Wasdiun, Raih Kontributor Terbaik NU Online

Wasdiun, Kontributor terbaik NU Online dari Brebes.
o /

Jakarta, Harianbrebes.com-Staf Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Brebes Wasdiun kembali meraih penghargaan dari NU Online sebagai Kontributor terbaik.  Penghargaan diberikan karena yang bersangkutan memiliki dedikasi yang tinggi dan konsistensi terhadap pemberitaan Islam yang ramah di situs resmi milik PBNU.

“Alhamdulillah, gak ngira saya kembali mendapat penghargaan dari NU Online,” ujar Wasdiun usai menerima penghargaan di Hotel Millennium, Jalan Fahrudin Kebon Kacang Tanah Abang Jakarta Pusat, Jumat (24/3) lalu.

Penghargaan diberikan langsung oleh Kepala Litbang NU Online Hamzah sahal saat penutupan Workshop Pencegahan Propaganda Radikal Teroris di Dunia Maya bersama Media OKP dan Ormas di Hotel Millennium, Jakarta.

Selain Wasdiun penghargaan juga diberikan kepada Armaidi Tanjung Padang Sumatra Barat, Aryudi A Rozak dari Jember Jawa Timur, Qomarul Atib Kudus Jawa Tengah, dan Abdul Muis Pekalongan Jawa Tengah.

Workshop yang diikuti 200 peserta se Indonesia itu, dibuka Rais Aam PBNU KH. Makruf Amin. Dalam kata sambutannya, menjelaskan artinya pentingnya kehidupan yang sakinah mawadah warahmah.

Untuk mencapai Indonesia yang sakinah itu, lanjut Ketua Umum MUI Pusat ini, umat Islam perlu persatuan dengan modal tiga ukhuwah yang selama ini sudah menjadi pegangan NU, yakni persaudaraan sesama umat Islam (ukhuwah Islamiyyah); persaudaraan sesama warga Indonesia (ukhuwah wathaniyyah), dan persaudaraan sesama manusia (ukhuwah insaniyyah).

“Dalam konteks Indonesia, kita semua warga negara ini seperti tubuh yang satu. Harus merasa sakit ketika elemen lain disakiti,” harapnya.

Tak hanya keluarga idaman yang diharapkan menjadi sakinah, dengan modal rahmah dan mawaddah, akan tetapi juga negara Indonesia tercinta, bahkan bangsa-bangsa di dunia. Hal ini menjelaskan, bangsa Indonesia seperti halnya keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Makruf juga berharap agar media ikut mendukung dan mengampanyekan pemberitaan yang informatif, konstruktif dan jauh dari hoax, fitnah dan kebencian.

“Kalau awak media sudah dikumpulkan begini, berarti dunia maya kan sudah parah,” tegasnya.

Sementara Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius membutuhkan peran masyarakat dan seluruh elemen bangsa untuk mencegah radikalisme dan terorisme. “Tidak bisa hanya mengandalkan salah satu pihak untuk mencegahnya. Dalam hal ini BNPT, peran masyarakat mutlak diperlukan seperti media,” jelasnya.

Apalagi menurut dia, praktik terorisme terjadi di tengah masyarakat sehingga pemerintah memerlukan peran aktif pemuda dan masyarakat, baik Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) untuk bersama-sama melawan terorisme.

“BNPT butuh masukan masyarakat sehingga informasi berlangsung secara bottom up, bukan top down,” ujar Suhardi.

Dalam acara yang dihadiri oleh Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin tersebut, mantan Kapolda Jawa Barat itu menerangkan bahwa sasaran empuk propaganda radikal adalah para pemuda.

Menurutnya, hal ini disebabkan para pemuda masih dalam proses pencarian jati diri. Kondisi mereka secara psikologis juga masih labil dan mudah dipengaruhi oleh hal-hal baru.

Pihaknya mengaku masih terus mencari formula yang tepat untuk mencegah dan mengatasi radikalisme dan tindakan terorisme ini melalui berbagai langkah.

“Termasuk menyasar dunia maya dan media sosial lewat produksi konten positif yang familiar dengan bahasa anak-anak muda sehingga mudah dimengerti karena mereka memanfaatkan jaringan online untuk melakukan propaganda radikal,” pungkasnya. [Red-Hb/Arkana]

LEAVE A REPLY