Tanggul Ini Dikeruk, PT SMJ Dan PT Daehan Dianggap Telah Melanggar

o /

Brebes, Harianbrebes.com,- Dua investor yang mendirikan pabrik di wilayah Kabupaten Brebes, yaitu GM PT Daehan Global dan GM PT Sumber Masanda Jaya (SMJ) mendapat teguran dari pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung.

Teguran tersebut dalam bentuk surat bernomor SA.a2.03/At-5/797 dari pihak BBWS Cimanuk-Cisanggarung, yang menyebutkan bahwa kedua perusahaan itu telah melakukan pelanggaran pemanfaatan tanggul dan sempadan saluran pembuangan Kobong, di Desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes.

Bahkan pada poin ke dua dalam surat tertanggal 23 September 2019 itu, pihak BBWS Cimanuk-Cisanggarung menyebutkan, pihaknya sudah dua kali melayangkan surat teguran kepada masing-masing pihak investor tersebut.

Lahan milik salah satu perusahaan di Desa Cimohong.

Karena belum ada izin dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia, menurut surat itu, kedua perusahaan tersebut dilarang melakukan pemanfaatan tanggul dan sempadan saluran pembuangan Kobong.

Selanjutnya, pada poin yang ke empat, kedua pihak investor itu juga diminta bertanggung jawab untuk perbaikan atas segala kerusakan baik sarana maupun prasarana, yang ditimbulkan akibat pemanfaatan tanggul tersebut.

“Dan mengikuti ketentuan prosedur dan spesifikasi teknis yang berlaku dengan pembiayaan dibebankan kepada PT SMJ dan PT DG,” kata Happy Mulya dalam surat teguran itu.

Sementara itu, dari pihak PT. Daehan Global, Nanang berdalih bahwa pekerjaan pengerukan ditanggul saluran pembuangan Kobong itu dilakukan pihaknya sebagai bentuk itikad baik.

Saluran Pembuangan Kobong

“Jadi itu bentuk itikad baik untuk normalisasi kali pembuangan Kobong berikut tanggulnya, memang dikeruk agak lebar nantinya akan di beri batu-batu kali supaya dasar tanggul lebih kuat, masih dalam proses pengerjaan,” kata Nanang saat dikonfirmasi, Sabtu, (28/9).

Ia menambahkan, bahwa tanggul saluran pembuangan Sungai Kobong yang hingga sekarang sedang dilakukan pekerjaan pengerukan itu, nantinya akan sesuai dengan bentuk awal. Dirinya juga menegaskan bahwa itu tanah milik Mr Lee bukan milik PT. Daehan yang seharusnya bisa dipisahkan.

“Karena dari awal ada anggapan bahwa itu tanah milik Daehan, yang sebenarnya itu tanah pribadi Mr Lee, jadi seharusnya bisa dipisahkan,” pungkasnya. (Gust)

LEAVE A REPLY