Pertamina Gandeng BUMDES Bangun 77 Ribu SPBU Mini

Lapak G-Lite yang merupakan usaha SPBU eceran milik PT Garuda Mas Energi yang telah mengantongi lisensi dari Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas). (ANTARA/Afut Syafril)
o /

Jakarta, Harianbrebes.com – PT Pertamina (Persero) akan membangun sebanyak 77 ribu SPBU Mini di seluruh pelosok daerah dengan bekerjasama dengan BUMDes.

“Konsep ‘green energy’ mulai diterapkan, dengan menggandeng sebaran distribusi ke pelosok desa, ” kata Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati di Jakarta, Rabu.

Skema Pertamina sendiri akan merealisasikan sebanyak 77 ribu SPBU Mini tersebut dalam jangka waktu lima hingga delapan tahun mendatang.

Sehingga masih perlu sosialisasi serta kajian-kajian BUMDes yang tepat serta mampu untuk mendistribusikan BBM ke seluruh daerah desa.

Jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dijual oleh BUMDes adalah bahan bakar yang memiliki Ron 92 ke atas atau jenis Pertamax series.

Alasan penyebaran untuk jenis Pertamax, sebab kadar oktan tersebut sudah ramah lingkungan dibanding Premium dengan kadar oktan Ron 88.

Selain, Pertamax, dicanangkan SPBU mini tersebut tidak hanya menjual BBM saja, namun produk Pertamina lainnya seperti pelumas, gas elpiji dengan konsep Pertashop.

Sementara itu, PT Pos Indonesia dan PT Kereta Api Indonesia melalui sinergi BUMN akan dapat menyediakan pelayanan penjualan produk Pertamina seperti BBM dan elpiji.

Bentuk sinergi tersebut di antaranya adalah membangun gerai penjualan dan SPBU dengan memanfaatkan aset KAI dan Pos Indonesia di seluruh Indonesia.

Sinergi ketiga BUMN ini dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani masing-masing pihak.
Butir kesepakatan kerja sama Pertamina dengan Pos Indonesia meliputi pemanfaatan jaringan outlet pos untuk penjualan produk Pertamina termasuk elpiji, penggunaan armada pos untuk mengantarkan produk Pertamina ke konsumen, serta memanfaatkan lahan-lahan Pos Indonesia untuk pembangunan SPBU.

Sementara kerja sama dengan KAI, dilaksanakan berdasarkan butir kesepakatan yakni optimalisasi pengelolaan aset KAI untuk pembangunan SPBU ataupun unit bisnis lainnya, peningkatan pengiriman BBM dan produk Pertamina lainya dengan menggunakan moda kereta api, serta pengembangan usaha potensial lainnya.
Sumber : Antara

LEAVE A REPLY