Santri Al Falah Salafiyah hanyut bersholawat bersama Ki Ageng Anjang-anjang

Wisuda purna siswa siswi SMP Bustanul Ulum NU dan SMK Bakti Utama NU Songgom. [Foto: Humas Brebes]
o /

Songgom, Harianbrebes.com-Ribuan santri Pondok Pesantren Al Falah Salafiyah Jatirokeh, Songgom Kabupaten Brebes dibuat hanyut oleh grup Sholawat Ki Ageng Anjang-Anjang dari Pekalongan. Para santri keasyikan dengan menikmati sholawat yang diiringi dengan 5 penari sufi.

Dengan irama kolaborasi rebana, gending jawa hingga music rock, menjadikan nuansa malam wisuda purna siswa SMP Bustanul Ulum NU dan SMK Bhakti Utama NU serta Khotmil Quran santri pondok, benar-benar kedamaian bercampur semarak, Rabu (16/5) malam lalu.

“Kami ingin memperkenalkan pada santri bagaimana agar bisa menikmati sholawat lewat iringan music kolaborasi Islami,” tutur salah seorang pengasuh Ponpes Al Falah Salafy Gus Faqih Maskumambang.

Ki Ageng Anjang-anjang pimpinan ustd Muhtarom ini menyuguhkan belasan sholawat antara lain Ya Nabi Sholi Ala dengan aransement gundul gundul pacul diirigi gending jawa. Pantun pitutur dengan iriama rock, AL Kholiliyah Sluku Sluku Bathok Doa, sing keri dicokot boyo, istighfar dan lain-lain.

Disela tembang, Muhtarom memberi nasihat seperti santri itu harus menjadi generasi josss yang dikandung maksud suka Ojo ora sholat, sholawat dan shodaqoh (josss). “Dengan sholawat, maksiat minggat, urip manfaat walaupun hanya makan brekat,” ujarnya disambut tertawa hadirin.

Menurutnya, santri harus menganut long live education termasuk dengan diterapkannya full day school agar netes kabeh. Menyongsong Ramadhan, santri harus waspada dengan premium yakni prei makan dan minum.

Salah seorang santri Moh Yaul Fahmi mengaku senang belajar di pesantren bagai berlayar ke samudra luas. Kelulusan sekolah bukan berarti berhenti mencari ilmu tetapi agar tumbuh lebih dewasa dan memantapkan langkah ke depan.

Kepala SMP Bustanul Ulum NU Muhammad Abud Abdad Jangki Dausat menjelaskan, sebanyak 75 santri telah melakukan khotmil quran. Sedangkan yang diwisuda sebanyak 96 siswa SMP BU NU dan 115 SMK BU NU dari bidang keahlian otomotif, teknik komputer jaringan dan farmasi.

Gus Abud-demikian sapaan akrabnya- menandaskan bahwa sekolah dan mondok di Al Falah Salafiyah bukannya untuk dicetak menjadi kiai. Tetapi lebih dari itu, yakni mencetak khoerul umat atau menjadikan umat yang terbaik.

Kata Gus Abud, SMP BU NU merupakan sekolah yang pertama di Songgom yang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer ( UNBK) dan SMP satu satunya di Songgom yang terakreditasi A.

Untuk itu, lanjutnya, para santri harus bangga karena berkat keteguhan santri menjadikan pondok makin berprestasi dan kuat. “Kami sangat bangga dengan para santri untuk itu jangan putus asa, mondok ya minimal 10 tahun agar membawa manfaat di masyarakat,” pungkasnya. [Red-Hb/Arkana]

LEAVE A REPLY