Hendak Berangkat Sekolah, Bocah 8 Tahun di Brebes Tewas Tersambar Kereta Api

Petugas melakukan visum jenazah anak umur 8 tahun yang disambar kereta di Desa Kuta kendala, Tonjong, Brebes. Foto : Istimewa
o /

Brebes, Harianbrebes.com – Nsib tragis dialami seorang bocah, M Vano Fahtul Afrizal (8), warga warga Dukuh Gardu, RT 6 RW 2, Desa Kutamendala Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes. Ia tersambar lokomotif kereta dan meninggal di lokasi kejadian, Kamis (24/1/2019).

Informasi yang dihimpun Tribun Jateng, anak Kasidin (43) itu dalam perjalanan berangkat sekolah di madrasah sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah sampai perlintasan rel, korban seolah tidak menyadari jika ada kereta melintas.

“Kejadiannya begitu cepat. Mungkin Vano melamun, sehingga tidak tahu ada kereta api saat akan menyeberang rel,” kata tetangga korban yang menjadi saksi kejadian, Agus Mang Topo (43).

Menurutnya, kondisi perlintasan tersebut cukup rawan. Sehingga warga yang melintas harus ekstra hati-hati. Harus memastikan terlebih dahulu apakah ada kereta melintas atau tidak sebelum menyeberang.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke pihak Desa dan keluarga.
Laporan kemudian diteruskan ke Polsek Tonjong dan Koramil Tonjong.

“Semoga keluarga korban diberikan kekuatan dan keikhlasan atas kejadian ini,” doanya.

Jenazah langsung dievakuasi warga dan Polsek ke Puskesmas Tonjong untuk divisum dan dipulasara. Kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan.

Danramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Suwardi mengatakan, ibu korban, Nuryah (41), hanya bisa pasrah dan menyesali kelalaiannya bersama suami dalam mengawasi anaknya.

“Semoga tidak ada Vano lainnya yang menyusul karena kurang pengawasan orang tua.

Sesibuk apapun kita, pendidikan anak merupakan tanggung jawab kita. Apalagi kalau tempat belajar atau bermain harus melintasi jalan raya atau rel. I

Itu harus diawasi,” imbaunya.

Sumber : Tribun Jateng

LEAVE A REPLY