KOMBES Pertanyakan Kasus Human Trafickking di Polres Brebes

o /

Brebes, Harianbrebes.com —Pembina sekaligus Koordinator Advokasi dan Bantuan Hukum Kombes, Jamaludin Suryahadikusuma meminta Polres Brebes serius dalam menangani kasus perdagangan orang (Human Trafficking) yang menimpa puluhan warga Losari dan Tanjung Kabupaten Brebes, Senin (19/2)

Pantuan Harianbrebes.com sekitar 30 orang mendatangi Polres Brebes mempertanyakan sejauhmana tindak lanjut laporannya pada polres.

“Apalagi kasusnya sudah dilaporkan sejak bulan desember 2017, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan, ” tegas ayah migrani ini.

Menurut aktifis migran ini, bahwa sebelumnya puluhan warga di Brebes diduga menjadi korban penipuan pengiriman tenaga kerja indonesia (TKI) magang ke Jepang. Mereka rata rata sudah membayar biaya proses sekitar 80 -100 juta, dan dijanjikan untuk bekerja dengan gaji besar dan bekerja secara resmi. Tapi kenyataanya banyak yang sudah di berangkatkan begitu sampai di bandara Narita Jepang justru mengalami deportasi, akhirnya para korban yang pernah mengalami deportasi dan yang belum di berangkatkan meminta pendampingan ke Komunitas Migran Brebes (KOMBES) untuk melaporkan kasus ini ke Satreskrim Polres Brebes.

“Kasus yang menimpa para korban ini jelas sudah memenuhi unsur human trafficking, saat ini sudah dilaporkan ke polisi dan penyidik Polres Brebes sudah memeriksa para saksi dan korban. Kami berharap polres Brebes serius dalam menangani kasus ini sebagai bagian dari Law Enforcement atau penegakan hukum. Mengingat banyaknya kasus kasus trafficking yang muncul di Kabupaten Brebes ini akibat penegakan hukum yang masih lemah, sehingga tidak menimbulkan efek jera,” kata Jamal pada harianbrebes.com

Jamal juga mempertanyakan pemda Brebes yang terkesan mendiamkan kasus-kasus calon dan TKI yang mengalami permasalahan.

“Kami merasa kecewa, Pemda Brebes seakan tutup mata masalah ini, padahal Brebes termasuk pemasok terbanyak TKI di Jawa Tengah, ” tegasnya menceritakan.

Sehingga kedepan, rencananya komunitas Migran Brebes berencana akan menemui Kapolres Brebes untuk menanyakan kelanjutan penanganan kasus human trafficking yang menimpa warga Tanjung dan Losari tersebut.

Selain itu, akan bertemu Bupati Brebes dan DPRD Brebes untuk mempertanyakan implementasi Peraturan daerah No 3 Tahun 2012 tentang Pelayanan Pendaftaran dan Pengawasan Tenaga Kerja Indonesia di Brebes (red-HB/Arkana)

LEAVE A REPLY