Aksi Kepedulian Bayi Meninggal Di Brebes

o /

Brebes, Harianbrebes. com-Viralnya pemberitaan kematian bayi Icha tujuh bulan di Media nasional dan lokal serta media sosial yang diduga ditolak petugas puskesmas menjadi perhatian khusus aktifis dan LSM Brebes. Kamis, (14/12) pagi mereka menuntunt kepala puskesmas Sidamulya dicopot.

Aksi unjuk rasa sendiri bermula di Alun-alun Brebes sebagai titik kumpul menuju Kantor Dinas Kesehatan Brebes. Berbagai tulisan mengecam pelayanan kesehatan Brebes yang masih karut-marut juga terpampang. Aksi juga dilakukan dengan teatrikal suasana kesedihan dan tangisan suami diperankan Anom Panuluh dengan membawa dupa, istri diperankan Handayanie Ririn dengan membawa mayat bayi yang ditolak saat akan berobat. Sampai depan kantor, mayat Bayi tersebut diserahkan pada pegawai Dinas Kesehatan untuk meminta pertanggungjawaban pihak terkait.

Deden Sulaiman Relawan Kesehatan (REKAN) Brebes mengatakan bahwa aksi ini bentuk keprihatinannya atas penolakan bayi yang ditolak sehingga meninggal oleh oknum pihak Puskesmas Sidamulya.

Ia menilai pernyataan Kepala Puskesmas Sidamulya dr. Arlinda yang menyalahkan Ibu korban karena tidak panik sehingga tidak dilayani segera oleh petugas yang ada, sangat disayangkan dan memprihatinkan.

“Ini sudah melanggar aturan hukum yang ada, tidak sesuai SOP, harus dicopot Kepala Puskesmas Sidamulya”, tegasnya.

Disisi lain, Kang Mas Gusti aktifis Pamali Brebes menilai meskipun Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti telah memberikan pembinaan dan sanksi kepada oknum petugas puskesmas yakni dari bagian administrasi digeser ke bagian staff TU. Menurutnya Bupati dalam memberikan sanksi belum tegas.

“Aksi ini dilakukan agar kejadian pada Icha-Icha lain, tidak terulang kembali di Brebes, jangan terulang lagi, dan lagi,” tegasnya.

aksi tersebut diterima Sekretaris Dinas Kesehatan Julining Pirulla Dewi dan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Agus Wahid Kepala Bidang Kesehatan.

Menurut Sekretaris Dinas Kesehatan Brebes Dewi pertama, Dinas mengapresiasi atas peran serta masyarakat dalam pembangunan Kabupaten Brebes terutama dalam bidang kesehatan. Kedua, atas nama Pemerintah Daerah mengucapkan Ikut Berduka cita atas Peristiwa yang menimpa Balita bernama Icha Selvia, kasus ini merupakan peristiwa yang pertama dan terakhir. Ketiga, Dinas Kesehatan telah memerintahkan BLUD Pukesmas untuk mengutamakan pasien persoalan administrasi menyusul. Keempat, Dinas Kesehatan akan senantiasa mengevaluasi kinerja jajaranya. Kelima, Oknum Petugas Pelayanan Puskesmas Sidamulya telah dipindah tugaskan ke Bagian belakang yaitu di tata usaha. Keenam, Soal Pencopotan Kepala Pukesmas Sidamulyaakan berkoordinasi dengan Inspektorat dan BKPSDMD Brebes dan akan diproses sesuai dengan aturan yaitu PP No. 53 Tahuhn 2010 tentang Disiplin Pegawai.

“Dengan kejadian ini, momen penting bagi pemangku dinas kesehatan Brebes untuk berhati-hati dan mengedepankan pelayanan, saya setuju itu”,ujarnya menjawab pertanyaan peserta aksi. (Red-HB/Arkana)

LEAVE A REPLY