Sukses, Songgom Bergetar VI Bukti Bahwa Punk Bukan Kriminal

o /

Brebes, Harianbrebes.com,- Konser musik beraliran Punk, dalam acara Songgom Bergetar ‘Reuni Akbar Pekerja Keras’ yang dihelat oleh para pemuda Songgom dan digawangi oleh Baront Wiratama ini sukses menyedot para penggemar musik beraliran Punk, minggu (25/8/2019) di halaman pasar induk songgom, Brebes.

Aksi Marjinal dalam Panggung Songgong Bergetar VI.

Diantara puluhan Grup Band beraliran musik Punk yang tampil dalam acara tersebut, tampaknya hanya Marjinal yang menjadi bintang tamu istimewa. Hal itu, karena Marjinal merupakan dedengkot Punk di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1996.

Marjinal sendiri tampil memukau para pengemarnya dipenghujung acara dengan membawakan lagu berjudul Rencong Marencong, Negeri Ngeri, Luka Kita dan Hukum Rimba.

Mike dengan kostum Sampah (Sambut Pahala) Masyarakat.

Vokalis Marjinal, Mikail Isrofil yang akrab dipanggil Mike sempat memberi pesan salam sambutannya bahwa jika kita hidup dalam kemerdekaan maka kemerdekaan itu janganlah mengurangi kemerdekaan yang lain.

“Kemerdekaan bukan hanya untuk diri loe, diri gua, bukan juga untuk diri mereka. Tapi kemerdekaan adalah hak untuk kita semua. Karena yang lain juga menginginkan kemerdekaan yang sama, seperti kita menginginkan kemerdekaan itu sendiri,” tegas Mike.

Bobby Marjinal

Dalam sambutannya, Mike juga berpesan untuk saling menjaga merawat, merumat komunitas punk yang baik, dan saling berbagi serta belajar melakukan kerjasama tanpa adanya senioritas.

“Salam silaturasa. Saling jaga, saling rawat dan saling merumat, buktikan bahwa kita bukan kriminal. Kita juga harus saling berbagi. Jangan serakah!,” pesan Mike dari atas panggung Songgom Bergetar.

Roni Kribo (Pemain Pantonim) tampil bersama Marjinal diacara Songgom Bergetar VI.

Saat Grup Band Marjinal tampil dipanggung membawakan lagu Rencong Marencong, tiba-tiba muncul pemain pantonim, Roni Kribo dengan ekspresi wajah dan gerak yang mengikuti alur musik punk tersebut.

Penampilan Marjinal juga dibarengi  dengan perform karya mural yang secara langsung dibuat oleh seniman Mural Brebes, Gus Bill. Karya mural Mata Hati yang menjadi ciri khasnya itu digarap hingga puncak penutup.

Gus Bill (Manusia Biasa)

Panitia pelaksana, Baront Wiratama mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak, khususnya aparat keamanan dari TNI/ Polri dan juga Ormas Pemuda Pancasila (PP) dan Banser Brebes.

Berkat dukungan dan kerja keras semua pihak itulah seluruh acara pelaksanaan dari awal hingga akhir dapat berjalan lancar, damai dan meriah tanpa adanya keributan dan gesekan yang dapat menimbulkan kerusuhan antar sesama penonton.

“Ini membuktikan bahwa pertunjukan konser musik punk ternyata bisa membawa suasana yang aman, dan damai,” ungkap Baront.

Baront Wiratama bersama Kustoro Why.

Selain itu, Baront mengaku bahwa acara tersebut mampu menyedot 500 penonton, sehingga dirinya berharap kedepan bisa membuat acara konser musik dengan skala yang lebih besar.

“Rencananya tahun depan, kita akan bikin acara Songgom Bergetar VII yang lebih besar dan lebih terorganisir sehingga bisa membangkitkan antusiasme penikmat musik punk,” harapnya. (Gust)

LEAVE A REPLY