Wow, Mencaplok Tanah Bengkok? Pagar Pabrik Ini Akan Dibongkar

o /

Brebes, Harianbrebes.com,- Kepala Desa Klampok Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes, N Fitriani mengatakan sudah beberapa kali meminta kepada PT. Sumber Masanda Jaya (SMJ) untuk mengembalikan tanah bengkok yang merupakan aset desanya.

“Kami sudah beberapa kali minta dikembalikan karena itu tanah aset desa. Totalnya 177 meter persegi dan sudah ditempati PT. SMJ sejak pembangunan dulu,” kata Fitriyani yang ditemui wartawan, Rabu, (25/9).

Sebagai kades baru, dirinya mengaku awalnya tidak tahu menahu mengenai tanah aset yang berbatasan dengan wilayah Desa Bangsri Kecamatan Bulakamba itu. Namun begitu, menurutnya, dari pihak PT. SMJ baru menyepakati untuk mengembalikan tanah tersebut.

“Belum sepenuhnya. Ada proses lain yang harus dilakukan,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Desa Klampok, Slamet Kusyanto yang mengakui bahwa dirinya baru mengetahui dari warga, bahwa aset desa seluas 177 m2 yang telah dicaplok PT. SMJ itu adalah aset desanya.

“Kami awalnya tidak tahu. Dari data, ada 177 meter persegi yang masuk kedalam perusahaan tersebut. Setelah tahu, kami langsung melakukan upaya negosiasi agar tanah tersebut dikembalikan,” ungkapnya.

Selain itu, Kusyanto beralasan bahwa pembangunan pabrik PT SMJ itu terjadi pada masa Kepala Desa Klampok dijabat oleh Sukwid. Bahkan saat pembangunan pabrik yang terletak di perbatasan Desa Klampok Kecamatan Wanasari dan Desa Bangsri Kecamatan Bulakamba itu, pihak PT SMJ belum pernah koordinasi dengan pemerintah desanya.

“Tidak ada pemberitahuan. Malah saat itu pemerintah desa tahu informasi itu dari warga. Kalau dari awal kami tahu, jelas tidak akan memperbolehkan,” imbuhnya.

Prosesi pengerukan yang dilakukan secara simbolis.

Disisi lain, Legal PT. SMJ, Rizki Dwi Darmawan mengatakan, kurang memahami masuknya tanah aset Desa Klampok tersebut. Pasalnya saat pengadaan lahan, pihak perusahaan sudah berpedoman pada sertifikat tanah tersebut.

“Kami sendiri kurang paham, karena dulu pengadaan tanah sudah sesuai prosedur dan aturan. Kalau tahu itu tanah desa, kami tak akan ambil,” ucapnya.

Meski masih dalam proses pengembalian tanah tersebut kepada pemdes Klampok, namun ini menurutnya, sebagai bentuk itikad baik dari PT SMJ.

“Jadi upaya ini dilakukan sebagai bentuk komitmen perusahaan yang patuh terhadap aturan,” ucap Rizki.

Bukti komitmen pihak PT. SMJ ini ditandai dengan penandatanganan berita acara penyerahan dari PT. SMJ kepada Pemerintah Desa Klampok. Selain itu, pihaknya akan melakukan pembongkaran pagar yang berdiri diatas tanah bengkok tersebut.

Namun sebelum dilakukan pembongkaran, pihak PT. SMJ akan membangun pagar baru untuk mengganti pagar yang panjangnya sekitar 150 meter.

“Ke depan diharapkan lahan yang dikembalikan bisa lebih bermanfaat bagi desa,” pungkasnya.

Secara simbolis, pihak PT. SMJ sendiri nampak melakukan pengerukan tanah yang sekaligus menandai batas baru area pabrik miliknya dengan menggunakan exavator.

Hal itu dilakukan, setelah kedua pihak selesai melakukan pengukuran ulang terhadap lahan tersebut, dengan disaksikan Kades dan Perangkat Desa Klampok, serta perwakilan dari Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Brebes. (Gust)

LEAVE A REPLY