Habib Luthfi : Pilihan Berbeda Bolehlah Namun Merah Putih Tetap Satu

Habib Lutfhi saat bertausiyah di Polres Brebes Bersholawat, di halaman Mapolres setempat, Minggu (6/1) malam.
o /

Brebes, Harianbrebes.com – Rais Aam Idarah Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Muktabarah An Nahdliyyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Ali Yahya menegaskan perlunya mengingat sejarah bangsa. Karena dalam mendirikan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), banyak peristiwa heroik yang memakan korban harta, jiwa dan raga. Hasil perjuangan para syuhada harus diapresiasi sedalam mungkin. Maka dari itu, jangan pernah lupakan sejarah Indonesia.

“Pelajaran ilmu bumi perlu diangkat kembali, pelajaran sejarah perlu dibangunkan kembali, supaya kita selaku anak bangsa regenerasi penerus pejuang, para ulama, penerus umat. Semakin kokoh demi tegaknya kembali merah putih,” ujar Habib Lutfhi saat bertausiyah di Polres Brebes Bersholawat, di halaman Mapolres setempat, Minggu (6/1) malam.

Menurut Habib, Indonesia sekarang sedang diambang perpecahan, banyak umat bertengkar hanya karna berbeda pandangan. Terlebih jelang pemilihan umum (pemilu).

“Jangan sampai kita menyia-nyiakan waktu untuk hal semacam itu, walaupun baju berbeda, pilihan berbeda. Bolehlah bendera ormas ataupun bendera partai banyak, namun merah putih tetap satu,” kata Habib dengan nada keras.

Ditambahkannya, mendengar fitnah (hoax) yang semakin merajalela saat ini sangat berpotensi memecah persatuan dan kesatuan bangsa. “Dimanapun dan kapanpun kita harus bangga dan cinta tanah air dan tumpah darah Indonesia. Jangan sampai goyah oleh apapun, hanya karna berita hoax,” tandasnya.

Kata dia, akan tetap mengemborkan NKRI harga mati, meskipun dalam suasana Pemilihan Presiden (Pilpres), Pemilihan Legislatif (Pileg), maupun Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Senada, Bupati Hj Idza Priyanti SE MH mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya. “Masyarakat harus kita ajak untuk berpolitik secara cerdas, tidak mudah termakan isu berita palsu atau hoax,” ajak Idza.

Hoax, kata Idza, termasuk salah satu ancaman yang berpotensi menimbulkan keretakan bagi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. “Jangan hanya karena beda pilihan jadi bermusuhan,” ucapnya.

Idza melaporkan kalau situasi dan kondisi di wilayah Kabupaten Brebes sampai dengan saat ini secara umum masih dalam keadaan kondusif. Semuanya, tidak lepas dari kerja keras jajaran Polres Brebes dan kesadaran yang tinggi dari masyarakat Brebes.

“Mari kita bertekad untuk menjaga kondisi di Kabupaten Brebes demi terciptanya pemilu 2019 yang aman, damai, dan sejuk,” ajaknya.

Turut hadir Jajaran Forkopimda, Kepala SKPD Brebes, camat Brebes, alim ulama, tokoh agama dan masyarakat, Ansor Banser, serta para santri dari berbagai pondok pesantren di Brebes. (HB-BY, PN, WSD)

LEAVE A REPLY