Kolaborasi Mural, Sinergi Marjinal Dan Gus Bill

o /

Brebes, Harianbrebes.com, Pertunjukan Konser Musik Songgom Bergetar VI sukses digelar pada hari minggu, (25/8) di halaman Pasar Induk Songgom, Brebes. Hal tersebut, dikarenakan pertunjukan tersebut berjalan tertib, lancar, aman dan damai.

Sehari kemudian, senin (26/8) Grup Band Punk Rock Indonesia asal Jakarta, Marjinal yang didalamnya ada Mike, Bobby, Ravel, beserta Crew mulai kembali beraktifitas layaknya warga pada umumnya. Mereka turut berbaur dengan Masyarakat dilingkungan tempat tinggal Koordinator Komunitas Punk Songgong BrothersBooth, Baron Wira Pratama.

Adapun kegiatan sehari-harinya, diantaranya bermain Sepak Bola bersama Pemuda Desa Songgom, bermain Motor Trail menembus hutan di wilayah Songgom, sekaligus berburu musang yang mengganggu tanaman para Petani.

Marjinal saat bermain Motor Trail di Songgom, Brebes.

Saat hari mulai malam, Marjinal melukisan dinding (Mural) bersama seorang seniman Mural Brebes, Gus Bill Manusia Biasa. Mereka mulai mural dengan suasana yang penuh keakraban dan kekeluargaan.

Sambil mengutarakan ide dan pendapat, hingga kadang muncul perdebatan diantara mereka, yang ditanggapi dengan santai tapi serius. Begitulah Mike, Bobby, dan Gus Bill yang kesemua memiliki karakteristik berbeda.

Apa lagi terkait tema, konsep dan makna yang terkandung dalam karya seni Mural tersebut, si Tuan Rumah Baron pun akhirnya mengamininya.

“Perdana Kita Marjinal. Gue, Bobby berkolaborasi Mural bareng Gus Bill nih. Nantikan kolaborasi karya selanjutnya. Kejutan lah.” ujar Mike sang vokalis Marjinal yang dianggukan Bassist Marjinal, Bobby.

Mereka bertiga, akhirnya sepakat untuk Mural figur atau tokoh yang telah menjadi simbol atau panutan masyarakat Indonesia bahkan dunia, baik secara semangat perlawanan maupun sifat keteguhan dalam hal Kebhinekaan.seperti yang akan dibuatkan sosok Marsinah perempuan pekerja pabrik sebagai simbol perlawanan buruh yang menuntut upah layak.

Dan seorang Kyai penuh Kharismatik sekaligus tokoh kemanusiaan, Gus Dur yang berwawasan luas, merdeka, religius, nasionalis serta berani merealisasikan arti Bhinneka Tunggal Ika yang ada di cengkraman Burung Garuda ke dalam kehidupan bernegara dan berbangsa.

“Gue nyelipin karakter Blaut dibalik Marsinah sebagai simbol saja, Kalau blaut itu kan belajar untuk tahu. Nah mural figur didepannya inspirasi Blaut Taringbabi juga.” Ucap Bobby.

Kedua Tokoh tersebut, meninggalkan nilai nilai positif kepada anak negeri lainnya. Karya Mural tersebut, kemudian di eratkan oleh Mural Mata Hati yang merupakan karakter khas seniman Mural Brebes Gus Bill, sebagai simbol jiwa suci atau nurani yang selalu dikedepankan dalam sosok Marsinah dan Gus Dur tersebut.

Bobby, Gus Bill, dan Mike saat Mural di dinding ruang kumpul tamu rumah keluarga Baron Wira Pratama.

“Ya, mereka berdua Mike Dan Bobby pengin karakter mata hati ditengahnya. Aku buat, biar nyambungin maknanya saja.” jelas Gus Bill, mengisahkan perjalanan Marjinal saat berada di Songgom, Brebes, kamis, (5/9).

Karya Mural kolaborasi yang penuh arti dan atmosfir energi positif hasil goresan Mike, Bobby, Dan Gus Bill tersebut, kini telah terpampang megah dan penuh aura kewibawaan di dinding ruang kumpul utama rumah keluarga Baron Wira Pratama. Selain menjadi pemandangan baru juga bisa untuk selfi para tamu yang singgah sekaligus penuh makna yang terkandung.

“Saya hanya terserah mereka semua, soal mau berkarya mural dimana, akhhirnya dipilih diiruang kumpul depan garasi, dan ini malah bisa terawat dan awet sepertinya.” pungkas Baron menutup pembicaraan. (*/Gust)

LEAVE A REPLY