Ini Keuntungan Budidaya Ikan Lele Gunakan Sistem Bioflok

Penyuluh Perikanan pada Dinas Perikanan Brebes, Muhammad Murni (bertopi), memberikan penyuluhan budidaya ikan lele yang baik dan benar kepada pembudidaya di Desa Luwungbata, Tanjung, Brebes, Rabu (23/1/2019). Foto : Tribun Jateng
/

Brebes, Harianbrebes.com – Dinas Perikanan Kabupaten Brebes terus memantau para petani ikan lele bersistem bioflok.

Pemantauan serta penyuluhan dinas tersebut sebagai bagian pendampingan agar budidaya dilakukan secara baik dan benar.

Budidaya ikan lele bersistem bioflok yang dipantau seperti yang dikelola masyarakat Desa Luwungbata Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes.

Penyuluh Perikanan Dinas Perikanan Brebes Muhammad Murni mengatakan, pemantauan tersebut untuk memberikan pemahaman dan masukan dalam proses budidaya.

Menurutnya, itu perlu dilakukan secara intensif mengingat sistem budidaya bioflok baru ada di Desa Luwungbata.

Sedangkan budidaya yang lainnya semuanya menggunakan balong (kolam dari tanah).

“Memang kalau untuk pembudidaya lele di Tanjung sudah banyak. Tapi yang menggunakan sistem bioflok baru ada di Desa Luwungbata,” katanya, Rabu (23/1/2019).

Dia mengungkapkan, selain lebih ekonomis dan bersih, budidaya lele bersistem bioflok tidak memerlukan lahan luas.

Pasalnya, cukup menggunakan kolam terpal, peternak bisa memanfaatkan lahan pekarangan untuk membudidaya ikan lele.

“Jelas sangat jauh berbeda ketika berbudidaya lele menggunakan balong, yang masih memerlukan lahan luas,” paparnya.

Dia berharap, ke depan budidaya lele bioflok di Luwungbata bisa lebih berkembang lagi.

Sementara itu, Suyoto, pembudidaya ikan lele bersistem bioflok itu membenarkan, bila tidak memerlukan lahan luas dalam memulai budidaya.

Bahkan, dia memanfaatkan lahan yang ada di belakang rumah untuk membudidayakan ikan lele.

“Selain budidaya lele konsumsi juga ada pembenihan. Dan semuanya tidak memerlukan lahan yang luas,” katanya.
Penulis: m zaenal arifin
Editor: deni setiawan

Sumber : Tribun Jateng

LEAVE A REPLY