Tak Ada Dana Pengembangan Destinasi Wisata, Pemkab Brebes Harus Gandeng Kementrian PUPR

o /

Brebes, Harianbrebes.com,- Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menyoroti pariwisata di Brebes yang berjalan layaknya siput. Salah satunya, disebabkan minimnya anggaran Pemerintah Kabupaten Brebes yang dialokasikan untuk infrastruktur penunjang obyek wisata, terutama obyek wisata yang menjadi unggulan.

Berdasarkan keterangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Brebes, Ia menyebutkan tidak ada anggaran pengembangan berbagai destinasi wisata diwilayah Brebes. Sehingga penataan destinasi wisata terkesan tidak fokus.

“Kalau Pemkab Brebes fokus pada 3A yaitu aminitas, aksesbilitas dan atraksi, pengembangan pariwisata itu bisa tertata. Terutama faktor aksesbilitas ini yang sangat penting,” kata Fikri, Jumat, (10/10) saat ditemui wartawan di Grand Dian Hotel, Brebes.

Kabupaten Brebes, menurutnya, memiliki potensi besar untuk pengembangan berbagai objek wisata unggulan. Sayangnya, hal itu tidak dilakukan Pemkab Brebes sendiri. Oleh karenanya, Fikri mendorong agar Pemkab Brebes memberi perhatian penuh terhadap dunia pariwisatanya.

Seperti halnya, objek wisata Kebun Teh Kaligua, Waduk Malahayu, Pantai Randusanga Indah, dan lainnya. Ia melihat, obyek wisata tersebut, sekarang kondisinya kurang mendapat perhatian. Akses infrastruktur jalan menuju lokasi wisata tersebut, tampak tidak mendukung.

“Brebes punya obyek wisata yang luar biasa, kembangkan aksesnya. Pemkab Brebes harus bisa menggandeng Kementerian PUPR untuk mewujudkan itu,” jelasnya.

Kalau hanya mengandalkan anggaran Pemkab Brebes, perkembangan pariwisata akan lambat. Oleh karenanya harus ada kerja sama yang baik berbagai pihak yaitu akademisi, pengusaha, pemerintah, komunitas pelaku wisata dan media.

“Kalau pariwisata dibiarkan hanya digarap Pemkab saja, ya kayak gini terus,” tandasnya.

Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Masyarakat Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenparekraf, Hariyanto mengatakan, untuk pengembangan dan pemasaran wisata, dibutuhkan sinergitas dari berbagai elemen masyarakat dengan pemerintah.

“Era 4.0 ini sangat mempengaruhi kepariwisataan. Dengan jumlah pemakai internet yang sangat besar di dunia ini, menjadi peluang besar untuk memasarkan berbagai destinasi wisata unggulan,” lanjutnya dalam Bimtek Strategi Pemasaran Pariwisata yang diikuti perwakilan akademisi, pegiat wisata, pengelola objek wisata, pengelola media sosial, hingga perwakilan Disbudpar Brebes. (Gust)

LEAVE A REPLY