Ribuan Siswa SMK Ini Nobar Film G30S/PKI

o /

Brebes, Harianbrebes.com, –  Sebanyak 1.500 siswa SMK Nurul Islam (Nuris) Larangan Kabupaten Brebes nonton bareng (nobar) film G30S/PKI. Dalam kegiataan ini para siswa didampingi guru sejarah dan dewan guru sekolah tersebut.

Kepala SMK Nuris Larangan, Ayub Sjshtiyani mengatakan, diadakannya nobar film G30S/PKI bertujuan untuk memberikan pemahaman sejarah kepada para siswa.

“Selama pemutaran film ini, ada guru sejarah yang mendampingi. Jadi setelah film selesai diputar, akan diadakan diskusi juga,” kata Ayub saat ditemui di sekolahnya, Sabtu (29/9).

Film G30S/PKI, menurutnya, dulunya merupakan film tahunan yang wajib dan selalu diputar di televisi pada era orde baru.

Ayub mengaku menyadari, film G30S/PKI memuat hal-hal kontroversial yang sampai kini masih menuai perdebatan. Namun, didalam film yang mengisahkan kejadian pada tahun 1965, ada ulama serta masyarakat yang tidak bersalah yang menjadi korban.

“Sehingga sejarah yang sangat kelam tersebut tidak bisa kita lupakan dan perlu kita waspadai,” jelasnya.

Setelah menonton film bersejarah ini,  Ayub berharap agar para siswanya peka terhadap lingkungan masing-masing serta waspada terhadap gerakan yang menghalalkan segala cara dengan tujuan akan memecah belah bangsa Indonesia.

“Waspada dengan gerakan yang akan menggantikan idiologi Pancasila dengan idiologi Komunis. Maka dari itu, generasi muda harus bisa menghidari bahaya laten komunis,” tambahnya.

Gerakan seperti komunis ini, lanjutnya, sewaktu-waktu bisa kembali muncul dengan gerakan yang lebih halus, karenanya siswa harus lebih cerdas dalam menyikapi situasi yang berkembang saat ini.

Para siswa diharapkan tetap berpedoman pada 4 pilar bangsa Indonesia. Hal senada juga dikatakan Pelda Sugiyarto dan Serka Sugiyono, jajaran Koramil 16/Larangan yang juga turut mendampingi nobar tersebut.

Selain berpedoman pada 4 pilar, siswa juga diminta belajar sejarah bangsa Indonesia.

“Empat pilar ini yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI,” ungkapnya.

Hal ini, kata dia, agar siswa mampu menghargai jasa para pahlawan dalam menjaga keutuhan NKRI.

“Dengan berpedoman 4 pilar ini, bangsa Indonesia akan tetap kokoh dan utuh sebagai bangsa yang maju dan makmur,” pungkasnya. (Gust)

LEAVE A REPLY