Ratusan Mahasiswa Demo Kembalikan Rektor Umus

Mahasiswa Umus sedang orasi di depan rektorat, Senin (20/11). [Foto: Fahmi Alfan]
o /

Wanasari, Harianbrebes.com-Aksi Demo Ratusan Mahasiswa Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) di depan Rekorat, Senin (20/11) menuntut dipecatnya oknum pejabat yang tidak sejalan dengan rektor UMUS, dan dikembalikannya Nurul Qomar sebagai Rektor.

Tuntutan mahasiswa ini, karena mundurnya Qomar, Kamis (16/11) malam, dan menjadi viral di media sosial karena permasalahan internal.  Mundurnya Qomar mengaku merasa tidak nyaman menjabat sebagai rektor.

“Saya merasa sudah tidak nyaman lagi, buat apa kalau bekerja sudah tidak nyaman teruskan, nanti hasilnya tidak maksimal. Lebih baik saya mengalah mundur,” Kata Qomar melalui pesan singkatnya, Jumat (17/11).

Menurut Qomar pihaknya sudah berbeda pandangan dalam mengelola UMUS satu sisi sebagai lembaga ilmiah sisi lain sebagai lapak pabrik bata/batako yang harus setiap hari menghasilkan setoran.

“Satu pihak memandang UMUS sebagai institusi universitas adalah lembaga ilmiah yang harus dijaga marwah dan martabatnya sebagai pencetak SDM berkualitas. Sedangkan pihak yang lain menganggap UMUS sebagai lapak pabrik bata/batako, yang setiap hari harus menghasilkan setoran,” tulisnya.

Ia menegaskan, pengunduran dirinya bukan karena kinjernya buruk selama menjadi rektor. Qomar mengatakan, sejumlah prestasi telah dicetak universitas selama ia menjabat sebagai pucuk pimpinan.

“Tiga fakultas sudah meraih akreditasi B. Kemudian, jumlah mahasiswa yang masuk paling tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sejak 2012,” ujarnya.

Selain itu, jumlah mahasiswa mencapai 230 orang, dan bisa mencairkan dana hibah senilai Rp 740 juta untuk pengembangan universitas.

Fahmi Alfan Mantan Presiden Badan eksekutif Mahasiswa (BEM) UMUS mengatakan pihaknya turut mendukung aksi demo yang dilakukan mahasiswa. Hal Ini, karena sudah 2 (dua) kali rektor mundur hanya karena persoalan oknum yang punya kepentingan di kampus. Akan tetapi, yayasan tak pernah mengubrisnya.

“Sudah 2 (dua) kali rektor mundur. Trijaka, dan Qomar Mundur dalam waktu masa jabatan belum 1 (satu) tahun, kami (mahasiswa-red), mengganggap ada oknum-oknum yang sengaja melengserkan untuk kepentingan sesuatu”, tegasnya.

Tuntutan mahasiswa juga dilakukan dengan cara mengibarkan bendara merah putih setengah tiang didepan rektorat, sambil menunggu kepastian dari pihak yayasan untuk mengembalikan posisi Qomar dan mecat oknum yang punya kepentingan.

Selain itu, menurutnya peserta aksi sudah menghubungi Qomar, ia akan selalu mendukung dan berpihak pada gerakan mahasiswa, tinggal bagaimana yayasan yang membawahi UMUS.

“Ini tinggal Yayasan yang menentukan, agar Pak Qomar kembali menjadi rektor, dan memblacklist oknum-oknum yang punya kepentingan di kampus”, ujarnya aktifis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Brebes.

Perwakilan Kampus Maksori wakil rektor 2 UMUS mengatakan mundurnya Qomar karena ia akan mencalonkan diri pada Pilkada Cirebon.[Red-HB/Arkana/F]

LEAVE A REPLY