Mahasiswa Brebes Hadiahi Buku Saat Usia Brebes ke-340

o /

Brebes, Harianbrebes.com–Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Brebes ke-340, Mahasiswa Brebes yang kuliah di Yogyakarta telah menyelenggarakan acara Loka karya dan Launching buku Gebyar Karya Mahasiswa Brebes, Selasa 30 Januari 2018, di Pendopo Kabupaten Brebes.

Acara yang dilaksanakan Himpunan Mahasiswa Brebes Universitas Gadjah Mada (HIMABES UGM) Yogyakarta, Komisariat Mahasiswa Brebes Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Komabes UMY) bekerjasama dengan panitia HUT Brebes serta beberapa kampus di Yogyakarta yaitu, (UGM, UMY, UNY, UIN, UII, ISI, dan UTY) ini dihadiri oleh kurang lebih 100 peserta.

Kegiatan yang pertama kalinya ini telah menghasilkan 20 esai yang dibukukan dengan judul “ Pelangi Harapan dari Ujung Barat Jawa Tengah”, dengan Dewan Jurinya adalah Drs. Atmo Tan Sidik, Karno Roso, M. I. Kom dan A. Nururrohman Hidayatullah, M. A

Acara yang dibuka pada pukul 08.30 WIB ini telah mendatangkan juara satu dan dua, Mirza Fathan Fuadi dan Fatikh Muhammad Alaudin yang telah dilaksanakan dari tanggal 5 Desember 2017 – 6 Januari 2018.

Menurut Atmo Tan Sidik Kepala BNK yang hadir mewakili bupati ini sangat mengapresiasi upaya penyelenggara GKMB yang telah berhasil menerbitkan buku bertajuk “Pelangi Harapan dari Ujung Barat Jawa Tengah” yang diterbitkan oleh Idea Perss Yogyakarta.

Kegiatan ini baru pertama kali dan diharapkan dapat menggugah atau menginspirasi kegiatan selanjutnya, sehingga akan menggugah pemikiran para intelektual muda dan dapat terdokumentasikan.

“Kegiatan seperti ini harus selalu dikembangkan di Brebes, sebagai intelektual muda Brebes,” paparnya.

Selain itu, Menurut A. Nururrohman Hidayatullah, MA yang juga Editornya mengatakan bahwa penerbitan buku ini merupakan kompilasi dari 20 essay terbaik yang telah melalui proses reviu.Dengan mengangkat tema Menggagas Pembangunan Brebes yang berkemajuan dan Berkesejahteraan dalam Perspektif Mahasiswa Daerah diharapkan memberikan sumbangsih pemikiran yang orisinil, inovatif dan terpadu demi memberikan kontribusi pemikiran untuk pembangunan Brebes yang adil, makmur dan berkeadilan.

“Menghadapi Kerangka SDGs Sustainable Development Goal, maka pemerintah Brebes perlu melakulan reformulasi kebijakan demi kesejahteraan masyarakatnya, dan kebijakan yang populis perlu menjadi instrumen dalam setiap implementasinya sehingga masyarakat benar-benar dirasakan,” kata alumni UGM ini.

Dewan juri yang lain Karno Roso berharap buku karya mahasiswa Brebes dapat menjadi rujukan pemkab untuk mengambil kebijakan yang pro rakyat.

“Esai adik-adik Mahasiswa Brebes yang dijadikan buku cukup variatif dan bernas, pemikirannya juga patut dijadikan rujukan dan autokritik kebijakan pemkab kedepan, ” jelasnya.

Loka karya Gebyar Karya Mahasiswa Brebes ini diawali pemaparan Mirza Fathan Fuadi mahasiswa Brebes yang merupakan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang sebagai juara satu memaparkan tentang isi esaynya yang berjudul “Revitalisasi Program GERMAS Terwujudnya Pola Sehat di Brebes”, esainya berbicara menggenai kesehatan di Brebes yang memang belum begitu baik.

Sedangkan materi kedua disampaikan oleh Fatikh Muhammad Alaudin yang merupakan masasiswa Brebes yang telah menyelesaikan studi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sebagai juara dua yang memaparkan isi dari esainya yang berjudul “Politik Organisasi Kemahasiswaan Sebagai Jurus Selamat Kehidupan Politik di Brebes”.

Menurutnya politik bagi mahasiswa penting didalam sebuah kehidupan bangsa dan negara.

“Pemuda sebagai agen pelopor politik bersih,” tegasnya memberikan semangat pada audiens.

Sementara itu menurut Dadang Irawan, Ketua Komabes UMY, mengatakan kegiatan ini merupakan yang pertama, dan menghasilkan sebuah buku yang berasal dari karya mahasiswa/i Brebes dan secara spesial dihadiahkan secara langsung untuk Pemerintah Kabupaten Brebes pada hari jadi ke- 340 Kabupaten Brebes.

“Ini membuktikan bahwa generasi muda yang ada di Brebes punya semangat dan rasa optimis untuk Brebes yang lebih baik,” tegasnya.

Pada akhir kegiatan Atmo Tan Sidik didapuk membawakan puisi yang dipersembahkan untuk menambah kobaran api semangat para mahasiswa daerah.(red-HB/Arkana)

LEAVE A REPLY