Mitigasi Bencana Longsor, Puluhan Warga Lakukan Penutupan Rekahan Tanah Di Salem

/

Brebes, Harianbrebes.com,- Puluhan warga Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, bersama para relawan peduli bencana alam Kecamatan Salem, melakukan kegiatan kerja bakti penutupan rekahan tanah.

Tampak dalam kegiatan tersebut, anggota TNI Koramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes beserta Polsek, Perhutani BKPH Salem, Satpol PP, Ormas dari Banser dan Bangbara, Puskesmas serta Kepala Desa bersama perangkat maupun masyarakat Desa Pasirpanjang dan Pabuaran.

Kegiatan ini difokuskan pada petak 7 F RPH Winduasri, BKPH Salem, KPH Pekalongan Barat, Bukit Labuan Bulan, yang merupakan mahkota longsor.

Danramil, Kapten Infanteri Iskandar menjelaskan, kerja bakti penutupan retakan pasca bencana tanah longsor, sebagai mitigasi tanah bergerak jelang musim penghujan 2019. Menurutnya, titik tersebut termasuk dalam zona merah rawan longsor susulan yang diprediksi oleh BPBD Provinsi Jateng serta akademisi dan Mahasiswa UGM Yogyakarta.

“Untuk kegiataan ini, pihak BPBD Kabupaten Brebes memberikan bantuan berupa 1000 buah karung bekas terigu, 30 kilogram kantong plastik serta logistik makanan dan minuman kepada para pekerja,” ucapnya, Sabtu, (5/10) kemaren.

Sebelumnya, ditempat ini pernah tejadi bencana alam tanah longsor nasional, (22/2), yang merenggut 18 jiwa, juga merusak 52 rumah serta 14 hektar areal persawahan penduduk. Demikian seperti halnya yang diterangkan Bati Tuud Koramil, Pelda Jahri yang merupakan warga setempat.

“Upaya ini untuk mengamankan pemukiman di bawah Bukit Labuhan Bulan, yaitu warga Dusun Jojogan yang berpenghuni 7 KK/ rumah (23 jiwa) menetap sebagai petani,” jelasnya.

Di atas pemukiman warga Jojogan sendiri, yaitu Bukit Jojogan, juga mengalami pergeseran tanah yang sebelumnya telah amblas kurang lebih 50 centimeter, dengan luas yang kurang lebih sama yaitu 2 hektar. EWS (Early Warning System) atau alat pendeteksi pergerakan tanah, juga telah dipasang di titik ini sebagai peringatan dini bagi ketujuh KK jika terjadi pergerakan tanah akibat hujan.

“Kegiatan ini untuk mengantisipasi longsor. Oleh karenanya, retakan harus segera ditutup dengan tanah, karung dan plastik untuk meminimalisir terisi air jelang musim penghujan ini,” terangnya.

Masyarakat sekitar, diminta untuk tetap waspada dan memperhatikan tanda dari EWS. Sirine akan berbunyi jika kabel/kawat yang ditancapkan pada tanah yang rekah itu tertarik 7 centimeter saja, sehingga warga Dusun Jojogan dan Cibuhun, dapat segera menjauh dari jalur longsoran.

Secara tak langsung, lanjutnya, di Dusun Cibuhun ada sekitar 27 KK atau 110 jiwa yang juga dimungkinkan terdampak sapuan material longsoran di petak 7 F dan Bukit Jojogan . (Aan/Gust)

LEAVE A REPLY