Idza : Tak Ada Kasta dalam Pendidikan

Upacara Hardiknas di Alun-Alun Brebes. [Humas Brebes]
o /

Brebes, Harianbrebes.com-Bupati Brebes Hj Idza Priyanti menegaskan, masyarakat Kabupaten Brebes harus mengenyam pendidikan tanpa terkecuali. Karena pendidikan tidak memandang kasta demi terwujudnya percepatan pendidikan yang merata dan berkualitas.

Demikian disampaikan Idza Priyanti usai menjadi inspektur upacara pada peringatah Hari Pendidikan Nasional di alun-alun Brebes (2/5) lalu.

Untuk itu, kata Idza, sesuai dengan amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy agar semua pihak agar menyingsingkan lengan baju untuk menggerakkan reformasi pendidikan nasional demi masa depan generasi bangsa.

Idza berharap, seluruh elemen bangsa untuk bersama-bersama bertanggung jawab suksesnya pendidikan nasional. “Masyarakat Brebes, harus mengenyam pendidikan 12 tahun,” ujarnya.

Dalam upacara yang diikuti ratusan pelajar, mahasiswa dan pegiat pendidikan serta berlangsung hikmat. Bupati membacakan sambutan tertulis Mendikbud RI. Menteri antara lain mengatakan bahwa setiap memperingati Hardiknas, kita juga tak pernah lupa dengan sosok Ki Hadjar Dewantara, karena peringatan Hardiknas didasarkan atas hari kelahirannya. Ki Hadjar Dewantara dilahirkan tanggal 2 Mei 1889.

Negara pun telah menyepakati beliau sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Dengan tanpa bermaksud mengecilkan peran para tokoh pendidikan yang lain, peran Ki Hadjar Dewantara pada awal perintisan pendidikan nasional memang sangat besar. Baik berupa gagasan, pemikiran, maupun terawang masa depan. Oleh sebab itulah gagasan dan pemikiran beliau tetap relevan dan menjadi acuan bagi pembangunan pendidikan nasional.

“Gagasan pemikiran dan prinsip-prinsip pendidikan Ki Hadjar Dewantara menjadi dasar acuan visi Presiden RI, Joko Widodo di bidang pendidikan. Dalam visi Presiden, masa depan Indonesia adalah sangat ditentukan oleh generasi peserta didik masa kini yang memiliki karakter atau budi pekerti yang kuat, serta menguasai berbagai bidang ketrampilan hidup, vokasi dan profesi abad 21,” tutur Mendikbud.

Ia mengatakan, dalam rangka mewujudkan visi tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersiap melakukan reformasi pendidikan nasional baik pada tataran konseptual maupun manajerial.

Dalam tataran konseptual, sekarang sedang diupayakan agar karakter kembali menjadi fondasi dan ruh pendidikan nasional. Untuk itu pembentukan karakter harus dimulai dan menjadi prioritas pada jenjang pendidikan dasar (Basic Education).

Untuk itu, kata Mendikbud, dalam reformasi pendidikan nasional ini, kerja keras yang kontruktif, penuh keikhlasan dan pengorbanan, serta pengabdian tulus seluruh insan pendidikan di seluruh Indonesia amat diharapkan.

Marilah kita bersama-sama menggerakkan reformasi pendidikan nasional demi kemajuan dan keunggulan pendidikan nasional kita pada satu sisi dan pada sisi lain demi kelangsungan dan kelanggengan bangsa Indonesia di tengah kancah bangsa-bangsa lain.

“Pada Hari Pendidikan Nasional 2017 sekarang, mari kita singsingkan lengan baju untuk menggerakkan reformasi pendidikan nasional demi anak cucu kita,” katanya.

Bupati juga membuka Job Fair untuk memasarkan lulusan SMK/SMA/MA di Pendopo Bupati. Bursa kerja ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan kerja, meningkatan kesejahteraan bagi keluarga anak-anak yang telah lulus sekolah dan mengukur serapan angkatan kerja yang produktif.

Ketua Panitia Job Fair Ir Masrizal MT menjelaskan, Job Fair diiikuti oleh 23 Perusahaan Lokal, Regional dan Nasional. Perusahaan tersebut bergerak di bidang perbankan, otomotif, retail, pertambangan dan lain-lain.

“Pengumuman diterima, tergantung pada masing-masing perusahaan perekrut,” tandasnya. [Red-Hb/Arkana]

LEAVE A REPLY