Cegah Perilaku Buang Sampah Sembarangan, Pemuda Ini Pasang Spanduk Dijembatan

o /

Brebes, Harianbrebes.com,- Sampah merupakan sesuatu yang terbuang atau dibuang dari sumber aktivitas manusia ataupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.

Tidak hanya di negara-negara yang berkembang, tetapi di negara-negara maju sekalipun, yang namanya sampah terutama sampah plastik selalu menjadi masalah. Begitu pun di Indonesia, berdasarkan hasil penelitian Jenna Jambeck, Indonesia menjadi negara kedua penghasil sampah plastik terbanyak di dunia, setelah Tiongkok.

Kemudian menurut earthhour.wwf, ada jenis sampah plastik yang dapat terurai 20-40 tahun, ada pula yang tidak terurai hingga 1000 tahun lamanya. Hal itu juga berarti, dengan menimbun sampah plastik sekalipun itu tetap akan merusak lingkungan dan biota.

Seorang Pemuda, Khafidin Zya sedang membersihkan sampah dijembatan Sungai Babakan, Ketanggungan, Brebes.

Mengenai sampah di Kabupaten Brebes, ada salah satu netizen dengan nama akun Facebook, Khafidin Zya yang menggunggah postingan diberanda facebooknya. Dimana menurut postingan itu dirinya merasa terganggu dengan perilaku warga masyarakatnya yang telah mencemari sungai, yakni perilaku membuang sampah disekitar jembatan sungai Babakan, Ketanggungan, Brebes.

Salah satu spanduk yang dipasang dijembatan Sungai Babakan.

“Kami selaku pemuda dan warga setempat lingkungan (yang) dekat jembatan Kali Babakan merasa terganggu dengan adanya sampah yang begitu banyak di sungai dan jembatan ini sehingga menimbulkan bau yang begitu kurang enak dan mengganggu aktifitas sehari-hari,” ungkap Khafidin dalam postingan Facebooknya, minggu (25/8/2019) siang.

Selanjutnya masih diposting yang sama, dirinya memohon kepada semua warga ketanggungan dan sekitarnya, agar memiliki kesadaran untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan sungai tersebut dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Mohon kesadarannya semua warga ketanggungan dan sekitarnya supaya sama-sama menjaga dan melestarikan sungai ini dengan tidak membuang sampah sembarangan,” lanjut postingannya.

Beberapa Spanduk berisi larangan membuang sampah disungai Babakan.

Selain itu, ia pun meminta kepada pihak pemerintah untuk bisa mencarikan solusi terkait penanganan sampah tersebut.

“Kiranya ada pemerintah ketanggungan sekitarnya agar bisa mencarikan solusi mengenai sampah ini. Terimakasih,” tutupnya dalam postingan yang sama.

Sampah plastik sendiri, menurut sebuah riset yang dilakukan oleh Western University Australia, dari sekitar 300 juta ton pertahun sampah plastik dihasilkan oleh penduduk dunia, sebanyak 0,1% sampah plastik tersebut dari sungai yang masuk kelaut dan 99% telah dimakan oleh makhluk hidup. Sumber: sains.kompas.

Keberadaan mikroplastik didalam sungai hingga laut tak ubahnya seperti monster mini yang setiap saat merusak ekosistem di dalamnya.

Salah satu cara yang bisa dilakukan, untuk mencegah kerusakan yang lebih luas lagi bagi lingkungan dan ekosistem di dalam sungai hingga laut adalah dengan mengubah perilaku manusia yang menjadi konsumen utama mikroplastik, yakni dengan mengurangi penggunaan plastik dan tidak membuang sampah disungai. Foto: Khafidin Zya. (Gust)

LEAVE A REPLY