’Gadis Wisata’ Mempesona di Brebes

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKS Drs Abdul Fikri Faqih MM, Rusman Anggota Fraksi PKS DPRD Propinsi Jawa Tengah, Wakil Bupati Brebes Narjo, SH, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Kabupaten Brebes, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BP2D) Kabupten Bebes, Kelompok Sadar Wisata Mangrovesari, Pengelola DTW dari beberapa Wilayah di Kab Brebes dan undangan lainnya saat hadir pada gerakan sadar wisata dan aksi sapta pesona. [Humas Brebes]
>

Pandansari, Harianbrebes.com-Keelokan alam Brebes, menjadikan Brebes bagai ’gadis wisata’. Tubuhnya begitu indah dengan kontur geografis Kabupaten Brebes yang meliputi dataran pegunungan, lembah hingga pantai dan laut, memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. Boleh dibilang, Golden Triangle Tourism Of Brebes atau Segitiga Emas Pariwisata Brebes.

Tiga wisata unggulan tersebut didukung oleh beberapa daya tarik wisata, baik berupa wisata alam, budaya maupun wisata buatan. “Benar-benar bagai gadis wisata yang indah mempesona,” ujar Wakil Bupati Brebes Narjo SH saat sambutan gerakan sadar wisata dan aksi sapta pesona di Daya Tarik Wisata (DTW) Mangrove Sari di Dukuh Pandansari, Kaliwlingi Brebes, Rabu (12/4) lalu.

Tiga destinasi wisata unggulan tersebut, kata Narjo, meliputi dtw mangrovesari di wilayah utara, dtw ranto canyon di wilayah tengah dan dtw agrowisata kaligua di wilayah selatan. Pemkab Brebes sejak 2016 telah mencanangkan tahun revitalisasi Pariwisata Brebes.

“Dari trobosan tersebut, yang dulunya hanya 10 Daya Tarik Wisata 10 lokasi kini menjadi lebih dari 20 DTW,” terangnya bangga.

Meski demikian, masih banyak lagi pengembangan perpaduan wisata alam dan budaya yang ada di kampung jalawastu, desa ciseureuh, kec. Ketanggungan.

Wisata mangrove, pulau pasir dan wisata edukasi di Pandansari ini semakin menarik karena ada pengelolaan yang melibatkan masyarakat setempat. Akibat imbas bencana abrasi pantai, menjadikan lebih dari 1.000 hektar tambak hilang.

Dari dorongan dan kroyokan seluruh elemen seperti pariwisata, kelautan dan perikanan, lingkungan hidup, kehutanan, pekerjaan umum dan instansi lainnya saat ini telah terwujud kawasan wisata unggulan yang memiliki daya tarik wisata tersendiri.

Hanya dalam hitungan bulan daya tarik wisata mangrovesari telah menarik banyak minat pengunjung dari beberapa daerah lokal Brebes maupun dari daerah sekitar, seperti Tegal Pemalang Slawi Cirebon Kuningan dan sekitarnya.

“Bahkan dari kota besar seperti Jakarta Bandung Yogya Semarang banyak yang sudah menikmati eksotisme indahnya panorama hutan mangrove Pandansari,” pungkasnya.

Seiring dengan berkembang pesatnya daya tarik wisata di kabupaten brebes dan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan menjadi catatan tersendiri bagi seluruh pemangku baik dari instansi pemerintah, pihak swasta, pengelola dan masyarakat agar segera membenahi diri menjadikan sapta pesona menjadi pegangan utama dalam pengembangan kepariwisataan.

Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Pariwisata RI Dra Oneng Setya Harini MM berpesan agar Pariwisata dijadikan industry keramahtamahan.

Seelok dan seindah apapun tempat wisata, kalau penduduk setempat dan pengelola serta unsur lainnya tidak mendukung keramahtamahan, maka wisatawan akan enggan datang.

“Dukungan soliditas, sinergitas dan smart harus dikokohkan dalam pengelolaannya,” tandas Oneng.

Dalam kesempatan tersebut, diberikan bantuan 10 unit alat-alat kebersihan dan bangku peristirahan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Pertamanan Kabupaten Brebes. Bantuan diberikan wakil Bupati Brebes kepada Kepala Desa Kaliwlingi

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Komisi X DPR RI  Drs Abdul Fikri Faqih MM, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Kabupaten Brebes,  Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BP2D) Kabupten Bebes, Kelompok Sadar Wisata Mangrovesari, Pengelola DTW dari beberapa Wilayah di Kab Brebes dan undangan lainnya. [Red-Hb/Arkana]

LEAVE A REPLY