Pustekkom Kemendikbud RI Adakan Fasilitasi Untuk SMK Broadcast

Pustekkom Kemendikbud RI, bersama Komunitas SMK Brodcast dalam pembuatan program acara ON ACTION dan Video Pembelajaran, Senin-Jum'at (20-24) di The Sunan Hotel Solo Propinsi Jawa Tengah. [Foto: Ari]
>

 Solo, Harianbrebes.com- Program Acara ON ACTION yang dibuat 6 (enam) SMK Negeri dan SMK Swasta di Indonesia, menjadi kebanggaan sendiri bagi Pustekkom Kemendikbud RI. Setelah ON ACTION di Launching di Kota Batu pada tanggal 20 Desember 2016. Selain akan melanjutkan program ON ACTION, Pustekkom kembali mengadakan Fasilitasi Pengembangan Komunitas Broadcast se-Indonesia membuat konten Video Pembelajaran, untuk anak didik Indonesia.

Kali ini fokus pada bagaimana menciptakan konten video pembelajaran. Hal ini, dalam rangka memperluas layanan pendidikan, TV edukasi Pustekkom Kemendikbud RI menjadi tempat pembelajaran yang menarik bagi anak didik sangatlah penting. Pembelajaran yang aktif, kreatif, toleran, inovatif, optimis, dan nasionalis. Dalam rangka meningkatkan ketrampilan komunitas broadcast se-Indonesia, Senin – Jum’at  20-24 Maret 2017, di The Sunan Hotel Solo, Propinsi Jawa Tengah.

Menurut Hermanto, Kasubbid pengendalian dan penyiaran PTP berbasis RTF  Pustekkom Kemendikbud RI, mengatakan bahwa fasilitasi pengembangan komunitas broadcast ini, diharapkan menjadi titik temu dan titik awal untuk bergerak bersama, antara Pustekkom dan sekolah-Sekolah (SMK) anggota komunitas dalam mengembangkan konten audio visual bermutu yang diperlukan anak didik kita di Sekolah.

“Ini akan menjadi trigger bagi kami, untuk mengembangkn konten program acara yang bermutu, dan mendidik anak-anak kedepan”, terangnya.

Sementara itu, Anton Mabruri Ketua Umum Asosiasi Guru Broadcasting Indonesia (AGBI), sekaligus pembicara mengatakan, bahwa ini merupakan titik kedua kami dengan Pustekkom dalam melakukan kerjasama. Dimana program TV yang pertama cukup sukses. Karena ON ACTION akhirnya mampu memberi warna tersendiri bagi dunia televisi kita. Dan menjadi trigger bersama antara SMK Broadcast se-Indonesia dengan Pihak Pustekkom Kemendikbud RI.

“Pemberdayaan kualitas SDM akan makin diperhitungkan jika pada akhirnya konten program ON ACTION sejenis feature (documenter traveler) terus berlanjut. Sudah saatnya pula, Pustekkom memberikan kesempatan bagi SMK Broadcast untuk menggarap konten TV berupa video pembelajaran yang kami pilih, dengan nama program VIKIPEDIA “saling berbagai”, paparnya.

Dalam kesempatan tersebut materi yang disampaikan antara lain materi pra produksi, merancang program TV dan Film, Teknik menulis naskah TV Program, teknik melakukan riset/ hunting, dasar-dasar produksi, teknik tata kamera videografi misalnya Type of shot, camera angle, camera movement.

Teknik produksi program acara TV, tahapan-tahapan produksi, dasar-dasar produksi teknik tata suara, teknik tata artistic, pascaproduksi, offline editing, online editing, online mixing.

Kegiatan yang di ikuti peserta dari 10 (sepuluh) SMK Negeri antara lain SMK N 1 Cimahi, SMK N 3 Batu, SMK N 1 Bondowoso, SMK N 3 Bengkulu, SMK N 7 Surakarta, SMK N 1 Klaten, SMK N 1 Kota Blitar, SMK N 1 Solok, SMK N 1 Gorontalo, SMK N 3 Banjarmasin.

Sementara itu, peserta  6 (enam) SMK Swasta antara lain, SMK Cakra Nenggala Brebes, SMK Motivasi Insani Bogor, SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, SMK Pembina Bangsa Bukit Tinggi, SMK Bina Creative Medan, SMK Bina Banua Banjarmasin.

 

Konten Video Pembelajaran

Bukan hanya program ON ACTION, yang akan dilanjutkan. Namun juga, Pustekkom bersama SMK Broadcast akan membuat konten video pembelajaran bagi anak didik yang akan di tayangkan di TV Edukasi.

Menurut Nur Arfah Mega Pembicara Video pembelajaran dari Pustekkom mengatakan bawah Proses merancang video pembelajaran agar bisa masuk dalam long term memory anak, harus memiliki tahapan pertama, Signaling menekankan focus pada informasi penting, kedua segmenting memotong-motong informasi.

Ketiga, weeding menghilangkan informasi tambahan (yang tidak relevan dengan tujuan video pembelajaran, keempat, matching modality menggunakan saluran audio video untuk menyampaikan informasi pelengkap.

“Media yang baik harus memiliki visible, interesting, simple, accurate, legitimate, dan structured,” paparnya memberikan semangat.

Selain itu, Hairun Nisa dari Pustekkom mengatakan bahwa pengembangan video pembelajaran harus memiliki tahapan pertama, pemetaan materi, kedua, menentukan focus sasaran baik siswa, guru maupun orangtua, ketiga, analisis kurikulum konten meliputi analisis tujuan/kompetensi, ketercapaian kompetensi, kesulitan yang dihadapi, metode penyajian yang tepat, dan system evaluasi yang dibutuhkan.

Keempat, menetukan format sajian, kelima, menyusun Garis besar isi media (GBIM) yang  memetakan topik ke dalam rincian komponen pembelajaran, keenam, menyusun JM atau pendalaman materi baik dari aspek, prinsip contoh dan aplikasi berdasarkan alur visual, dijelaskan secara sistematis setiap indikatornya.

“Konten di dalam video pembelajaran sangat penting dalam pembelajaran”, katanya mengingatkan peserta.

Hadir pada kesempatan ini Sri Hargyanto Suryo Prayudo Kabid PTP Berbasif RTF,  Sitti Lestari Martika Kasubbid Perancangan dan Produksi PTP berbasis RTF, Hermanto Kasubbid pengendalian dan penyiaran PTP berbasis RTF. Aristohadi dari pihak Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan Yogyakarta. Karno Roso Ketua Umum Asosiasi Media Audio Visual Komunitas Indonesia, Ary Agung Wibowo Ketua Asosiasi Guru Broadcasting Indonesia (AGBI) Jawa Timur. [Red-Hb/Arkana]

 

LEAVE A REPLY