tanggal 12 Maret 2017 lalu di Gedung DPRD Brebes. Berkisah mengenai perjalanan panjang Persab Brebes dari masa pasca kemerdekaan sampai dengan puncak keberhasilan Persab meraih Juara Nasional ISC Liga Soeratin 2016.

Buku tersebut dicetak dengan menggunakan kertas HVS putih full colour setebal lebihdari 200 halaman.

Menurut Penulisnya, Yayat biasa ia dipanggil, penulisan buku itu dikerjakan selama tiga bulan lebih yang dimulai saat berlangsungnya Liga Soeratin Zona Jawa Tengah, di saat Semi Final Persab melawan Persis Solo leg kedua. Pada laga semi final itu Persab menang atas Persis Solo dengan angka agregat 3-2 yang mengantarkan Persab melaju ke babak final melawan PSCS Cilacap.

“Wacana pembuatan buku itu usai kemenangan Persab melawan Persis Solo leg kedua. Saat itu Mas Heri Fitriansyah selaku Ketua Persab meminta saya untuk membuat buku itu. Euforia kemenangan demi kemenangan itulah yang memberikan semangan Mas Heri untuk mewujudkan pembuatan buku mengenai sepak bola Brebes,” jelas Yayat.

Lebih lanjut Yayat menjelaskan, untuk menggali data dan keterangan khususnya mengenai peristiwa yang sudah berlangsung 60 tahun lebih tidaklah mudah. Dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran di dalam mencari dan mengumpulkan data tersebut.

Untuk keperluan itu, Yayat berusaha menghubungi satu persatu narasumber yang hidup di masa itu yang juga sebagai mantan pemain sepak bola seperti Muhtadi Riza, Nurkholis, Mohammad Ramdlon dan sejumlah mantan pemain lain yang bermain bola sekitar tahun 1960-1980.

“Yang jelas narasumber lebih banyak dari mantan pemain. Ada yang bermain di era tahun 60-an atau 70-an hingga era tahun 90-an. Selain itu pengurus mantan pengurus Persab beberapa periode sampai pemain muda saat ini juga saya jadikan narasumber,” tambah Yayat.

Yang jelas menurut Yayat buku tersebut menarik untuk dibaca, karena berisi perjalanan panjang persepakbolaan di Kabupaten Brebes. Selain diawali dengan kisah kegairahan sepak bola Brebes di era Bupati Mas Slamet.

Buku ini juga mengupas sejarah berdirinya Persab beserta lika-likunya hingga berhasil masuk lima besar Jawa Tengah di tahun 1978. Menurut buku itu Persab sendiri berdiri satu tahun sebelum meletusnya G.30.S.PKI.
Persab yang berdiri di tahun 1964, pada awal-awal berdirinya lebih didominasi pemain-pemain dari PS Gaya Muda yang setelah itu berganti nama menjadi PS Al Fajar.

Selama lebih dari sepuluh tahun, PS Al Fajar sebagai klub terbaik saat itu tidak pernah absen mewakili Persab yang merupakan wadah bagi pemain pilihan yang akan bertanding atas nama Kabupaten Brebes.

Di halaman lain lanjut Yayat, diceritakan pula pergantian ketua dan pengurus Persab dari masa ke masa serta kepedulian bupati terhadap sepak bola pada setiap periodenya. Ditampilkan pula profil beberapa mantan pemain Persab atau PS Al Fajar era tahun 60-an hingga tahun 80-an.

Sementara di akhir buku itu juga ditampilkan profil pemain muda generasi sekarang, sehingga ada keseimbangan dalam penyajiannya. Tak ketinggalan juga pada buku itu diuraikan mengenai keberadaan Saber Mania, wadah supporter resmi Persab yang selalu mengawal kemanapun Persab bertanding.
Jika anda tertarik, silahkan memburu buku racikan Mas Yayat yang syarat dengan perjuangan dan hikmah. [Red-Hb/Arkana/Yayat]

LEAVE A REPLY