SD Negeri 01 Brebes, Jadi Green House

Kepala SD Negeri 01 Brebes Riyanto, saat memperlihatkan green house sebagai sekolah Adiwiyata SD tingkat Kabupaten Brebes. [Foto: Humas Brebes]
o /

Brebes, Harianbrebes.com-Sebagai sekolah adiwiyata tingkat Kabupaten Brebes, SD N Brebes 01 bertekad menghijaukan sekolah dengan konsep green house atau rumah hijau. Dengan green house diharapkan seluruh warga sekolah akan betah berlama-lama di sekolah dan konsentrasi dalam proses pembelajaran.

“Rumah hijau, menjadi dambaan seluruh warga sekolah. Apalagi sekolah ini terletak di jalan raya pantura yang penuh asap mobil,” tutur Kepala SD N Brebes 01 Riyanto SPd saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/4).

Berbagai langkah telah ditempuh Riyanto untuk mewujudkan sekolah Adiwiyata, antara lain para siswa dengan sukarela membawa tanaman dari tanaman keras hingga tanaman bunga-bungaan yang indah.

“Alhamdulillah, 350 siswa dan 19 guru turut serta menghijaukan sekolah selain dari anggaran sekolah,” tutur Riyanto.

Untuk menjaga kebersihan, lanjutnya, selain ada jumat bersih, setiap hari para siswa sebelum dan sesudah belajar siswa melakukan operasi ‘semut’ sampah, semua pungut sampah. Sekolah terlihat cling karena tak satupun sampah berserak di halaman maupun di ruang kelas.

Dia juga memanfaatkan ruang kosong dan sudut sudut kelas diisi dengan tumbuh tumbuhan. Tumbuhan tersebut ditanam dengan wadah baramg bekas seperti kaleng susu, botol mineral, cepon walimahan dan lain lain.

Tak tanggung-tanggung, konsultan taman juga didatangkan sehingga taman menjadi indah dan apik. Para siswa berkelompok dalam Sipetik atau siswa pemantau jentik,  kelompok pecinta tanaman toga (kopatato), kelompok anak pecinta lingkungan kopacil, kelompok anak pengelolaan sampah (kompas). kelompok anak pencinta sekolah hijau dan aman (Kompasiana).

Untuk mengurangi limbah sampah pelastik dan sedotan,  anak-anak juga membawa gelas dan piring dari rumah sendiri dan kantin tidak melayani pakai plastik.

“Para siswa juga dilatih pembuatan komposit, kerajinan tangan dari barang bekas dengan memanfaatkan limbah 3R, reduce, reuse dan recycle,” tutur Riyanto.

Berbagai sampah yang bisa didaur ulang, tambahnya, juga ada yang disertorkan ke bank sampah dengan pencatatan yang tertib oleh para siswa sendiri. Hasilnya, diserahkan ke Kantor Lingkungan Hidup untuk dijual. Dari situ, siswa mendapatkan pembelajaran kalau sampah juga masih berguna, namun bukan berarti mengajarkan untuk menjadi pemulung.

“Kepedulian terhadap lingkungan, bukan berarti harus menjadi pemulung,” ucapnya.

Dari jerih payah para siswa dan guru, sekolah yang terletak di jalan Jenderal Sudirman tersebut sejak 2015 hingga 2017 mendapat penilaian sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Brebes.

“Pada 27 Maret lalu, sekolah kami kedatangan tim penilai Adiwiyata dari Provinsi Jawa Tengah. Mudah-mudahan bisa menjadi yang terbaik untuk Kabupaten Brebes,”harapnya. [Red-Hb/Arkana]

LEAVE A REPLY