KAPI; Bongkar Bangunan Pabrik Yang Tidak Memiliki IMB

o /

Brebes, Harianbrebes.com,- Massa dari Komunitas Aktivis Pro Investasi (KAPI) berunjukrasa di Kantor Bupati Brebes, tepatnya di Jalan Pangeran Diponegoro, Senin (23/9). Aksi ini dilakukan untuk menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes tegas menegakkan aturan dalam menyikapi persoalan perizinan.

Dalam aksi teratrikalnya, mereka menggambarkan tentang proses perijinan yang diduga dipersulit hingga sarat dengan suap menyuap.

Mereka berorasi, mendesak Pemkab Brebes untuk berani melakukan publikasi agar masyarakat tahu bangunan dan pabrik mana saja yang tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Sebelumnya, massa melakukan aksinya di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Tak lama kemudian, mereka berjalan kaki dengan dikawal pihak kepolisian hingga tiba didepan Kantor Bupati Brebes sekitar pukul 10.00 WIB.

Puluhan massa aksi ini juga membentangkan sejumlah poster bertuliskan tuntutan. Salah satunya, ‘Bongkar Bangunan Pabrik Yang Tidak Memiliki IMB’.

Selain itu, mereka yang menggelar aksinya dengan diiringi musik dan kesenian Buroq ini menuding bahwa meski secara resmi Brebes sudah ditetapkan sebagai salah satu daerah kawasan Industri di Jateng, namun sumber daya manusia di Pemkab Brebes sendiri belum siap.

Usai berorasi, sejumlah perwakilan dari mereka diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Brebes Djoko Gunawan untuk beraudiensi di ruang OR Setda Pemkab Brebes.

Kordinator aksi KAPI, Muflih Ikhsan mengatakan, aksi yang dilakukannya merupakan bentuk keprihatinan terhadap Brebes. Dimana ada bangunan dan pabrik yang jelas-jelas telah melakukan pelanggaran, tetapi Pemkab justru terkesan membiarkan.

“Untuk itu, apabila ditemukan pelanggaran, kami minta Pemkab harus berani menindak tegas. Bila perlu bongkar semua, agar publik bisa mengetahui bangunan dan pabrik mana saja yang tidak memiliki IMB,” tandasnya.

Menurut dia, Indikasi persoalan perizinan sebenarnya sudah muncul sejak lama. Yakni, mulai dari pendirian pabrik di Bojongsari Kecamatan Losari yang sampai sekarang mangkrak karena melanggar perizinan, dan kini publik pun mengetahui ada pendirian pabrik di Cimohong Kecamatan Bulakamba yang masih belum mengantongi IMB.

“Kami meminta tim Satgas Percepatan Usaha segera dibentuk. Kami minta ini secepatnya, kalau dalam waktu 7 hari belum ada respon, kami akan kembali turun kejalan,” tegasnya.

Persoalan itu, menurutnya, harus segera diselesaikan. Sebab, masih ada pendirian pabrik yang diduga tak sesuai aturan karena sebagian belum memiliki IMB.

Menanggapi desakan tersebut, Sekda Kabupaten Brebes Djoko Gunawan menjelaskan, tim Satgas Percepatan Usaha sudah dibentuk Pemkab Brebes, dan tim itu hingga kini terus bekerja. Termasuk melakukan evaluasi dan perbaikan di internalnya. Terkait persoalan di Desa Cimohong, pihaknya sudah mengundang pihak investor dan kini sedang mengkomunikasikan atas persolanan yang terjadi.

“Kami juga merespon positif atas desakan warga ini, dan terkait perizinan itu tidak terlepas dengan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), yang kini masih dalam proses revisi,” lanjut Djoko.

Namun demikian, imbuh Djoko, sepanjang perda revisi itu belum ditetapkan, investor tetap bisa masuk sepanjang tidak melanggar dan melakukan proses perizinan dengan tetap berpedoman pada Perda RTRW yang lama.

Selanjutnya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Ratim menjelaskan terkait data bangunan dan pabrik yang belum memiliki IMB. Pihaknya masih membangun atau sedang membangun data Big berupa aplikasi sistem.

“Terkait itu, memang secara detailnya kita belum memiliki data itu. Tapi kita sedang membangun sistem itu, yaitu data Big untuk mengidentifikasi bangunan-bangunan yang belum berijin maupun yang sudah berijin,”

Kedepannya, Ratim berharap jika aplikasi sistemnya sudah terbangun, maka untuk mengidentifikasi terkait dengan IMB, ijin Badan Usaha dan lainnya yang belum berijin itu akan lebih mudah. Selain itu, pihaknya meminta dukungan kepada semua pihak agar sistem itu bisa secepatnya dibangun, karena sistem tersebut menurutnya sangat penting. (Gust).

LEAVE A REPLY