Ratusan Karyawan RSUD Brebes Tolak Sistem Baru, Direktur Tidak Tahu

o /

Brebes, Harianbrebes.com,- Sejumlah Dokter Spesialis RSUD Brebes mendatangi Pendopo Bupati Brebes, rabu (28/8/2019) kemaren. Hal tersebut mereka lakukan untuk menuntut perubahan sistem (pola) pembagian jasa medis dari pola dokter Hana ke pola dokter Eko.

Disisi lain, ratusan karyawan karyawati RSUD Brebes yang merasa dirugikan dengan perubahan pembagian jasa dari pola lama (pola dr Hana) kepada pola baru (pola dr Eko), tertanggal 17 mei 2019 mereka menyatakan sikap penolakan dengan membubuhkan tanda tangan.

Mereka sepakat menolak pola baru pembagian jasa medis yang menurutnya tidak memenuhi rasa kebersamaan karena pola baru hanya menguntungkan dokter-dokter spesialis di RSUD Brebes. Demikian yang disampaikan oleh salah seorang yang namanya enggan di publikasikan.

“Alasan mereka menolak pembagian jasa sistem/ pola dr Eko, antara lain; 1. Hanya menguntungkan dokter spesialis dengan kenaikan yang sangat fantastis berkisar 30-68%, 2. Untuk karyawan lainnya, mulai dari dokter umum, perawat, bidan, radiografer, analis (ATLM), fisioterapi, apoteker, tenaga tehnik kefarmasian, biomedik, rekam medis, tenaga kesehatan lingkungan, direksi, dan struktural serta tenaga administrasi mengalami penurunan berkisar 20-67% dari biasanya, 3. Tidak ada kebersamaan, yang mengacu pada visi misi RSUD Brebes antara lain meningkatkan kesejahteraan karyawan dan karyawati, dan 4. Pola dr Eko tidak memiliki legalitas sebagai acuan pembagian jasa pelayanan,” ungkapnya.

Selain itu, ratusan karyawan karyawati RSUD Brebes yang merasa dirugikan tersebut, telah sepakat untuk mendukung keputusan Direktur yaitu tetap mengunakan pola lama.

“Dan menolak keberadaan dokter-dokter spesialis yang membuat keresahan dan ketidaknyamanan di RSUD Brebes dan yang berfikir hanya untuk diri sendiri untuk masalah jasa (uang), terlalu arogan, tidak ada toleransinya, merasa paling hebat, sehingga berdampak pada pelayanan pasien,” imbuhnya.

Drg. Oo Suprana.

Saat dikonfirmasi, Direktur RSUD Brebes, drg Oo Suprana mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui terkait ratusan karyawan karyawatinya menyatakan sikap menolak pola baru pembagian jasa medis tersebut, namun demikian ia telah mengambil keputusan yaitu menerapkan pola modifikasi antara pola lama dengan pola baru.

“Saya tidak tahu, tapi saya sudah rubah, jadi sistemnya sistem memodifikasi antara sistemnya dr Hana dengan Eko. Karyawan disini kan banyak, ada dokter umum, ada bidan, ada perawat dan sebagainya. Jadi saya tidak bisa berdiri disatu sisi, tidak memihak si A atau si B,” ungkap Oo Suprana saat ditemui diruang kerjanya, kamis (30/8/2019).

Aktivis Anti Korupsi, Darwanto pun berpendapat tentang permasalahan sistem pembagian jasa medis tersebut. Menurutnya Bupati harus segera mengambil tindakan secepatnya terkait perubahan manajemen keuangan di RSUD Brebes.

Darwanto.

“Dalam rangka transparansi pengelolaan keuangannya dan manajemen yg baik berdasarkan good government and clean governance. Evaluasi kinerja harus dilakukan dengan melibatkan pihak luar yg independent dan kapabel,” ungkap Darwanto, jum’at, (30/8/2019).

Kemudian, Aktivis Pemerhati Layanan Kesehatan, Deden Suleman juga turut berpendapat bahwa itu menjadi urusan internal management keuangan RSUD Brebes.

Deden Sulaiman.

Namun demikian, Aktifis yang berprofesi sebagai Event Organizer ini berharap agar polemik pembagian Jaspel Medis cepat terselesaikan, karena menurutnya baik langsung maupun tidak langsung dapat mengurangi mutu pelayanan kesehatan dan dokter juga akan bekerja dibawah ketidaknyamanan.

“Selesaikan secara baik baik dan secepatnya lah, jangan berlarut-larut , karena saya khawatir akan mengganggu maksimalnya pelayanan ke pasien, kalau sudah begini maka masyarakat yang di rugikan”  ungkap Deden. (Gust)

LEAVE A REPLY