Berbakti Kepada Negara, Tidak Ada Kata Pensiun

para pensiunan menerima penghasilan tambahan. [Foto: Humas Brebes]
o /

Brebes, Harianbrebes.com-Wakil Bupati Brebes Narjo SH mengingatkan bahwa berbakti kepada bangsa dan Negara tidak ada kata pensiun. Meskipun sudah purna tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak berarti putus segala darma baktinya kepada bangsa dan Negara. Tetapi pada hakekatnya Cuma pindah tempat pengabdian.

“Yang biasanya berkecimpung di pemerintahan, sekarang bisa mengabdi lewat desa dan lingkungan masing-masing atau organisasi sosial kemasyarakatan yang diminati,” ujar Narjo saat pengumpulan berkas tambahan penghasilan berdasarkan pertimbangan obyektif lainnya kepada PNS/ASN menjelang pensiun atau purna tugas, meninggal dunia (janda/duda) di Lingkungan Pemkab Brebes periode TMT Pensiun November 2017, di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD), Kamis (19/10) kemarin.

Menurut Narjo, tenaga dan pikiran yang sudah purna tugas sebagai PNS masih sangat dibutuhkan oleh bangsa dan Negara atau masyarakat. Karena mereka memiliki bidang keahlian yang bagus hanya karena aturan Negara maka harus mendarmabaktikan diladang pengabdian masyarakat.

Atas darma baktinya selama menjadi ASN, pemerintah kabupaten Brebes berdasarkan Peraturan Bupati Brebes nomor 027 tahun2015 tertanggal 29 Mei 2015 diberikan Tambahan Penghasilan bagi PNS atau yang lebih dikenal Parimarma.

Dengan Parimarma, lanjutnya, merupakan bentuk penghargaan dan kesejahteraan bagi PNS menjelas pensiun. Selain itu, untuk meningkatkan dan meringankan beban janda dan duda serta anak yatim piatu dari PNS yang meninggal dunia dan masih menjadi tanggungan.

“Atas nama pemerintah, kami mengucapkan terima kasih atas darma bakti yang telah diberikan saudara-saudara selama pengabdiannya,” tandasnya.

Kepala BKPSDMD Brebes Dra Lutfiyatul Latifah menjelaskan, jumlah penerima Parimarma periode November 2017 sebanyak 44 orang. Mereka berasal dari Dindikpora 31 orang, Dinhub 1, Dinkes 3, Dinperwaskim 1, DP3KB 1, DPSDAPR 2, Kecamatan 1, Setda 2, dan Setwan 2 orang.

Besarnya Pemberian Parimarma sebanyak 5 klai gaji pokok ditambah tunjangan keluarga dan tunjangan beras. Untuk golongan IV 29 orang, gol III 8 orang, dan gol II 7 orang.

Untuk Pensiun Karena Batas Usia Pensiun (BUP) sebanyak 43 orang atau Rp 1,056 milyar dan Pensiun karena meninggal dunia sejumlah 1 orang Rp 19.531.450,-

Penerima terbanyak yakni Sapardi AMaPd dari SDN Grinting 01 sebanyak Rp 24.549.139,- dan terendah diterima Sunardi dari SDN Penggarutan 02 Rp 16.497.650,-.

Menurut Lutfiatul, pemberian Parimarma mulai periode November 2017 tidak secara manual atau cash tetapi melalui online di rekening masing-masing penerima. [Red-HB/Arkana/w]

LEAVE A REPLY